Friday, February 5, 2016

Ini Dia Istilah Ngetren Pilihan Yang Perlu Kamu Ketahui

istilah ngetren
Dari tahun ke tahun, banyak netizen di dunia maya baik social media, forum, atau situs-situs yang memungkinkan dua pihak saling berkomunikasi menggunakan istilah-istilah yang mungkin bagi sebagian orang terasa aneh dan tidak biasa.

Ambil contoh pada tahun 2012 kemarin muncul istilah baru “cingcong lu coeg” yang dihembus-hembuskan oleh anak-anak Meme Comic Indonesia. Bagi anda yang tidak pernah mendengar ini pastinya akan merasa heran dengan maksud istilah tersebut.

Nah, di tahun ini, tentunya banyak sekali istilah-istilah baru yang mulai menjadi populer dan ngetren digunakan oleh banyak netizen. Kami mencoba untuk memilah-milih istilah yang bagus, tepat, dan ngetren sesuai dengan judul yang sudah saya paparkan.

Ah, daripada berpanjang lebar, langsung saja simak beberapa daftar istilah ngetren pilihan dibawah ini yang sudah kami urutkan dari abjad A – Z.
  • Ambigu

    Berasal dari Bahasa Inggris, ‘ambiguous’ yang berarti bingung, meragukan, dan tidak jelas.
  • Awesome

    Awesome adalah kosa kata yang berarti bagus atau keren.
  • Baper

    Anda pasti sudah kenal dekat dengan istilah gaul ini mengingat sudah sangat meluas penggunaannya oleh netizen. Baper adalah singkatan dari bawa perasaan.
  • Begal

    Istilah ini bermakna kurang lumrah, tapi apa boleh buat karena istilah ini juga sudah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Begal adalah peristiwa merampok, merampas, dan mengambil barang secara paksa di jalanan.
  • Coeg

    Berawal pada tahun 2012, ketika ada sebuah akun Facebook bernama “Udin Gambut Brotherhood Buronan Cabe Cabean” mencari sensasi di dunia maya dengan status-status aneh bin alay-nya. Di setiap akhir statusnya selalu diiumbuhi dengan kata “coeg” yang maksudnya adalah “bro” atau “men”, dan sebagainya. Tapi kata “coeg” ini diyakini terbentuk berasal dari kata “cuk” yang bermakna sama seperti yang sudah dijelaskan tadi khas Jawa Timur-an.
  • Comel

    Dalam KBBI, comel berarti kecil manis, mungil, dan cantik. Tepat sekali digunakan untuk memanggil anak perempuan kecil yang imut.
  • Dafuq
    Berasal dari dua kata, “The F*ck” yang berarti “apa!?” dengan nada kaget. Tapi penggunaan kata ‘dafuq’ ini digunakan tanpa adanya rasa ofensif atau penyerangan.
  • Ekspektasi
    Sebenarnya istilah ini berasal dari kata ‘expectation’ dalam bahasa Inggris yang berarti harapan atau keinginan.
  • Frontal

    Frontal artinya adalah blak-blakan atau transparan, tidak ditutup-tutupi melainkan apa adanya.
  • Gabut

    Istilah ini lumayan populer belakangan ini. Ringkas saja, artinya bosan atau tidak ada kerjaan. Selengkapnya di istilah gabut lebih detil.
  • Galau

    Istilah ini ngetren sekali di tahun 2013. Mungkin kita lebih mengenal istilah ini yang berarti sedih, murung, atau gelisah. Tapi sesungguhnya kata ‘galau’ berarti keramaian. Jadi ternyata selama ini kita mengartikannya salah kaprah, ya?
  • Intervensi

    Istilah ini bermakna mencampuri suatu masalah atau perselisihan.
  • Julit

    Julit sering diucapkan untuk menyebut orang yang memiliki sifat childish atau kekanak-kanakan, baik karena suka caper (cari perhatian) atau membaut orang sebal.
  • Kepo

    Istilah ini juga pernah sekali populer, khususnya di tahun 2013-2014. Arti dari kepo adalah rasa ingin tahu berlebih, tapi biasanya tidak penting.
  • Kimcil

    Untuk istilah ini singkat saja, inti pengertiannya adalah perempuan ABG yang berperilaku sok imut, centil, dan kemayu. Banyak yang mencoba menafsirkan arti epistemologis kimcil itu sendiri. Ada juga yang mengatakan bahwa itu sebenarnya singkatan.
  • Mainstream

    Istilah ini tidak dapat anda temukan di KBBI, tapi jika anda mengartikan kata tersebut dengan cara memecahnya secara filologis, dapat diperoleh komposisi kata “main” dan “stream”. Anda dapat mengartikan bahwa mainstream berarti sungai yang umum atau pokok, jika disederhanakan lagi akan berarti “keumuman” atau “kelumrahan”. Sehingga, dibalik istilah ini juga muncul istilah anti-mainstream, yang berarti “tidak umum”.
  • Melting

    Melting secara harfiah bermakna ‘meleleh’. Sering digunakan saat anda merasa terjerat dalam senang sehingga anda merasa seperti meleleh.
  • Milad

    Milad berarti waktu atau hari kelahiran.
  • Modus

    Modus berarti cara untuk mencapai maksud tertentu. Biasanya dikaitkan dengan tujuan buruk misalnya modus mengantarkan cewek pulang agar mau menjadi pacarnya, modus meminta bantuan agar bisa dekat-dekat dengan si doi, dan lain sebagainya.
  • Move On

    Istilah ini juga tak kalah ngetrennya. Move on dalam bahasa inggris berarti terus bergerak atau meninggalkan masa lalu. Sering diungkapkan setelah diputus oleh kekasih agar ‘move on’, maksudnya adalah agar meninggalkan masa lalunya dan mencari kehidupan baru lagi.
  • Naif

    Anda dapat menemukan arti istilah ini di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Makna dari istilah ini adalah “bodoh”, “celaka”, “miris”, atau “tidak masuk akal”.
  • Paradoks

    Paradoks adalah pernyataan yang tampaknya benar tapi ternyata salah, ataupun sebaliknya. Contohnya anda menganggap saya orang baik, tapi kenyataannya saya adalah orang yang buruk.
  • Stalking

    Stalking adalah aktivitas secara sembunyi-sembunyi memerhatikan atau mengintip akun profil seseorang. Misalnya anda naksir dengan mbak A, kemudian anda melihat-lihat profilnya di Facebook untuk mengetahui lebih lanjut tentang dirinya. Itulah yang dinamakan dengan stalking.
  • Verifikasi

    Verifikasi adalah istilah yang berarti memeriksa kebenaran suatu perihal.
  • Waifu

    Ini adalah istilah yang marak dan populer di kalangan pecinta anime. Asal-usul kata waifu berasal dari istilah wifedalam bahasa inggris yang dibaca dengan pelafalan Bahasa Jepang sehingga menghasilkan kata tersebut. Waifu kerap digunakan untuk menyebut istri khayalan tapi dalam bentuk 2D oleh kalangan netizen. Entah apa motifnya memilih istri khayalan, atau mungkin lantaran tidak punya pacar ya?
Masih terdapat banyak sekali istilah yang ngetren namun tidak dapat kami telisik lebih lanjut karena kami memang sengaja memilih beberapa saja. Jika diteruskan hingga istilah yang lain, maka daftar istilah ini bisa panjang sekali. Untuk sementara ini dulu. Terimakasih banyak!

Wednesday, February 3, 2016

Istilah Dalam Bahasa Indonesia yang Terbentuk Secara Unik

Istilah Dalam Bahasa Indonesia yang Terbentuk Secara Unik
Istilah, kata, dan bahasa senantiasa terbentuk karena adanya adaptasi. Hal itu dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat pada suatu wilayah. Katakanlah di Indonesia. Banyak istilah dari Indonesia yang memunculkan istilah baru karena sejarah dan asal-mula yang unik. Contohnya saja kata jerigen. Anda pastinya tau apa yang dimaksud dengan jerigen atau jeriken?

Jerigen itu sejenis tempat atau wadah untuk menampung bensin, air, ataupun larutan lainnya. Biasanya kuat menampung sekitar 20 liter-an. Pernahkah anda membayangkan bahwa sebenarnya istilah ini terbentuk dari Bahasa Inggris, Jerry Can? Istilah tersebut mengalami simplifikasi pengucapan atau sering disebut dengan adaptasi bahasa. Karena masyarakat Indonesia susah mengucapkan ‘jerry can', maka lama kelamaan mereka menyebutnya jerigen atau jeriken.

Adapun pembentukan istilah-istilah tersebut dikarenakan misheard (salah dengar), salah pemaknaan, dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan istilah lainnya di Indonesia? Kami berhasil mengumpulkan beberapa istilah beserta origin atau asal-muasalnya. Meskipun hanya sedikit, kami juga berharap pembaca juga mau membagikan pengalaman serta pengetahuannya tentang topik ini jika berkenan. Langsung saja simak di istilah bahasa indonesia yang terbentuk secara lucu dan unik:

Kutang = Coutant

Pastinya anda sudah tahu apa arti dari istilah ini. Ada sebuah anekdot yang terjadi pada masa penjajahan dulu, yaitu ketika orang Belanda mempekerjakan orang-orang pribumi untuk membuat proyek jalan di Semarang, yaitu jalan Anyer-Panarukan.

Dulunya, kebanyakan orang pribumi bekerja rodi tanpa menggunakan pakaian, baik pria maupun wanita, sehingga membuat Don Lopez, koordinator pekerjaan jalan tersebut merasa iba dan tergugah untuk memotong-motong kain putih demi menutupi para pekerja wanita yang membiarkan benda berharganya menggelambir.

Mendekati para pekerja wanita, Don Lopez memberikan kain itu seraya berkata, “Tutuplah benda berharga itu!”, dalam bahasa Belanda dia mengatakan, “Coutant!”

Para pekerja wanita itu pun bingung dengan apa yang dimaksudkannya, tapi si komandan tetap berusaha menjelaskan dengan berkata, “Coutant, coutant!” sambil menunjuk-nunjuk kain yang dia potong itu. Mereka pun akhirnya paham dan menerima kain itu untuk menutupi barang berharganya. Sejak saat itulah, istilah tersebut. Cerita ini dikutip dari sebuah novel berjudul Pangeran Diponegoro karya Remy Sylado.

Jerigen = Jerry Can

Seperti yang sudah disinggung di mukadimah, Jerry Can adalah wadah yang digunakan untuk mengisi air maksimal 20 liter. Asal mula Jerry Can berawal dari orang-orang Jerman yang kerap menggunakan benda ini. Dahulu namanya adalah Wehrmachtskanisters.

Seiring perkembangan dan menyeruaknya benda ini ke wilayah lain, termasuk di negara berbahasa Inggris, orang Inggris menyebutnya dengan nama ‘Jerry Can’ agar mudah ketimbang harus menyebut istilah aslinya yang sangat panjang dan rumit bagi orang Inggris. Kata ‘Jerry Can’ sendiri terbentuk dari dua kata dasar yakni, ‘Jerry’, istilah untuk merujuk ke orang Jerman, dan ‘Can’ berarti kaleng.

Bengkek = Backache

Bengkek adalah istilah dalam Bahasa Jawa yaitu sejenis penyakit tulang punggung yang diakibatkan lanjut usia ataupun karena terlalu sering beraktivitas. Nah, bisa dinalar kan kalau istilah ini? Kenapa backache dari bahasa inggris bisa menjadi bengkek? Mungkin karena saat itu orang-orang Jawa mencontoh orang Inggris ketika mengatakan ‘backache’ saat sakit punggung. Karena kesulit melafalkan istilah dalam bahasa inggris, akhirnya mengadaptasikan istilah tersebut agar sesuai dengan lidah Jawa, yaitu ‘bengkek’.

Toko Kelontong = Bunyi Klontong

Istilah ini mungkin bukan berasal dari luar negeri, tapi memiliki asal-usul yang unik, jadi saya sertakan sekalian.

Ada sebuah cerita masyarakat mengapa istilah toko kelontong bisa terbentuk. Pada zaman dahulu, orang tionghoa sering berdagang dengan menggunakan gerobak yang ditarik oleh sapi atau kerbau. Dagangannya ini hampir serba lengkap. Alat-alat untuk keperluan sehari-hari, makanan termasuk buah-buahan dan sayuran.

Untuk kedatangannya dapat dikenali, penjual sembako itu pun mengalungkan lonceng di leher kerbau sehingga menghasilkan bunyi ‘klontong, klontong’ setiap kerbau berjalan. Nah, sejak saat itulah bunyi ‘klontong’ digunakan untuk merujuk pada dagangan sembako serba ada, hingga dijadikan istilah resmi dalam bahasa indonesia, yaitu ‘kelontong’.

Monday, February 1, 2016

Perkembangan Seni Drama

Dalam postingan kali ini, akan diuraikan sejarah perkembangan karya sastra berbentuk drama. Seperti kita ketahui bahwa cikal bakal seni drama ditemukan pada dinding piramida Mesir, 3500 Sebelum Masehi. Di situ terlukis, seorang pendeta berdiri di antara para jemaah. Wajahnya bertopeng. Sementara itu, tubuhnya berayun seperti tengah menceritakan sesuatu. Rupanya pendeta Mesir Kuno itu sedang melukiskan keagungan Sang Pencipta Langit dan Bumi. Ia memanfaatkan seni peran dalam menyampaikan ajarannya.

Pertunjukan drama yang lengkap, ditemukan pertama kali di Yunani, tahun 534 SM. Sebagai penghormatan para Dewa Dionisius, bangsa Yunani membuat upacara keagamaan yang berupa seni pertunjukkan. Pemerannya hanya seorang. Sang aktor berakting dan memerankan beberapa karakter sekaligus. Ia didampingi oleh grup paduan suara sekitar 50 orang. Sesekali, sang aktor melakukan dialog dengan mereka. Upacara keagamaan seperti ini lalu merupakan suatu tradisi. Seni drama di Yunani berkembangn pesat. Cerita yang terkenal hingga sekarang, salah satunya, Oedipus.

Pada zaman Romawi, cerita-cerita yang populer adalah cerita-cerita komedi. Mereka biasa mementaskannya di hari-hari libur atau hari besar. Para aktor dan aktrisnya tak lain adalah budak-budak. Para kator bertanggung-jawab pada majikan yang memberikan mereka peran. Tak hanya berakting, mereka juga menyanyi dan menari, menceritakan cerita komedi.
Tahun 1976, aktor dan penulis drama Perancis, Pierre de Beaumarchais menulis Le Mariage de Figaro (Perkawinan Figaro). Drama komedi ini penuh dengan kritik-kritik tajam; mengulas bagaimana kekejaman para bangsawan terhadap rakyatnya. Banyak drama lainnya yang ditentang Raja Louis XVI dan kemudian menjadi picu penggerak Revolusi Perancis (1789 – 1799).
Drama-drama sosial kemudian mulai tumbuh di abad 19. Seni drama tak lagi milik para bangsawan atau golongan menengah atas, melainkan milik rakyat kecil. Cerita yang diceritakan pun  mengacu pada nasib si miskin. Di dalam negeri, seni drama menjadi wadah mengungkapkan kritik pada penguasa. Tak hanya grup drama tradisional dan profesional, namun juga oleh mahasiswa di kampus-kampus.

Seni drama tradisional, khususnya, berkembang hampir di seluruh pelosok daerah dengan beragam variasi dan bentuk. Namanya pun berbeda-beda menurut daerah asal dari seni itu lahir. Di antaranya adalah wayang dan ketoprak dari Jawa Tengah, Lenong dari Jakarta, Randai dari Sumatera Barat, dan lain-lain.

Dram-drama yang berkembang di dunia Barat, yang kemudian disebut drama modern. Drama-drama itu masuk ke Indonesia sekitar tahun 1900 bersamaan dengan masuknya penjajah Portugis dan Belanda. Drama-drama yang dimaksud berupa opera, tambul, dan komedi bangsawan.
Sebelum perang kemerdekaan, munculnya penulis drama romantik yang terkenal, seperti Rustam Effendi, Muhammad Yamin, Sanusi Pane, dan Armijin Pane. Tulisan Drama yang terkenal pada waktu itu antara lain:
a.    Bebasari karya Rustam Effendi
b.    Ken Arok dan Ken Dedes karya Muhammad Yamin
c.    Airlangga karya Muhammad Yamin
d.    Kertajaya karya Sanusi Pane
e.    Manusia Baru karya Sanusi Pane
f.    Lenggang Kencana karya Armijn Pane

Sesudah perang kemerdekaan, terjadihlah penyederhanaan penulisan drama dalam hal gaya bahasa, pembabakan dan dialog. Muncullah penulis drama yang terkenal pada masa ini seperti Usmar Ismail (yang kemudian dikenal sebagai pelopor perfilman Indonesia), Dr. Abu Hanifah (dengan nama samaran El Hakim), Idrus, Amal hamzah dan Aoh.

Sesudah tahun 1966 perkembangan drama semakin pesat, terutama setelah Dewan Kesenian Jakarta membuat tradisi lomba penulisan drama, sehingga muncul drama radio, drama panggung (teater), drama televisi, dan lain-lain.