Showing posts with label Biografi Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Biografi Tokoh. Show all posts

Monday, July 20, 2015

Biografi Najwa Shihab (Presenter Mata Najwa)

Najwa Shihab, nama wanita satu ini dikenal masyarakat sebagai presenter atau pembawa acara di Mata Najwa yang disiarkan di Stasiun televisi Metro TV. Berikut Profil lengkapnya. Ia dikenal dengan nama Najwa Shihab yang kesehariannya dipanggil Nana. Wanita satu ini lahir di Makassar pada tanggal 16 september 1977. Dia merupakan putri kedua dari seorang Tokoh bernama Prof. Dr. Quraish Shihab yang merupakan seorang cendekiawan muslim Indonesia. Najwa Shihab memiliki suami bernama Ibrahim Assegaf dan mempunyai anak laki-laki yang bernama Izzat. Mengenai pendidikan, Ketika di Sekolah Menengah Atas (SMA), Najwa Shihab terpilih sebagai siswa yang berangkat ke Amerika selama satu tahun dalam program bernama AFS yang dikelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya.
Kemudian ketika memasuki perguruan tinggi, Najwa Shihab kuliah di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Ilmu Hukum dan menjadi alumni pada tahun 2000. Kendati lulus sebagai Sarjana Hukum, Najwa Shihab lebih memilih terjun di dunia jurnalistik ketimbang seorang pengacara.

Menjadi Jurnalis dan Bergabung Dengan Metro TV
Tidakah mengehrankan, ia kemudian bergabung dengan Metro TV salah satu Stasiun Televisi Indonesia untuk mengasah kemampuannya dibidang jurnalistik. Dia dianugrahi penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dalam hal laporan-laporanya ketika menjadi repoter bencana Tsunami di Aceh dimana ia merupakan reporter pertama yang berhasil melaporkan kondisi setelah tsunami menerjang Aceh, dari laporan atau liputannya, dinilai memberi andil yang sangat berarti dalam hal berkembangnya kepedulian dan juga rasa empati masyarakat luas terhadap tragedi tsunami tersebut yang banyak memakan korban jiwa.

Meliput Tsunami Aceh
Ketika Tsunami Aceh terjadi, Najwa Shibab memberitakan secara emosional betapa dahsyatnya Tsunami Aceh dan menyebut bahwa pemerintah kurang siap dalam mengahdapi bencana tersebut dimana ketika itu yang menjabat Menko Kesra ketika Bencana Tersebut terjadi adalah pamannya sendiri yaitu Alwi Shihab sehingga menurut pakar Komunikasi UI yaitu Effendi Ghazali menyebut fenomena Shihab vs Shihab.

Penghargaan Yang Diraih Najwa Shihab
Di tahun 2006, ia mendapat predikat sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV, dan kemudian berhasil masuk sebagai nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards. Pada tahun yang sama pula, bersama sejumlah wartawan dari banyak negara, Najwa Shihab terpilih menjadi salah seorang peserta Senior Journalist Seminar yang diadakan di sejumlah kota di AS, dan juga ia menjadi seorang pembicara di Konvensi Asian American Journalist Association.

Penghargaanya sebagai seorang jurnalis profesioanl tidak hanya pada level nasional saja melainkan juga pada level interasional, yaitu ia berhasil masuk dalam nominasi Asian Television Awards dalam kategori Best Current Affairs/Talkshow presenter. Kemudian ditahun 2008 lalu, Najwa Shihab terus memperdalam ilmunya dengan mengambil konsentrasi Hukum Media di Melbourne Law School Australia dimana dia meraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards. Meskipun lulusan Ilmu Hukum, Najwa Shihab lebih tertarik kepada dunia Jurnalistik.

Najwa Shihab dan Mata Najwa
Najwa Shihab merupakan wartawan wanita yang mewawancarai hampir semua tokoh-tokoh politik nasional malalui program Mata Najwa yang disiarkan di stasiun televisi Metro TV. Selain itu ia juga merupakan orang yang pertama yang mewawancarai presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika selesai pelantikan.

Saturday, July 18, 2015

Biografi Terence Tao (Manusia dengan IQ Tertinggi di Dunia Saat Ini)

Di dunia ini hanya sekitar 0,5 persen dari keseluruhan manusia yang berada di muka bumi ini yang memiliki IQ diatas 140 yang dianggap sebagai orang dengan kategori jenius, dari 0,5 persen tersebut salah satunya adalah Terence Tao, sebagai Manusia dengan IQ tertinggi di dunia saat ini dan juga termasuk salah satu manusia paling jenius yang ada dimuka bumi saat ini dengan IQ mencapai antara 230 sampai 240 yang berada dibawah William James Sidis salah satu manusia paling jenius di dunia yang pernah ada. Terence Tao dilahirkan dengan nama lengkap Terence "Terry" Chi-Shen Tao pada tanggal 17 Juli 1975 di Adelaide, Australia. Ayah Tao lahir dan dibesarkan di Shanghai, dan ibu Tao berasal dari Kanton. Orang tuanya adalah imigran dari Hong Kong ke Australia. Ayahnya bernama Billy Tao adalah seorang dokter anak, dan ibunya, Grace Tao, adalah fisikawan dan matematikawan lulusan dari University of Hong Kong, mantan guru sekolah menengah matematika di Hong Kong. Terence Tao bisa dikatakan sebagai seorang anak ajaib seperti yang dikatakan oleh peneliti pendidikan Miraca Gross sewaktu meneliti tentang anak berbakat.

Ayah Terence Tao mengatakan kepada pers bahwa ketika Terence Tao berusia dua tahun disaat pertemuan keluarga, Tao berusaha untuk mengajarkan pelajaran aritmatika dan bahasa inggris kepada anak yang berusia lima tahun. Ayah Terence Tao mengatakan kepada pers bahwa ketika Terence Tao berusia dua tahun disaat pertemuan keluarga, Tao berusaha untuk mengajarkan pelajaran aritmatika dan bahasa inggris kepada anak yang berusia lima tahun. Menurut Smithsonian Magazine online, Tao dapat melakukan aritmatika dasar pada usia dua tahun. Ketika ditanya oleh ayahnya bagaimana ia tahu angka dan huruf, ia mengatakan ia belajar acara Sesame Street. Selain cerdas berbahasa Inggris, Tao juga pandai berbicara bahasa Kanton, tetapi tidak dapat menulis dalam bahasa Cina.
Terence Tao memamerkan kemampuan matematikanya yang luar biasa dari usia dini, Dia belajar matematika tingkat universitas pada usia sembilan tahun. Dia adalah salah satu dari hanya dua anak (selain Lenhard Ng) dalam sejarah studi Johns Hopkins 'program Talenta luar biasa yang dapat mencapai skor 700 atau
lebih besar pada bagian pelajaran matematika pada usia hanya 8 tahun (dia mencetak skor 760) . Pada tahun 1986, 1987, dan 1988, Tao adalah peserta termuda hingga saat ini dalam Olimpiade Matematika Internasional, dan pertama bersaing di usia sepuluh tahun, ia memenangkan medali perunggu, perak, dan medali emas. Dia tetap menjadi pemenang termuda dari masing-masing tiga medali yang diraihnya dalam sejarah olimpiade sains. Ia memenangkan medali emas olimpiade matematika ketika ia hampir berusia empat belas tahun. Pada usia 14, Tao menghadiri pertemuan Science Research Institute.

Ketika ia berusia 15 ia menerbitkan Paper Pertamanya. Ia menerima gelar sarjana dan gelar master pada usia 16 dari Flinders University. Pada tahun 1992 ia memenangkan beasiswa Fulbright untuk melakukan studi pascasarjana di Amerika Serikat. Dari tahun 1992 hingga 1996, Tao adalah seorang mahasiswa pascasarjana di Princeton University di bawah arahan Elias Stein, dan Tao menerima gelar Ph.D. pada usia 20 tahun. Ia mengajar di Universitas California, Los Angeles pada tahun 1996. Ketika ia berusia 24, ia dipromosikan menjadi profesor di UCLA dan tetap menjadi orang termuda yang pernah diangkat menjadi professor oleh institusi tersebut. 

Tao telah memenangkan berbagai banyak penghargaan. Ia menerima Hadiah Salem tahun 2000, Memorial Prize BĂ´cher pada tahun 2002, dan Clay Research Award pada tahun 2003, atas kontribusi untuk analisis termasuk bekerja pada Kakeya conjecture dan peta gelombang. Pada tahun 2005, ia menerima American Society Mathematics Levi L. Conant Prize dengan Allen Knutson, dan pada tahun 2006 ia dianugerahi SASTRA Ramanujan Prize. Pada tahun 2004, Ben Green dan Tao merilis apa yang sekarang dikenal sebagai teorema Green-Tao.

Tao adalah menjadi finalis untuk penghargaan Australian of the Year pada tahun 2007. Dia adalah anggota yang sesuai dari Akademi Ilmu Pengetahuan Australia, dan pada tahun 2007 terpilih sebagai Fellow dari Royal Society Australia. Pada bulan April 2008, Tao menerima Alan T. Waterman Award, yang mengakui seorang ilmuwan awal karir untuk berkontribusi luar biasa di bidang mereka. Selain medali, penerima beasiswa waterman juga menerima dana hibah sebesar $500.000 untuk penelitian lanjutan. Pada bulan Desember 2008. Tao juga terpilih sebagai Fellow dari American Academy of Arts dan Science pada tahun 2009. Pada tahun 2010, ia menerima Hadiah Internasional Raja Faisal bersama-sama dengan Enrico Bombieri Juga pada tahun 2010. Pada 2012 ia dan Jean Bourgain menerima Penghargaan Crafoord di bidang Matematika dari Royal Swedish Academy of Sciences. Juga, pada tahun 2012, ia menerima penghargaan dari Simon Foundation. Pada 2013 Tao telah menerbitkan lebih dari 250 makalah penelitian dan 17 buku.

Biografi Blake Ross (Pembuat Mozilla Firefox)

Para pengguna Internet pasti sudah tidak asing dengan nama Mozilla Firefox, sebuah aplikasi webBlake Ross. Pemuda ini lahir di Miami, Florida, Amerika Serikat pada tanggal 12 Juni 1985. Ketika ia masih berumur 10 tahun, ia sudah membuat website pertamanya dan diumurnya yang ke 15 tahun ia sudah menjadi seorang kontraktor dari perusahaan Netscape. 
Browser yang powerful yang terkenal dan banyak digunakan oleh para peselancar di dunia maya. Namun siapa sangka, pembuat dari Mozilla adalah anak muda yang kini berumur 29 Tahun yaitu

Sebenarnya pada tahun 2002, Blake Ross dan Dave Hyatt sudah memulai membuat versi terbaru dari Netscape Web Browser yang memiliki fitur yang simpel, stabil, dan cepat yang kemudian menjadi cikal bakal Mozilla Firefox .Dari Kecerdasannya kemudian ia diterima untuk kuliah di Universitas Standford tahun 2003, Amerika Serikat, setahun ia kuliah disana, ia kemudian mengembangkan mozilla sebagai aplikasi web browser di internet yang ketika itu aplikasi web browser lebih banyak dikuasai oleh Internet Explorer dan juga Netscape Navigator. Di tahun 2004, Mozilla Firefox buatan Blake Ross resmi dirilis ke publik, dimana saat itu umurnya baru berusia 19 tahun. 

Masuk Dalam Kategori Renegade of the Year
Hingga pada akhirnya, Blake ross memutuskan untuk keluar dari kampusnya, Stanford University pada tahun 2005. Pada tahun yang sama pula, Blake ross masuk nominasi dalam penghargaan majalah Wired, dalam kategori Renegade of the Year. Pesaingnya untuk mendapatkan penghargaan yaitu dua pendiri dari Google yakni Sergey Brin, dan Larry Page serta Jon Stewart, ditahun yang sama juga ia masuk dalam majalah rolling Stone dalam 2005 Hotlist.

Blake Ross membuat awal yang baru dengan kawannya yang merupakan mantan pegawai Netscape bernama Joe Hewitt, dia merupakan pencipta dari aplikasi Firebug yang mempunyai fungsi dalam hal antarmuka firefox dan juga kode-kode penyusun. Mereka berdua kemudian bekerja sama dalam menciptakan aplikasi bernama parakey, yakni sebuah antarmuka pengguna baru yang didesain untuk menjembatani kesenjangan antara desktop dan web atau bisa disebuat sebagai Sistem Operasi Web. Kemudian pada tanggal 20 Juli 2007, BBC memberitakan bahwa facebook berhasil mengakuisisi Parakay.

Keunggulan Mozilla Firefox Ciptaan Blake Ross
Dalam waktu yang cukup singkat, Firefox cepat diterima oleh masyarakat dan merupakan web browser yang paling banyak digunakan oleh pengguna Internet disluruh dunia. Bayangkan saja disaat peluncuran versi Firefox 2.0, pengguna yang mengunduhnya lebih dari 2 Juta orang hanya dalam tempo 24 jam saja. Keunggulan lainnya dari Firefox adalah program yang dibuat sangat cepat, stabil, mudah digunakan untuk pengguna rumahan serta aman dari gangguan iklan serta virus selain itu Firefox juga didistribusikan secara gratis dan bersifat open source artinya mudah dimodifikasi oleh komunitas atau pengembang.

Blake Ross menciptakan mozilla firefox diilhami dari perang web browser tahun 1998 antara Internet Explorer dan Netscape yang kemudian dimenangkan oleh Internet Explorer buatan Microsoft, tetapi dari sini kemudian Netscape memiliki cara lain untuk bertahan yaitu mereka membuka kode program dari aplikasi Netscape sehingga dapat dikembangankan oleh pengembang lain hal ini kemudian yang memicu Blake Ross membuat Firefox yang kemudian menjadi aplikasi web browser dengan pengguna terbanyak didunia. Logo yang dipilih Blake Ross untuk mozilla firefox yaitu seekor burung phoenix dengan warna abu-abu Mozilla dan Netscape. Kemudian berubah menjadi Logo Rubah Api.

Biografi Ki Hajar Dewantara (Pahlawan Pendidikan Indonesia)

Ki Hajar Dewantara merupakah tokoh yang dikenal sebagai salah satu Pahlawan Indonesia dan merupakan Tokoh penting dalam dibidang pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Profil Perjalanan Hidup Ki Hajar Dewantara
Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:
"... Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun".

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda. Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Mendirikan Taman Siswa
Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Taman siswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah :
•    Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan),
•    Ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa),
•    Ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

Biografi Andrie Wongso (Motivator No 1 Indonesia)

Sosok Motivator Indonesia yang Memiliki motivasi dan tekad kuat untuk mencapai target, itulah gambaran diri dari Andrie Wongso, Meskipun Ia bergelar SDTT [Sekolah Dasar Tidak Tamat] namun berkat tekadnya yang kuat berhasil mengantarkan Andrie Wongso menjadi Motivator Nomor Satu di Indonesia. Andrie Wongso yang dilahirkan 6 Desember 1954 di kota Malang, Jawa Timur ini hidup dalam keterbatasan finansial, ia merupakan Anak ke-2 dari 3 bersaudara. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah Mandarin tempat Andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar. Di usia 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi mengubah nasib dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan jujur. Maka dimulailah kerja sebagai salesman produk sabun sampai pelayan toko.
 
Pekerjaan sales ini cukup memberinya waktu lowong, yang diisinya dengan berlatih kungfu. Kungfu bukan sekedar bela diri, namun juga mengandung nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, perjuangan dan kemauan keras. Nilai-nilai luhur ini semakin membentuk jati diri Andrie Wongso. Selain itu, ketegaran orang tua Andrie dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar dalam pembentukan karakter dirinya. Saat film-film laga dari Taiwan merajai layar lebar perfilman Indonesia, hati Andrie muda tergelitik ingin menjadi seorang bintang film. Untuk menggapai cita-cita ini, tahun 1978 Andrie berhenti bekerja dan mulai mengirimkan lamaran ke perusahaan-perusahaan film di Hongkong. Namun selama tiga bulan tak ada satu pun perusahaan film yang memanggilnya. Masa-masa itu merupakan masa yang berat bagi Andrie muda. Ia mengalami tekanan mental yang luar biasa. Tekanan hidup yang dialaminya ternyata tidak berhenti di situ saja. Pada saat bersamaan, salah satu orang tuanya meninggal. Bukan hal yang mudah bagi kita untuk membayangkan, apalagi menghadapi derita yang dialami Andrie Wongso. Andrie muda pulang ke Malang. Pada tahun 1979 kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib. Kali ini Andrie tampil sebagai seorang pelayan toko yang hanya melayani pembeli tetapi tidak bisa masuk ke dalam toko, alias setengah kuli.
 
Untuk mengisi waktu luang, Andrie muda yang semakin beranjak dewasa mendirikan sebuah perguruan kungfu bernama Hap Kun Do. Hingga akhirnya penghasilan dari melatih kungfu yang diperolehnya lebih besar daripada gaji sebagai pelayan toko. Di sinilah kembali muncul impian untuk menjadi bintang film. Andrie lalu keluar dari pekerjaannya dan berlatih kungfu secara intensif selama dua minggu, kemudian mengirimkan foto dan surat lamaran ke Hongkong. Meminjam istilah orang awam, dewi fortuna ternyata masih tidak berpihak kepadanya. Tiga bulan hidup dengan tanpa penghasilan bukan hal yang mudah untuk dilalui, sebab itu ia berusaha untuk memotivasi diri sendiri. Tiga bulan kemudian, buah karma baik menghampirinya. Andrie melamar sebagai bintang film dan diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun. Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri. Setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, dunia film bukanlah dunianya lalu dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
 
Sepulangnya ke Indonesia, dia pun memutuskan tidak akan memperpanjang kontraknya. Banyak orang menyatakan Andrie gagal karena tidak ada satu film pun yang diwakilinya sebagai bintang utama. Tetapi Andrie merasa dirinya sukses secara mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan. Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide membuat kartu ucapan kata-kata mutiara, dengan tujuan selain untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk membantu memotivasi orang lain melalui kartu ucapan. Dibantu oleh sang kekasih Haryanti Lenny (sekarang istri)maka di Tahun 1985 lahirlah Harvest. Pada awalnya bisnis ini tidak berjalan dengan mudah, berbagai macam penolakan dan hambatan selalu menghampirinya. Dimulai dari penjualan kartu secara keliling dari sebuah kamar kost, usaha tersebut berjalan sukses. Hingga saat ini Harvest telah memiliki beberapa perusahaan pendamping. Boleh dibilang Andrie Wongso sejak tahun 80-an telah menjadi seorang motivator karena produk Harvest pada awalnya berupa kartu berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk inovatif lainnya. Tahun 1992 adalah momentum bagi Andrie Wongso untuk terjun secara total dalam bidang motivasi dari hasil 'pencerahan’ yang didapatkannya setelah mempelajari Buddhisme secara lebih mendalam.
 
Dalam bidang motivation training, Andrie menggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training yang bersumber dari ajaran Buddha, yakni hukum tentang pikiran, hukum tentang perubahan dan hukum tentang sebab akibat. Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is My Right” yang lahir enam tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan Andrie Wongso tidak terbatas hanya pada kalangan Buddhis, namun sudah merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atlet dan lain-lain. Kemudian diversifikasi perusahaan pun dilakukan, merambah ke bidang holografi, perusahaan mainan, pengelola beberapa foodcourt dan untuk menaungi bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW motivation training dan AW Publising, Multimedia serta membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.
 
Sejak tahun tahun 1989, dia menjadi pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training motivasi, tidak hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan instansi. Kini, ia dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya ditambah TBS, yang artinya Tapi Bisa Sukses. Itulah Andrie Wongso, SDTT, TBS

Thursday, July 16, 2015

Biografi Soekarno (Presiden Republik Indonesia Pertama)

Soekarno (atau Sukarno), terlahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo, tepatnya tanggal 6 Juni 1901. Beliau merupakan Presiden pertama Indonesia yang menjabat pada periode 1945 sampai 1966. Soekarno merupakan seseorang yang memiliki peranan yang sangat penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Beliau merupakan penggali Pancasila dan juga merupakan seorang Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945, yang sekarang dikenal sebagai hari kemerdekaan Indonesia.

Latar Belakang Soekarno
Ketika dilahirkan, orang tuanya memberikan nama Koesno Sosrodihardjo. Namun karena beliau sering sakit Oleh karenanya ketika berumur 5 tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama soekarno diambil dari seorang panglima perang didalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama “Karna” menjadi “Karno” karena didalam bahasa Jawa huruf “a” berubah menjadi “o” sedangkan awalan “su” memiliki arti “baik”.
Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di jawa timur, tepatnya di Tulungagung. Kemudian Soekarno mendirikan Organisasi Algemene Studie Club pada tahun 1926,  di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan pada tahun 1927. Kegiatan Soekarno di PNI membuatnya ditangkap oleh Belanda pada bulan Desember tahun 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal saat itu, yaitu : Indonesia Menggugat, sampai kemudian dibebaskan kembali tanggal 31 Desember 1931. Pada tahun 1932, tepatnya bulan Juli, Soekarno telah bergabung bersama Partai Indonesia (Partindo), yaitu pecahan dari PNI. Dan kembali Soekarno ditangkap pada Agustus tahun 1933, kemudian diasingkan ke Flores. Beliau baru kembali bebas ketika masa penjajahan Jepang, yaitu pada tahun 1942.
Masa penjajahan Jepang
Pada masa awal penjajahan oleh Jepang (1942-1945), kepemerintahan Jepang awalnya tidak terlalu memperhatikan para tokoh pergerakan Indonesia khususnya dalam “mengamankan” keberadaannya di Indonesia. Hal itu terlihat pada Gerakan 3A dimana tokohnya adalah Shimizu dan juga Mr. Syamsuddin yang kurang begitu terkenal. Akan tetapi akhirnya, pemerintahan Jepang mulai memperhatikan serta sekaligus memanfaatkan para tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta serta lainnya di dalam setiap organisasi – organisasi dan juga lembaga – lembaga dengan tujuan dapat menarik hati penduduk Indonesia. Telah disebutkan di dalam berbagai organisasi seperti Pusat Tenaga Rakyat (Putera), Jawa Hookokai, PPKI dan BPUPK,  para tokoh seperti Soekarno, Hatta, K.H Mas Mansyur, Ki Hajar Dewantara serta lainnya disebut – sebut terlihat begitu aktif. Lalu kemudian para tokoh nasional tersebut bekerjasama dengan pemerintah Jepang untuk tujuan menggapai kemerdekaan Indonesia, walaupun ada pula yang melakukan sebuah gerakan bawah tanah seperti misalnya Amir Sjarifuddin dan Sutan Syahrir, mereka menganggap bahwa Jepang merupakan fasis yang sangat berbahaya. Soekarno sendiri, pada saat pidato pembukaan sebelum pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengungkapkan bahwa walaupun kita telah bekerjasama dengan Jepang, akan tetapi sebenarnya kita percaya dan juga yakin dan mengandalkan kekuatan sendiri. Beliau aktif di dalam usaha untuk persiapan kemerdekaan Indonesia, beberapa diantaranya ialah dalam merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan juga dasar dasar pemerintahan Indonesia serta termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. beliau juga sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok yang sekarang dikenal sebagai “Peristiwa Rengasdengklok”.
Tahun 1943, Hideki Tojo seorang Perdana Menteri Jepang mengundang para tokoh Indonesia yaitu Soekarno, Mohammad Hatta dan juga Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang, disana Mereka disambut langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan ketiga tokoh Indonesia itu diberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) oleh kaisar. Penganugerahan Bintang tersebut membuat kaget pemerintahan Jepang, sebab itu memberikan arti bahwa para tokoh Indonesia tersebut telah dianggap sebagai keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada tahun 1945, tepatnya bulan Agustus, beliau diundang oleh Marsekal Terauchi, yaitu seorang pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang saat itu mengatakan bahwa untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan urusan rakyat Indonesia sendiri. Akan tetapi keterlibatannya di dalam beberapa badan organisasi yang dibentuk oleh Jepang telah membuat Soekarno dituduh bekerja sama dengan jepang oleh pihak Belanda, antara lain dalam kasus romusha.
Masa Perang Revolusi
Soekarno bersama para tokoh nasional lainnya mulai untuk mempersiapkan diri dalam menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Pada saat selesainya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang (resmi), lalu juga Panitia Kecil yang terdiri dari 9 orang ((Panitia 9) yang menghasilkan Piagam Jakarta) serta beberapa Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Soekarno dan Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan juga UUD 1945. Pada saat setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, maka terjadilah Peristiwa Rengasdengklok, yaitu tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno serta Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda agar segera menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok.

Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok
Beberapa tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Singgih, Wikana dan juga Chairul Saleh. Para tokoh pemuda menuntut Soekarno dan juga Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia saat itu sedang terjadi kevakuman kekuasaan. Hal itu terjadi karena disebabkan Jepang telah menyerah serta pasukan Sekutu yang belum tiba. Akan tetapi Soekarno, Hatta dan juga para tokoh lainnya menolak karena beralasan untuk menunggu kejelasan tentang penyerahan Jepang. Alasan lainnya yang telah berkembang ialah bahwa Soekarno telah menetapkan moment yang tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yaitu akhirnya dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 yang saat itu merupakan bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini adalah tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Lalu pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan juga Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kemudian pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan sebagai presiden dan juga wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP. Kemudian pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno bisa menyelesaikan tanpa adanya pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana pada saat itu 200.000 warga Jakarta akan bentrok dengan para pasukan Jepang yang masih memiliki senjata lengkap.

pada usia 14 tahun, seorang teman ayahnya yaitu Oemar Said Tjokroaminoto telah mengajak Soekarno untuk tinggal di Surabaya lalu disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.). Pada saat di Surabaya, Beliau banyak bertemu dengan pemimpin – pemimpin Sarekat Islam,yang saat itu organisasi tersebut dipimpin oleh Tjokroaminoto. Soekarno lalu bergabung dengan sebuah organisasi, yaitu Jong Java (Pemuda Jawa). Pada saat tamat H.B.S, tepatnya pada tahun 1920, Soekarno kemudian melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat atau lulus pada tahun 1925. Pada saat di Bandung, Soekarno telah berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo serta Dr. Douwes Dekker, yang pada saat itu merupakan seorang pemimpin organisasi National Indische Partij.

Tentang Nama Soekarno
Tentang nama Soekarno,  Seperti dijelaskan diatas pada artikel ini, bahwa nama lengkap Soekarno ketika beliau lahir ialah Kusno Sosrodihardjo. Kemudian pada saat beliau kecil, beliau sering sakit – sakitan, dan menurut kebiasaan orang Jawa dahulu; kemudian oleh orang tuanya, nama beliau diganti menjadi Soekarno. Lalu pada saat hari ketika beliau menjadi Presiden R.I, ejaan dari nama Soekarno diganti sendiri olehnya menjadi Sukarno, hal itu dilakukan karena menurut beliau nama tersebut telah menggunakan ejaan dari penjajah (Belanda). Akan tetapi beliau masih menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya dikarenakan tanda tangan tersebut merupakan tanda tangan yang telah tercantum didalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tentunya tidak boleh diubah. dan sebutan akrab beliau adalah Bung Karno.
Bung Karno
Siapa Ahmad Soekarno?
Nama Soekarno terkadang ditulis Ahmad Soekarno di beberapa negara Barat. Itu terjadi karena pada saat Soekarno pertama kali pergi ke Amerika Serikat, beberapa wartawan bertanya tentang, “nama kecil Soekarno?” hal itu terjadi karena para wartawan itu tidak mengerti kebiasaan dari sebagian masyarakat di Indonesia yang biasa hanya menggunakan satu nama saja (tidak memiliki nama keluarga). Entah bagaimana awalnya, kemudian seseorang menambahkan “Ahmad” di depan nama Soekarno.
Itulah artikel tentang biografi Soekarno (Sukarno), sebenarnya masih banyak sekali yang bisa di ceritakan tentang sosok Presiden Pertama Indonesia ini. pasti akan terlalu panjang jika membahas tentang biografi soekarno hanya dalam satu artikel, mungkin dilain kesempatan akan kembali membahas tentang sosok bung karno sang proklamator Indonesia. semoga artikel biografi tokoh dunia kali ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.