Wednesday, August 31, 2016

Menuju Demokrasi Terpimpin

Siapakah tokoh di balik Demokrasi Terpimpin? Bagaimanakah kondisi negara setelah berlakunya sistem Demokrasi Terpimpin? Berikut penjelasannya. 

Demokrasi Terpimpin adalah bentuk demokrasi yang dijalankan oleh pemerintahan Indonesia setelah era Demokrasi Liberal. Demokrasi Terpimpin adalah salah satu gagasan dari Ir. Soekarno sebagai solusi untuk keharmonisan lembaga-lembaga negara, karena Demokrasi Liberal yang adalah produk Barat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Era Demokrasi Terpimpin di Indonesia berlangsung setelah keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Diterbitkannya Dekrit Presiden kemudian disertai dengan beberapa kebijakan lainnya yang dikeluarkan oleh Ir. Soekarno, di antaranya:
Pembentukan MPRS
Sesuai dengan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Presiden Soekarno memiliki kewenangan untuk membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Seluruh anggota MPRS tidak dipilih melalui mekanisme pemilihan umum, tetapi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan 3 syarat, yaitu:
a) Setuju kembali kepada UUD 1945.
b) Setia kepada perjuangan Republik Indonesia.
c) Setuju kepada manifesto politik.

Dalam masa kerjanya, MPRS melakukan beberapa keputusan melalui sidangnya, yakni:
1) Penetapan manifesto politik RI sebagai bagian dari Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
2) Penetapan Garis-Garis Besar Pembangunan Nasional Berencana Tahap I. 
3) Menetapkan Presiden Soekarno sebagai Presiden seumur hidup.

Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
DPAS dibentuk oleh Presiden Soekarno dan diketuai langsung oleh Presiden dengan wakil ketuanya, Ruslan Abdul Gani.

Pembentukan Kabinet Kerja
Kabinet Kerja dipimpin oleh Presiden Soekarno sebagai Perdana Menteri dan Ir. Djuanda sebagai Menteri Pertama.

Pembentukan Front Nasional
Front Nasional adalah lembaga ekstra parlementer yang dibentuk dengan tujuan:
a) Menyelesaikan revolusi nasional Indonesia.
b) Melaksanakan pembangunan semesta nasional.
c) Mengembalikan Irian Jaya ke wilayah Republik Indonesia.

Penataan Organisasi Hankam dan Penyederhanaan Partai Politik
Penataan organisasi pertahanan/keamanan ditandai dengan digabungkannya TNI dan Polri ke dalam satu organisasi, yakni ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Sementara untuk partai-partai politik yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan akan dibubarkan.

Penyederhanaan Ekonomi
Melakukan devaluasi mata uang rupiah, yaitu penurunan nilai mata uang yang beredar di masyarakat atau dikenal juga dengan sebutan sanering. Presiden juga membentuk beberapa lembaga ekonomi, seperti Depernas (Dewan Perancang Nasional) dan Badan Musyawarah Pengusaha Swasta Nasional.

Di awal bergulirnya sistem Demokrasi Terpimpin, sebagian besar masyarakat masih memandangnya sebagai hal positif. Pandangan ini dilatarbelakangi beberapa hal, yaitu:
  • Pada masa Demokrasi Liberal, sistem pemerintahan terpecah belah karena masing-masing individu hanya mementingkan kekuasaan partainya di atas kepentingan rakyat.
  • Kembalinya konstitusi ke UUD 1945 yang dinilai lebih jelas bagi kelangsungan negara dan sesuai dengan cita-cita perjuangan bangsa.
  • Ide pembentukan lembaga tertinggi negara dan lembaga negara (MPRS dan DPAS) yang diharapkan memberi solusi untuk harmonisasi hubungan lembaga pemerintahan.

Namun, dalam perjalanannya, Demokrasi Terpimpin mewujud sebagai sentralisasi keputusan kepada satu sosok, yaitu Ir. Soekarno yang menjabat sebagai Presiden. Berbagai penyimpangan pun terjadi semasa Demokrasi Terpimpin, misalnya:
  1. Pembubaran DPR hasil Pemilu 1955 dan pengangkatan Ir. Soekarno sebagai Presiden RI seumur hidup oleh MPRS.
  2. Pengumuman ajaran Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis).
  3. Politik luar negeri Indonesia dari bebas aktif tanpa memihak blok (non-blok) menjadi politik konfrontatif dengan ambil bagian di OLDEFO (Old Established Forces) dan NEFO (New Emerging Forces).

RANGKUMAN
  1. Demokrasi Terpimpin adalah bentuk demokrasi yang dijalankan oleh pemerintahan Indonesia setelah era Demokrasi Liberal. Demokrasi Terpimpin adalah salah satu gagasan dari Ir. Soekarno sebagai solusi untuk keharmonisan lembaga-lembaga negara.
  2. Dalam perjalanannya, Demokrasi Terpimpin mewujud sebagai sentralisasi keputusan kepada satu sosok, yaitu Ir. Soekarno yang menjabat sebagai Presiden. Berbagai penyimpangan pun terjadi semasa Demokrasi Terpimpin.

Hasil Pengindraan Jauh

Pengidraan jauh merupakan salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk melihat suatu obyek yang jauh, dan hasil dari pengindraan jauh adalah citra. Untuk lebih memahami mengenai hasil pengindraan jauh mari kita simak pembahasan berikut ini.

Proses pengindraan jauh memberikan keluaran atau hasil yang disebut citra, yaitu gambaran yang tampak dari suatu obyek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman oleh suatu alat pemantau. Kelengkapan informasi yang disajikan pada citra pengindraan jauh merupakan daya tarik tersendiri bagi para ilmuwan dan peneliti dari berbagai bidang keahlian untuk dapat memanfaatkan secara sendiri (monodispliner) atau gabungan beberapa bidang (multidispliner). Jika dibandingkan dengan survei lapangan, pengindraan jarak jauh jelas lebih unggul dan bermanfaat bagi pengkajian dan pengelolaan wilayah atau sumber daya alam. Survei lapangan memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar jika dibandingkan dengan pengindraan jarak jauh. Selain itu, data yang dihasilkan pengindraan jauh lebih valid.

Beberapa keistimewaan citra pengindraan jauh dapat dirinci sebagai berikut:
  • Menyajikan gambaran obyek secara lengkap dengan kenampakan yang nyata sesuai keadaan di lapangan.
  • Waktu pembuatan relatif cepat.
  • Biaya relatif murah dibandingkan pengukuran langsung di lapangan.
  • Dapat digunakan untuk memonitor obyek lapangan, seperti informasi banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, dan bencana alam lainnya.
  • Lebih sesuai digunakan untuk daerah yang sarana perhubungannya kurang baik dan sulit untuk dijangkau, seperti hutan, pegunungan, atau daerah rawa.

Secara umum, citra yang dihasilkan pengindraan jauh dapat dibedakan atas:
1)  Citra Foto 
    Dalam pengindraan jauh, citra foto sering disebut dengan ‘foto udara’ atau ‘potret udara’. Citra foto dapat dibedakan berdasarkan:

Pertama, Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
Penggunaan spektrum elektromagnetik dapat menghasilakan foto yang berbeda-beda, yakni:

Foto ultraviolet, merupakan foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet. Spektrum yang dapat digunakan untuk pemotretan saat ini adalah spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.
Foto ortokromatik, dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru (0,4 - 0.5 mikrometer) hingga saluran hijau (0.56 mikrometer). Foto ini dapat digunakan untuk mendeteksi dasar perairan untuk kegiatan pelayaran.
Foto pankromatik, dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak mata, mulai dari warna merah hingga ungu. Foto pankromatik baik untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan akibat banjir maupun penyebaran air tanah dan air permukaan. 
Foto inframerah asli (true infrared photo)
Dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat (0,9 - 1,2 mikrometer). Foto inframerah asli baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman yang sehat atau yang sakit.
Foto inframerah berwarna
Disebut juga foto berwarna semu. Filmnya dikembangkan untuk kepentingan militer (camouflage detection film).
Foto inframerah modifikasi
Menggunakan spektrum inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak (0,7 - 0,9 mikrometer), ditambah saluran hijau dan merah.

Kedua, Sumbu Kamera
Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi sebagai berikut:
Foto vertikal, apabila sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi termasuk apabila sumbu kamera condong 1°-4°.
Foto condong, apabila sumbu kamera menyudut 10° terhadap permukaan bumi. Foto condong masih dibedakan lagi menjadi foto agak condong (low oblique photograph) yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada foto, serta foto sangat condong (high oblique photograph) yakni jika pada foto tampak cakrawalanya.

Ketiga, Warna yang Digunakan
Foto berwarna semu (false colour), warna obyek tidak sama dengan warna foto. Misalnya, vegetasi yang berwarna hijau, akan tampak merah pada foto.
Foto warna asli (true colour), obyek yang terekam pada foto akan menampakan warna sama dengan aslinya.

Keempat, Sistem Wahana
Foto udara, yakni foto yang direkam dari pesawat atau balon udara. 
Foto satelit atau foto orbital, yaitu foto yang direkam melalui satelit yang mengelilingi bumi.

2)  Citra Non-Foto
   Citra non-foto merupakan citra yang direkam melalui sensor bukan kamera. Citra ini dapat dibedakan berdasarkan:
a) Sensor
    Berdasarkan sensor yang digunakan citra non-foto terbagi atas:
    • Citra Tunggal, sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor tunggal dengan saluran lebar.
   • Citra Multi Spektral, sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor jamak multisaluran dengan saluran sempit.

b) Wahana
     Berdasarkan wahana yang digunakan, citra non-foto dapat dibedakan atas:
     • Citra Dirgantara (Airborne Image), yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara (dirgantara). 
     • Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image), yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. Citra ini dibedakan lagi atas penggunaannya, yaitu citra satelit untuk pengindraan planet, citra satelit untuk pengindraan cuaca, citra satelit untuk pengindraan sumber daya bumi, serta citra satelit untuk pengindraan laut.

RANGKUMAN
  1. Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data sumber daya alam dan lingkungan.
  2. Karakteristik yang tergambar pada citra dan digunakan untuk mengenali objek disebut unsur interpretasi citra yang meliputi: rona/warna, ukuran, bentuk, pola, tekstur, bayangan, situs, asosiasi, dan konvergensi bukti.


Langkah-Langkah Menulis Teks Cerita Sejarah

Penulisan teks cerita sejarah dilakukan agar generasi sebuah bangsa dapat melihat sejarah masa lampau yang dialami untuk menjadi koreksi dan perbaikan di masa yang akan datang. 
Contoh 1:
 Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Pada tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom sehingga Jepang menyerah kepada Amerika dan sekutu. Lima hari kemudian Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat bertemu dengan Marsekal Terauchi wakil dari Jepang. Pada hari itu didapatkan kepastian Indonesia dapat merdeka dalam beberapa hari. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu tanggal 15 Agustus 1945, sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan. Para pemuda pejuang pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 menculik Soekarno, Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok. Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.

Paragraf di atas merupakan Orientasi.
Dari orientasi yang ada, langkah selanjutnya menggali informasi dengan mengidentifikasi masalah. Kita dapat mengindentifikasi dengan menjawab beberapa pertanyaan memakai yang berhubungan dengan teks misalnya:
  1. Peristiwa yang terjadi adalah Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
  2. Yang terlibat dalam peristiwa itu adalah Soekarno, Hatta, Radjiman Wedyodiningrat, Marsekal terauchi, dan anggota PPKI.
  3. Peristiwa detik-detik proklamasi diadakan pada Bulan Agustus.
  4. Peristiwa itu terjadi di Indonesia
  5. Peristiwa itu terjadi karena Indonesia ingin memproklamasikan kemerdekaannya
  6. Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 sekaligus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Contoh 2:
Perhatikan paragraf di bawah ini !
Sunan Drajat, salah satu tokoh wali songo penyebar agama Islam di Pulau Jawa peninggalannya dilestarikan oleh Pemerintah Daerah Lamongan berupa Musium Sunan Drajat. Terletak disebelah timur Makam. Musium ini diresmikan pada tanggal 1 maret 1992. Pembangunannya mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur. Pada tahun 1992 mengadakan pemugaran Cungkup dan pembangunan Gapura Paduraksa. Pada tahun 1993 dilanjutkan dengan pemugaran Masjid Sunan Drajat. Sampai pada tahun 1994 membangun pagar kayu berukir, renovasi paseban, bale rante serta Cungkup Sitinggil. Tepat pada tanggal 14 Januari 1994 Gubernur Jawa Timur M. Basofi Sudirman meresmikan renovasi tersebut.

Paragraf di atas merupakan Orientasi
Dari orientasi yang ada, langkah selanjutnya menggali informasi dengan menulis kronologi peristiwa.
Sejarah Pembangunan “Museum Sunan Drajat” salah satu tokoh wali songo penyebar agama islam di Pulau Jawa. Pada tahun :
Tahap I 1992 : pemugaran cungkup dan pembangunan gapura paduraksa
Tahap II 1993 : pemugaran masjid Sunan Drajat
Tahap III 1994 : pembangunan pagar kayu berukir, renovasi paseban, bale rante serta cungkup sitinggil. 

Langkah Terakhir, setelah kita menganalisis struktur teks cerita sejarah memakai analisis identifikasi atau analisis kronologi, kita dapat menulis ulang teks cerita sejarah dengan memakai bahasa kita sendiri sesuai analisis struktur paragraf yang sudah kita lakukan pada langkah sebelumnya. Tahapan ini dinamakan reorientasi.

Point-Pont Penting
  1. Teks cerita sejarah merupakan sebuah wacana yang berisi sejarah/ asal-usul sebuah kejadian yang dianggap penting dan membawa perubahan besar dalam sebuah perkembangan masyarakat di dunia.
  2. Langkah-langkah menulis teks cerita sejarah dapat dilakukan dengan : 

             a. Orientasi : Mengenalkan teks peristiwa sejarah 
             b. Menganalisis urutan peristiwa : dapat dilakukan dengan 
                 • Mengidentifikasi masalah (Urutan peristiwa identifikasi) 
                 • Menulis kronologi kejadian dengan tahapan-tahapan (Urutan peristiwa kronologi) 
             c. Reorientasi : menulis ulang teks cerita sejarah dengan memakai bahasa kita sendiri sesuai 
                 analisis struktur paragraf yang sudah kita lakukan pada langkah sebelumnya. 

Menulis Teks Cerita Sejarah

Kali ini kita akan mempelajari cara menulis teks cerita sejarah. Seperti kita ketahui teks cerita sejarah bersumber dari media tulis dan nontulis. Media tulis dapat berupa teks wacana sedangkan media nontulis dapat berupa prasasti, monumen, candi, foto, video, dsbnya.
Perhatikan gambar di bawah ini!

Cobalah amati kelas kalian ketika belajar di sekolah. Pastinya kalian akan mendapati gambar Burung Garuda terpasang rapi diapit oleh gambar presiden dan wakil presiden.

Gambar Pancasila di atas bila kita susun menjadi teks cerita sejarah akan memiliki banyak judul cerita. Contohnya “Sejarah Lahirnya Pancasila”, “Sejarah Semboyan Bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’ ”, dan sebagainya. Lantas bagaimanakah cara menulis teks cerita sejarah yang tepat? 

Marilah kita cermati contoh-contoh di bawah ini!
Contoh 1:
Sejarah Lahirnya Pancasila
Sejarah lahirnya pancasila sebagai dasar negara Indonesia didasari oleh pernyataan UUD 1945 alenia ke-4. :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Sebagai dasar negara Indonesia, tidak hanya sekali dua kali pancasila hampir diruntuhkan dari bumi pertiwi. Peristiwa yang paling dahsyat terjadi pada tanggal 30 September 1965. Tewasnya tujuh pahlawan revolusi menjadi sejarah abadi Bangsa Indonesia bahwa Pancasila memang tidak mudah untuk digulingkan. Dengan darah ribuan rakyat Indonesia Pancasila mampu menunjukkan kesaktiannya. Kini setiap tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari Kesaktian Pancasila.

Teks cerita sejarah di atas dapat ditulis ulang dengan cara mencari tema paragraf ke II. Mengapa paragraf kedua? Karena pada paragraf kedua berisi analisis teks.
Paragraf I : Orientasi (Pengenalan)
Paragraf II : Analisis dengan cara:
      a. Urutan Peristiwa Identifikasi
      b. Urutan Peristiwa Kronologi
Reorientasi (Menulis ulang memakai bahasa sendiri)
Hari lahir dan kesaktian Pancasila sebagai dasar negara diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Contoh 2:
Perhatikan paragraf di bawah ini !
Tokoh Nasionalisme Indonesia yang paling berjasa salah satunya adalah Gajah Mada. Gajah Mada seorang Panglima perang yang mengantarkan Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan pada 1313. Dengan Sumpah Palapanya, Gajah Mada berhasil menyatukan nusantara Indonesia. Jasanya yang paling besar bagi Kerajaan Majapahit ialah memberantas Pemberontakan Ra Kuti dan menyelamatkan Prabu Jayanegara. 

Teks cerita sejarah dapat ditulis memakai frasa nomina dan verba.
  • Frasa Nomina ialah kalimat yang memakai susunan kata benda.
  • Tokoh Nasionalisme Indonesia yang paling berjasa salah satunya adalah Gajah Mada. 
  • Frasa Verba ialah kalimat yang memakai susunan kata kerja.
  • Gajah Mada seorang Panglima perang yang mengantarkan Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan pada 1313. Dengan Sumpah Palapanya, Gajah Mada berhasil menyatukan nusantara Indonesia.
  • Jasanya yang paling besar bagi Kerajaan Majapahit ialah memberantas pemberontakan Ra Kuti dan menyelamatkan Prabu Jayanegara. 

Point-Point Penting
  1. Teks cerita sejarah dapat ditulis ulang sesuai langkah-langkah penulisan teks cerita sejarah yaitu orientasi (pengenalan), analisis (urutan peristiwa identifikasi atau kronologi), dan reorientasi (menulis ulang).
  2. Teks cerita ulang dapat ditulis dengan memakai frase nomina (kata benda) dan frase verba (kata kerja)

Membandingkan Dua Teks Cerita Sejarah

Saat menonton televisi, acara apa yang lebih kamu sukai: berita atau film?
Kemukakan alasanmu dengan menunjukkan kekurangan dan kelebihan dari setiap acara tersebut.
Jika kamu dapat mengajukan alasannya secara jelas dan argumentatif, kamu telah membandingkan dua hal yang berbeda, yaitu berita dan film. Kegiatan membandingkan seperti itu tidak hanya dilakukan untuk menilai sesuatu secara asal-asalan. Kamu dapat melatih daya kritis untuk melihat persamaan dan perbedaan di antara kedua hal yang sedang kamu bandingkan.
Begitu pula saat membaca suatu teks. Kemampuan membandingkan dua buah teks harus dimiliki untuk melatih kemampuan analisis berdasarkan argumentasi yang kuat. Pada mater ini, kamu akan mempelajari langkah-langkah membandingkan dua buah teks cerita sejarah. Simak pembahasan berikut ini!

Membandingkan Dua Teks Cerita Sejarah
Membandingkan dua teks cerita sejarah berarti mencari persamaan dan perbedaan di antara dua teks cerita sejarah berdasarkan parameter tertentu. Parameter adalah patokan atau tolok ukur perbandingan. Saat membandingkan dua teks cerita sejarah, parameter yang digunakan adalah struktur teks cerita sejarah, gaya bahasa yang digunakan, dan isi teks cerita sejarah. Tujuan membandingkan dua teks cerita sejarah adalah untuk menilai persamaan dan perbedaan kedua teks sehingga melatih daya kritis saat membaca dan menganalisis dua teks cerita sejarah.

Pertama, dilihat dari strukturnya, teks cerita sejarah umumnya memiliki struktur sebagai berikut:
1. Judul,yaitu kata atau frasa kunci yang mewakili keseluruhan isi teks cerita,
2. Orientasi, yaitu paragraf pembukaan yang mengantarkan pada isi,
3. Rangkaian peristiwa, yaitu paragraf yang berisi rekaman sejarah;
4. Reorientasi, yaitu paragraf yang menutup teks cerita.

Kedua, berdasarkan gaya bahasanya, aspek-aspek yang dapat dibandingkan adalah penggunaan kata, istilah, dan ungkapan di dalam kedua teks. Kita dapat melihat, apakah kata, istilah, dan ungkapan yang digunakan dalam kedua teks merupakan istilah khusus sejarah yang maknanya dapat dimengerti dengan mudah atau tidak. Pemahaman terhadap makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks cerita sejarah bergantung pada banyaknya membaca, termasuk membuka kamus.

Ketiga, parameter terakhir yaitu isi teks cerita sejarah. Membandingkan dua teks sejarah dapat dilihat berdasarkan isi teks tersebut. Hal yang perlu dilakukan adalah menginterpretasi isi kedua teks sejarah dengan saksama agar diperoleh persamaan dan perbedaan isi di antara kedua teks yang dibandingkan.

Secara sederhana, ketiga parameter tersebut dapat dilihat pada langkah-langkah membandingkan dua teks cerita sejarah berikut.
  1. Membaca kedua teks cerita sejarah yang akan dibandingkan secara saksama;
  2. Menandai dan mencatat kata, istilah, dan ungkapan yang tidak dimengerti pada kedua teks tersebut;
  3. Mencari makna kata, istilah, dan ungkapan yang tidak dimengerti dari kedua teks dengan menggunakan kamus;
  4. Membuat parameter perbandingan yang terdiri atas struktur isi teks, gaya bahasa, dan isi teks;
  5. Menganalisis persamaan dan perbedaan dari kedua teks cerita sejarah berdasarkan parameter yang telah dibuat;
  6. Membuat simpulan berdasarkan persamaan dan perbedaan tersebut.

Bacalah dua teks cerita sejarah berikut ini!
Teks 1
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pertama di Indonesia. Kerajaan yang terletak di Lembah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, ini berdiri pada abad ke-5 Masehi. Nama Kutai sendiri diambil dari nama daerah tempat ditemukannya prasasti Kutai. Prasasti tersebut berupa tujuh yupa yang berisi tulisan mengenai sejarah kerajaan Hindu pertama tersebut. Tulisan pada yupa merupakan pahatan yang menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa.
Prasasti Kutai berisi silsilah raja-raja Kutai. Raja terkuat Kutai adalah Mulawarman yang diyakini merupakan orang Indonesia asli. Hal tersebut dibuktikan dengan nama kakeknya yang menggunakan nama Indonesia pula, yaitu Kudungga. Namun, Kudungga belum menganut Hindu. Ajaran Hindu baru dikenal saat kerajaan tersebut dikuasai oleh Aswawarman. Aswawarman juga dianggap sebagai wamsakarta atau pendiri keluarga raja.
Ajaran Hindu masuk ke kerajaan Kutai sebagai pengaruh dari India. Pada masa Aswawarman dikenal upacara Vratyastoma yang dilakukan saat seseorang masuk ajaran agama Hindu. Setelah melakukan upacara Vratyastoma, orang tersebut kemudian memiliki kasta sebagai penanda status sosialnya. Upacara tersebut juga menunjukkan pengaruh brahmana di Kutai yang masih kuat. Para brahmana juga banyak dipengaruhi oleh agama Siwa sehingga terdapat beberapa persamaan pada upacara yang dilakukannya.

Teks 2
Agama Islam merupakan agama terbesar pertama di Indonesia. Proses masuknya Islam ke Indonesia mengalami perjalanan yang panjang. Terlebih pada mulanya, Indonesia didominasi oleh kekuatan kerajaaan-kerajaan Hindu Buddha yang sangat besar. Lahirnya kekuatan Islam tidak terlepas lahirnya Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di ujung barat Kepulauan Nusantara.
Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan yang terletak di Aceh ini didirikan pada tahun 1267 M oleh Meurah Silu. Keberadaan Kerajaan Samudera Pasai dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologis berupa makam raja-raja Pasai dan reruntuhan bangunan pusat kerajaan di Kecamatan Samudera, Lhokseumawe.
Raja pertama Kerajaan Samudera Pasai adalah Malik as-Saleh. Malik as-Saleh adalah nama Meurah Silu setelah masuk agama Islam. Malik as-Saleh merupakan sultan atau raja Islam pertama dalam sejarah Indonesia. Ia memimpin Kerajaan Samudera Pasai selama 29 tahun, yaitu antara tahun 1297 hingga 1326 M. Setelah itu, kepemimpinan digantikan oleh Sultan Muhammad Malikul Zahir, Sultan Ahmad Laidkudzahi, dan seterusnya.

Mari kita bandingkan.
Berdasarkan strukturnya, perbandingan kedua teks di atas adalah:
  1. Persamaan: teks di atas terdiri atas tiga paragraf, sama-sama tidak memiliki paragraf penutup, dan pada bagian pemaparan dijelaskan asal-muasalan kerajaan dengan bukti arkeologisnya.
  2. Perbedaan: teks 1 tanpa pendahuluan sedangkan teks 2 dengan pendahuluan terlebih dahulu.

Berdasarkan gaya bahasanya, teks 1 lebih banyak menggunakan istilah sejarah daripada teks 2, seperti prasasti, yupa, dan wamsakarta. Adapun teks 2 menggunakan bahasa yang mudah dimengerti tanpa adanya istilah sejarah yang perlu dicari terlebih dahulu maknanya,

Berdasarkan isinya, kedua teks cerita sejatah di atas sama-sama menjelaskan sejarah kerajaan di Indonesia disertai dengan bukti keberadaannya. Di dalam kedua teks juga dijelaskan corak agama dan raja-raja yang memimpinnya. Namun, perbedaannya adalah teks 1 menjelaskan kerajaan Hindu, sedangkan teks 2 menjelaskan kerajaan Islam. Selain itu, teks 2 tidak menjelaskan sejarah masuknya agama ke kerajaan seperti tertulis pada teks 1.

Poin-Poin Penting
  1. Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan fakta-fakta mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai-nilai kesejarahan;
  2. Membandingkan dua teks cerita sejarah berarti mencari persamaan dan perbedaan di antara dua teks cerita sejarah berdasarkan struktur teks, gaya bahasa, dan isi teks tersebut.

Analisis Bahasa Teks Cerita Sejarah

Sebagai suatu teks, teks cerita sejarah memiliki ciri kebahasaan tersendiri. Ciri kebahasaan tersebut antara lain tecermin dalam beberapa hal berikut.
1. Frasa Nomina dan Verba
   Frasa di antaranya terdiri atas frasa nomina dan verba. Sesuai namanya, frasa nomina merupakan kelas kata nomina yang diperluas, seperti: gadis cantik, rumah megah, ruang tidur, kantor berita, dan lain-lain. Berdasarkan fungsinya, frasa nomina terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
  1. Frasa nomina modifikatif, yaitu gabungan kata yang bersifat membatasi atau menerangkan unsur utamanya. Misalnya: rumah mewah (rumah yang mewah, bukan rumah yang kecil), ketua kelompok, dan uang receh. 
  2. Frasa nomina koordinatif, yaitu gabungan kata yang memiliki kedudukan setara dan tidak saling menerangkan. Salah satu cirinya, gabungan kata tersebut dapat dihubungkan dengan konjungsi dan/atau. Misalnya: sandang (dan) pangan, hak kewajiban, dan lahir batin.
  3. Frasa nomina apositif, yaitu gabungan kata yang berfungsi sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan pada kata atau frasa tertentu. Misalnya: Arman, teman adikku, datang ke rumah tadi pagi. Frasa teman adikku menerangkan kata Arman.

Sama halnya dengan frasa nomina, frasa verba juga terbagi menjadi tiga jenis berikut.
  1. Frasa verba modifikatif, seperti: Ibu bekerja keras untuk membahagiakan anaknya.
  2. Frasa verba koordinatif, seperti: Premanisme merusak dan menghancurkan nilai-nilai luhur Pancasila.
  3. Frasa verva apositif, seperti: Bisnis yang dijalankannya, berdagang pakaian secara daring, semakin sukses saat ini.

2. Konjungsi Temporal
    Dalam teks cerita sejarah biasanya digunakan konjungsi temporal. Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menyatakan urutan tindakan atau waktu yang biasanya ada dalam teks cerita sejarah. Konjungsi temporal terdiri atas dua bagian, yaitu konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat.
Konjungsi temporal sederajat yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur dalam kalimat yang sederajat atau setara. Konjungsi ini biasanya digunakan dalam kalimat majemuk setara. Konjungsi temporal sederajat di antaranya adalah lalu, kemudian, selanjutnya, dan sebelumnya. Misalnya: Jepang menyerah kepada sekutu, kemudian meninggalkan koloninya satu per satu.
Adapun konjungsi temporal tidak sederajat yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur dalam kalimat yang tidak sederajat atau setara. Konjungsi ini biasanya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat. Konjungsi temporal tidak sederajat di antaranya adalah apabila, jika, bilamana, hingga, ketika, saat, sambil, sebelum, sampai, sejak, selama, sementara, seraya, dan tatkala. Misalnya: Perang dingin terjadi setelah perang dunia II berakhir.

3.  Nominalisasi
  Nominalisasi adalah pembentukan nomina dari kelas kata lain dengan menggunakan afiks (imbuhan) tertentu. Pembentukan nomina tersebut dapat berasal dari kelas kata verba, adjektiva, atau nomina lainnya. Teks cerita sejarah merupakan jenis teks penceritaan ulang (rekon/recount). Dalam teks penceritaan ulang seringkali ditemukan nomina yang merupakan hasil nominalisasi. Pemberian imbuhan terhadap kata yang mengalami nominalisasi disebut dengan afiksasi. Afiksasi yang sering terjadi dalam nominalisasi antara lain sebagai berikut:
a. Sufiks –an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -tur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan –tas.
    Contoh: bacaan (baca+an), manisan (manis+an), sosialisasi (sosial+isasi), dan kritikus (kritik+us).
b. Prefiks ke-, pe-, dan se-.
    Contoh: ketua (ke+tua), pedagang (pe+dagang), dan sekelas (se+kelas).
c. Konfiks ke-an, pe-an, dan per-an.
    Contoh: pengaturan (pe+atur+an), pertunjukan (per+atur+an), dan kekayaan (ke+kaya+an).
d. Infiks –el- dan –er-.
    Contoh: gelembung (gembung+el), telunjuk (tunjuk+el), dan jemari (jari+em).
e. Kombinasi afiks pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an,
    Contoh: keberhasilan (keber+hasil+an), keterlibatan (keter+libat+an)

Mari kita analisis
Setelah membaca teks cerita sejarah di atas secara saksama, kita dapat menganalisis ciri kebahasaan teks tersebut melalui tiga hal berikut.
Pertama, Penggunaan frasa nomina dan verba
Dalam teks cerita sejarah di atas, ditemukan beberapa frasa nomina berikut.
Frasa nomina modifikatif, seperti: hari bahasa ibu dan kemerdekaan Pakistan.
Frasa nomina koordinatif, seperti: kedua wilayah juga memiliki kondisi sosial budaya yang berbeda.
Frasa nomina apositif, seperti: .... dideklarasikan dalam konferensi pendidikan di Karachi, ibukota Pakistan.
Selain itu, terdapat juga beberapa frasa verba berikut.
Frasa verba modifikatif, seperti: Masyarakat Pakistan Timur akhirnya dapat menggunakan bahasa Bengali.
Frasa verba koordinatif, seperti: .... masyarakat Pakistan Timur mulai melakukan dan menggencarkan aksi protes ....

Kedua, Konjungsi temporal
Dalam teks cerita sejarah di atas juga digunakan beberapa konjungsi temporal seperti pada contoh berikut. 
  • Pertikaian antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur memburuk saat pemerintah menyatakan akan mengadopsi bahasa Urdu sebagai bahasa resmi negara (tidak sederajat).
  • Setelah deklarasi tersebut, masyarakat Pakistan Timur mulai melakukan dan menggencarkan aksi protes pada tahun 1947 (tidak sederajat).

Ketiga, Nominalisasi
Nominalisasi yang terdapat dalam teks cerita sejarah di atas antara lain sebagai berikut.
- kemerdekaan, yaitu ke- + merdeka + -an, dibentuk dari konfiks dan adjektiva.
- peringatan, yaitu pe-(N) + ingat + -an, dibentuk dari konfiks dan verba.
- Pemerintah, yaitu pe-(N) + perintah, dibentuk dari prefiks dan verba.

Analisis Isi Teks Cerita Sejarah

Pada topik kali ini kita bersama-sama akan mempelajari bagaimana menganalisis isi cerita teks cerita sejarah baik lisan maupun tulisan. Menganalisis artinya menguraikan atau memaparkan, sedangkan isi artinya bagian penting dari sebuah pembicaraan. Jadi menganalisis isi artinya menguraikan bagian penting dari sebuah pembicaraan dalam hal ini teks cerita sejarah.

Batu tulis atau prasasti memiliki beberapa informasi penting. Bisa jadi dari tulisannya memberitakan sebuah kejadian. Dari jenis batunya dapat menginformasikan tahun terjadinya suatu peristiwa, dan sebagainya itulah yang dinamakan menganalisis isi.
Apabila sebuah teks cerita sejarah yang kita analisis, maka kita dapat mengetahui jenis kalimat, informasi yang terdapat dalam teks, dan proses afiksasi kata-kata dalam teks tersebut.

Contoh 1:
Sejarah Lahirnya Lagu Indonesia Raya
Indonesia tanah airku.
Tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibumu. ... itulah cuplikan sekilas lagu ‘Indonesia Raya’. Lagu ini selalu dinyanyikan pada setiap upacara dan pertemuan penting di negara kita.

Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Syairnya yang berbunyi tanah tumpah darahku menyiratkan makna nasionalisme para pemuda Indonesia, sedangkan syairnya ‘merdeka’ dulu dinyanyikan dengan kata ‘mulia’. Syair tersebut diubah karena Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. Lagu yang diciptakan W.R Supratman ini kini menjadi lagu kebangsaan Indonesia.

Teks cerita sejarah di atas terdiri dari empat kalimat.
  1. Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan pada Konggres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. 
  2. Syairnya yang berbunyi tanah tumpah darahku menyiratkan makna nasionalisme para pemuda Indonesia, sedangkan syairnya ‘merdeka’ dulu dinyanyikan dengan kata ‘mulia’. 
  3. Syair tersebut diubah karena Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. 
  4. Lagu yang diciptakan W.R Supratman ini kini menjadi lagu kebangsaan Indonesia.

Poin-Poin Penting
  1. Teks cerita sejarah dapat didapatkan secara tulis maupun nontulis.
  2. Teks cerita sejarah dapat dianalisis dari segi pembentukan kata (proses afiksasi), menganalisis kata depan, menganalisis struktur kalimat, menganalisis EYD, dsbnya. 

Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Cerita Sejarah

Pada materi ini, kita akan mempelajari istilah-istilah yang biasa terdapat dalam suatu teks cerita sejarah. Apa itu teks cerita sejarah? Bagaimana langkah-langkah memahami kata, istilah, dan ungkapan dalam teks cerita sejarah? Simak pembahasan materi berikut ini.

Makna Kata, Istilah, dan Ungkapan dalam Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan fakta-fakta mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai-nilai kesejarahan. Teks tersebut berisi latar belakang atau asal-muasal terjadinya suatu peristiwa penting yang terjadi di masa silam. Peristiwa tersebut disebut memiliki nilai kesejarahan karena mengandung pelajaran dan pendidikan bagi orang-orang di masa kini dan masa mendatang.

Sebuah teks cerita sejarah umumnya memiliki struktur sebagai berikut:
1. Judul, yaitu kata atau frasa kunci yang mewakili keseluruhan isi teks cerita,
2. Orientasi, yaitu paragraf pembukaan yang mengantarkan pada isi,
3. Rangkaian peristiwa, yaitu paragraf yang berisi rekaman peristiwa sejarah,
4. Reoerientasi, yaitu paragraf yang menutup teks cerita.

Di dalam teks cerita sejarah banyak ditemukan beragam istilah yang berhubungan dengan sejarah. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang mengungkapkan suatu gagasan atau konsep dalam bidang keilmuan tertentu. Maka, istilah sejarah adalah semua kata atau ungkapan yang menunjukkan gagasan atau konsep yang berhubungan dengan ilmu sejarah.

Beberapa kamus yang dapat digunakan untuk mencari makna istilah sejarah adalah sebagai berikut:
  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka. KBBI merupakan kamus rujukan terlengkap untuk mencari arti kata dalam bahasa Indonesia, termasuk istilah bidang ilmu tertentu. KBBI tersedia dalam versi cetak atau dalam jaringan (daring);
  2. Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI),
  3. Kamus Istilah Sejarah, yaitu kamus yang secara khusus memuat arti dari istilah-istilah ilmu sejarah.

Dengan demikian, langkah-langkah untuk memahami makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks sejarah adalah sebagai berikut:
  1. Membaca teks cerita sejarah secara saksama;
  2. Menandai kata-kata atau ungkapan tertentu yang tidak dipahami, terutama ungkapan yang merupakan istilah sejarah;
  3. Mencari makna kata-kata dan ungkapan tersebut dalam kamus kemudian mencatatnya.

Perhatikan teks cerita sejarah berikut ini!
    Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pertama di Indonesia. Kerajaan yang terletak di Lembah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, ini berdiri pada abad ke-5 Masehi. Nama Kutai sendiri diambil dari nama daerah tempat ditemukannya prasasti Kutai. Prasasti tersebut berupa tujuh yupa yang berisi tulisan mengenai sejarah kerajaan Hindu pertama tersebut. Tulisan pada yupa merupakan pahatan yang menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa.
      Prasasti Kutai berisi silsilah raja-raja Kutai. Raja terkuat Kutai adalah Mulawarman yang diyakini merupakan orang Indonesia asli. Hal tersebut dibuktikan dengan nama kakeknya yang menggunakan nama Indonesia pula, yaitu Kudungga. Namun, Kudungga belum menganut Hindu. Ajaran Hindu baru dikenal saat kerajaan tersebut dikuasai oleh Aswawarman. Aswawarman juga dianggap sebagai wamsakarta atau pendiri keluarga raja.
     Ajaran Hindu masuk ke kerajaan Kutai sebagai pengaruh dari India. Pada masa Aswawarman dikenal upacara Vratyastoma yang dilakukan saat seseorang masuk ajaran agama Hindu. Setelah melakukan upacara Vratyastoma, orang tersebut kemudian memiliki kasta sebagai penanda status sosialnya. Upacara tersebut juga menunjukkan pengaruh brahmana di Kutai yang masih kuat. Para brahmana juga banyak dipengaruhi oleh agama Siwa sehingga terdapat beberapa persamaan pada upacara yang dilakukannya.

Mari kita ulas makna, istilah, dan ungkapan yang ada dalam teks.
Pada teks di atas, kita menemukan beberapa kata yang merupakan istilah sejarah. Untuk dapat mengetahui makna kata tersebut, kita dapat melihatnya di kamus. Berikut makna istilah-istilah tersebut.
  • Prasasti : piagam yang ditulis pada batu atau tembaga dan sebagainya; 
  • Yupa : prasasti yang dipahatkan pada tiang atau tugu batu;
  • Hindu : ajaran agama yang berkitab suci Weda;
  • Wamsakarta : pendiri keluarga raja pada masa kerajaan Hindu-Budha;
  • Vratyastoma : upacara pemberian kasta yang dilakukan saat seseorang baru memasuki agama Hindu;
  • Kasta : golongan, tingkat, atau derajat manusia dalam masyarakat beragama Hindu;
  • Brahmana : salah satu golongan dalam kasta yang terdiri atas pendeta;
  • Siwa : salah satu sekte dalam agama Hindu yang menganut Dewa Siwa (salah satu dewa Trimurti atau tiga dewa yang dianggap sebagai satu kesatuan dalam agama Hindu).

Poin-Poin Penting
  1. Teks cerita sejarah adalah teks teks yang menjelaskan fakta-fakta mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai-nilai kesejarahan.
  2. Istilah sejarah adalah semua kata atau ungkapan yang menunjukkan gagasan atau konsep yang berhubungan dengan ilmu sejarah.
  3. Makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks cerita sejarah dapat diketahui dengan melihat kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), atau Kamus Istilah Sejarah.


Interpretasi Isi Teks Cerita Sejarah

Perhatikan gambar berikut ini!

      
Siapakah sosok dalam gambar tersebut?
Setiap orang tentu kenal dengan sosok pahlawan nasional Republik Indonesia tersebut. Dia adalah Pangeran Diponegoro yang dikenal sebagai pemimpin Perang Jawa atau Perang Diponegoro pada tahun 1825 hingga 1830. Peristiwa perang tersebut termasuk kisah hidupnya ditulis dalam sebuah naskah berjudul Babad Diponegoro. Naskah tersebut tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga di dunia setelah diakui sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of The World). Melalui naskah kuno tersebut, kita dapat mengetahui kehidupan Diponegoro serta sejarah Jawa pada umumnya. Hal ini tidak terlepas dari upaya para peneliti (sejarawan dan filolog) yang berhasil mengantarkan isi naskah tersebut kepada seluruh masyarakat, termasuk kita saat ini.
Di antara kegiatan yang dilakukan para peneliti tersebut adalah menafsirkan isi naskah sebagai sumber sejarah. Kegiatan tersebut sejatinya tidak hanya dapat dilakukan para peneliti. Kita pun dapat melakukan hal serupa dengan melakukan penafsiran terhadap teks-teks cerita sejarah yang biasa kita baca. Penasfiran itu disebut juga dengan interpretasi.
Pada materi ini, kamu akan mempelajari langkah-langkah menginterpretasi isi teks cerita sejarah. 

Silakan dibaca dengan saksama!
Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan fakta-fakta mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai-nilai kesejarahan. Teks tersebut berisi latar belakang atau asal-muasal terjadinya suatu peristiwa penting yang terjadi di masa silam. Peristiwa tersebut disebut memiliki nilai kesejarahan karena mengandung pelajaran dan pendidikan bagi orang-orang di masa kini dan masa mendatang.
Sebuah teks cerita sejarah umumnya memiliki struktur sebagai berikut:
1. Judul,yaitu kata atau frasa kunci yang mewakili keseluruhan isi teks cerita,
2. Orientasi, yaitu paragraf pembukaan yang mengantarkan kepada isi,
3. Rangkaian peristiwa, yaitu paragraf yang berisi cerita sejarah,
4. Reorientasi, yaitu paragraf yang menutup teks cerita.

Sebagaimana disebutkan di atas, teks cerita sejarah mengandung pelajaran atau pendidikan bagi orang di masa kini dan masa mendatang. Maka, kita perlu memahami isi suatu teks cerita sejarah dengan baik untuk mendapatkan pelajaran dan pendidikan tersebut. Memahami suatu teks cerita sejarah dapat dilakukan dengan melakukan interpretasi isi teks cerita sejarah.
Interpretasi adalah penafsiran, penilaian, atau pemaknaan terhadap suatu teks. Interpretasi isi teks cerita sejarah berarti menafsirkan, menilai, atau memaknai isi teks cerita sejarah yang telah dibaca. Dengan menginterpretasi isi teks sejarah, maka akan diketahui fakta-fakta yang terjadi di masa lalu untuk dijadikan pelajaran atau pendidikan di masa kini dan masa mendatang.
Menginterpretasi isi teks cerita sejarah dapat dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah berikut ini.
1. Membaca teks secara teliti;
2. Mencatat istilah-istilah yang tidak diketahui dan mencari maknanya;
3. Menandai topik utama dari setiap paragraf;
4. Menandai poin-poin penting dari setiap paragraf;
5. Menafsirkan isi poin-poin penting tersebut;
6. Menulis ulang poin penting tersebut sebagai interpretasi terhadap isi teks.

Perhatikan teks cerita sejarah berikut ini!

    Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pertama di Indonesia. Kerajaan yang terletak di Lembah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, ini berdiri pada abad ke-5 Masehi. Nama Kutai sendiri diambil dari nama daerah tempat ditemukannya prasasti Kutai. Prasasti tersebut berupa tujuh yupa yang berisi tulisan mengenai sejarah kerajaan Hindu pertama tersebut. Tulisan pada yupa merupakan pahatan yang menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa.
      Prasasti Kutai berisi silsilah raja-raja Kutai. Raja terkuat Kutai adalah Mulawarman yang diyakini merupakan orang Indonesia asli. Hal tersebut dibuktikan dengan nama kakeknya yang menggunakan nama Indonesia pula, yaitu Kudungga. Namun, Kudungga belum menganut Hindu. Ajaran Hindu baru dikenal saat kerajaan tersebut dikuasai oleh Aswawarman. Aswawarman juga dianggap sebagai wamsakarta atau pendiri keluarga raja.
      Ajaran Hindu masuk ke kerajaan Kutai sebagai pengaruh dari India. Pada masa Aswawarman dikenal upacara Vratyastoma yang dilakukan saat seseorang masuk ajaran agama Hindu. Setelah melakukan upacara Vratyastoma, orang tersebut kemudian memiliki kasta sebagai penanda status sosialnya. Upacara tersebut juga menunjukkan pengaruh brahmana di Kutai yang masih kuat. Para brahmana juga banyak dipengaruhi oleh agama Siwa sehingga terdapat beberapa persamaan pada upacara yang dilakukannya.

Mari interpretasikan.
Setelah membaca teks cerita sejarah di atas, interpretasi yang dapat dilakukan terhadap isi teks tersebut adalah sebagai berikut.
1. Topik utama paragraf pertama adalah Kerajaan Kutai sebagai kerajaan pertama di Indonesia. Poin        penting dari paragraf tersebut adalah:
      a. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pertama di Indonesia;
      b. Kerajaan Kutai bercorak agama Hindu;
      c. Keberadaan kerajaan Kutai diketahui melalui prasasti yupa;
      d. Prasasti yupa menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa.

2. Topik utama paragraf kedua adalah prasasti yupa yang berisi silsilah raja-raja Kutai. Poin penting       dari paragraf tersebut adalah:
     a. Raja Kutai yang terkuat adalah Raja Mulawarman
     b. Agama Hindu pertama kali diterima Kerajaan Kutai pada saat dipimpin Raja Aswawarman;
3. Topik utama paragraf ketiga adalah agama Hindu yang diterima Kerajaan Kutai berasal dari India.       Poin penting dari paragraf tersebut adalah:
     a. Salah satu kegiatan yang menunjukkan Kutai sebagai kerajaan Hindu adalah adanya upacara               vratyastoma, yaitu upacara pemberian kasta yang dilakukan saat seseorang masuk agama Hindu;
     b. Para Brahmana di kerajaan Kutai banyak dipengaruhi oleh agama Siwa.

Poin-Poin Penting
  1. Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan fakta-fakta mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai-nilai kesejarahan;
  2. Teks cerita sejarah dapat berupa fiksi seperti novel sejarah atau nonfiksi seperti artikel, buku, catatan ilmiah, atau biografi tokoh;
  3. Menginterpretasi teks cerita sejarah berarti menafsirkan, menilai, atau memaknai isi teks cerita sejarah sehingga mengetahui fakta-fakta sejarah untuk dijadikan pelajaran atau pendidikan di masa kini dan masa mendatang.

Struktur Isi Teks Cerita Sejarah

Apakah kalian sering membaca teks cerita sejarah? Apa tujuan kita mempelajari teks cerita sejarah? Teks cerita sejarah apa saja yang sering kalian baca? Lalu bagaimana struktur teks cerita sejarah?
Sering kali kita mendengar cerita sejarah dari nenek moyang kita terdahulu bukan? sejarah tetang masa-masa penjajahan Belanda-Jepang, sejarah masa kerajaan Hindu-Buddha, kerajaan Islam bahkan sampai sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. 
      Nah, sejarah itu apa sih? Sejarah adalah cerita yang terjadi di masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran dan dikenang di masa sekarang. Sejarah ada untuk dipelajari agar dapat dipetik hikmahnya. Mempelajari teks cerita sejarah sangat penting apalagi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Saat ini, hal yang dipelajari bukan sekadar pengetahuan bahasa saja, melainkan sebagai teks yang bertujuan untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya dalam konteks kehidupan akademis, sosial, dan budaya. 
Sekarang, mari kita mengenal struktur teks cerita sejarah. Struktur teks sejarah diantaranya sebagai berikut.
Struktur alur dalam teks cerita sejarah:
  • Orientasi (pengenalan)
  • Rangkaian Peristiwa
  • Reorientasi (Pengulangan)

Teks cerita sejarah diawali dengan pengenalan cerita yang terjadi di masa lampau kemudian diceritakan urutan peristiwa yang terjadi secara berurutan. 

Perhatikan contoh teks cerita sejarah berikut ini

Kota Tua dalam Ingatan

Sebagai pusat kota, pusat perdagangan, sekaligus permukiman penting di Asia sejak abad ke -16, Kota Tua adalah situs yang harus dijaga. Kota ini hanya seluas 15 H tapi arti sejarahnya sangatlah besar bagi Indonesia.
Kota Tua Jakarta

Dimulai tahun 1526, penyerangan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah yang dikirim Kesultanan Demak menyebabkan penamaan Jayakarta pada kota yang memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa ini. Tahun 1619, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia. Nama itu diambil sebagai penghormatan kepada leluhur bangsa Belanda, Batavieren. Oleh Belanda, kota ini dilengkapi benteng (kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa yang diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan kanal. Pembangunan Batavia selesai pada tahun 1650 yang kemudian dijadikan kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kota ini menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda.
Tahun 1942, Batavia, setelah mengalami perluasan wilayah, berganti nama menjadi Jakarta lalu menjadi ibu kota Indonesia. Namun, 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua.

Mari Kita Analisis!
Teks cerita di atas termasuk teks cerita sejarah karena bersumber pada peristiwa sebenarnya di masa lalu. Teks cerita sejarah di atas memiliki tokoh, alur dan latar sebagai berikut.
Tokoh: Fatahillah, Jan Pieterszoon Coen, dan VOC.
Alur:
  1. Orientasi: Paragraf 1 terdapat pengenalan Kota Tua yang akan diungkap sejarahnya pada bagian rangkaian peristiwa.
  2. Rangkaian peristiwa: Paragraf 2 dan 3 mengungkapkan kumpulan peristiwa yang melatarbelakangi sejarah yang diungkapkan dalam bagian orientasi.
  3. Reorientasi: Pada akhir paragraf 3 disebutkan pengulangan bahwa 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua.

Poin-Poin Penting
  • Teks cerita sejarah adalah salah satu jenis teks yang menceritakan kisah masa lampau yang benar-benar terjadi.
  • Teks cerita sejarah memiliki unsur tokoh, alur, dan latar.
  • Struktur teks cerita sejarah adalah orientasi, peristiwa dan reorientasi.
  • Teks sejarah berfungsi untuk mengenal lebih dalam tentang asal-usul sesuatu (tempat, kejadian. Peristiwa) sejak zaman dulu hingga sekarang.

Tuesday, August 30, 2016

Indonesia Memanggil! Rekrutmen Pegawai di Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi

Kabar gembira untuk para sahabat-sahabat muda, salah satu lembaga negara yakni KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat ini sedang membuka lowongan pekerjaan untuk jabatan administrasi dan spesiali. Proses pendaftaran rekrutmen ini berakhir hingga tanggal 6 September 2016.
Adapun posisi-posisi yang dibutuhkan yakni sebagai berikut.

Jabatan Administrasi
  1. Administrasi Bidang INDA Muda
  2. Administrasi Bidang Pencegahan Muda
  3. Administrasi Bidang Penindakan Muda
  4. Administrasi Sekretariat Bidang Penindakan Muda
  5. Administrasi Sekretariat Jenderal Muda
  6. Administrasi Bidang PIPM Muda
  7. Perawat Muda
  8. Sekretaris Muda
  9. Staf Filling & Recording Muda
  10. Staf Penggajian Muda
  11. Staf Rumah Tangga Muda
  12. Staf Pengadaan Muda
Jabatan Spesialis
  1. Dokter Muda
  2. Pemeriksa Gratifikasi Muda
  3. Penelaah Pengaduan Masyarakat Muda
  4. Pengawas Internal Muda
  5. Spesialis Computer Forensic Muda
  6. Spesialis Hubungan Masyarakat Muda
  7. Spesialis Hukum Muda
  8. Spesialis Muda 2
  9. Spesialis Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Muda
  10. Spesialis Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Muda
  11. Spesialis Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Madya
  12. Spesialis Penelitian, Pengkajian, dan Pemgembangan Muda
  13. Spesialis Pengadaan Muda
  14. Spesialis Pengolahan Informasi dan Data Muda
  15. Spesialis PJKAKI Muda
  16. Spesialis SDM Muda
  17. Spesialis Bidang INDA Muda
  18. Spesialis Koordinasi dan Supervisi Muda
Informasi pendaftaran, alur pendaftaran dan syarat yang harus dipenuhi dapat dicek pada situs resmi rekrutmen pegawai KPK di www.kpk-im11.experd.com 

Monday, August 29, 2016

Download Modul Pembelajaran SD Kelas Bawah (Kelas 1, 2, & 3)

Guru Pembelajar merupakan program DIKLAT KEMENDIKBUD pasca Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Istilah Guru Pembelajar dicetuskan pertama kali oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaa, Bapak Anies Baswedan dengan menggambarkannya sebagai guru ideal yang terus menerus harus belajar dan mengembangkan diri setiap saat. Hal ini tentu menjadi bagian dalam mengemban tugas seorang guru agar menjadi guru yang profesional, demi masa depan anak-anak bangsa.

Mengingat hasil UKG tahun 2015 silam, banyak Bapak/Ibu guru yang belum tuntas atau belum memenuhi Kelompok Kompetensi (KK), maka dipandang perlu bagi para guru untuk belajar guna terpenuhinya KK tersebut.
Bagi Bapak dan Ibu Guru khususnya guru SD yang membutuhkan modul-modul pembelajaran dapat didownload melalui link-link berikut ini:

Modul Guru Pembelajaran SD Kelas Bawah (Kelas 1, 2, & 3)
  1. Modul A berisi Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik dan Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Klik DOWNLOAD
  2. Modul B berisi Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran dan Genre dan Apresiasi Sastra. Klik DOWNLOAD
  3. Modul C berisi Pengembangan Kurikulum dan Kajian Bilangan dan Statistika Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  4. Modul D berisi Metodologi Pembelajaran Sekolah Dasar dan Kajian Geometri dan Pengukuran Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  5. Modul E berisi Penilaian Proses dan Hasil Belajar dan Kajian Materi IPA Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  6. Modul F berisi Komunikasi Efektif dan Kajian Materi IPS dan Sekolah Dasar Kelas Awal. Klik DOWNLOAD
  7. Modul G berisi Perancangan Pembelajaran yang Mendidik dan Hakikat Pembelajaran PPKn. Klik DOWNLOAD
  8. Modul H berisi Pemanfaatan Hasil Penilaian Pembelajaran dan Pengembangan Materi Ajar di Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  9. Modul I berisi Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar dan TIK untuk Pengembangan Materi Guru. Klik DOWNLOAD
  10. Modul J berisi Refleksi Pembelajaran dan Tindak Lanjutnya Melalui PTK dan Pengembangan Keprofesian Melalui Tindakan Reflektif. Klik DOWNLOAD

Silahkan bantu sebarkan link ini, baik melalui facebook, bbm, atau sosial media yang lain, agar Bapak/Ibu guru yang lain dapat mendownload modul ini sebagai bahan untuk pengembangan diri bagi guru. Semoga bermanfaat!

Download Modul Pembelajaran SD Kelas Atas (Kelas 4, 5, & 6)

Guru Pembelajar merupakan program DIKLAT KEMENDIKBUD pasca Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Istilah Guru Pembelajar dicetuskan pertama kali oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaa, Bapak Anies Baswedan dengan menggambarkannya sebagai guru ideal yang terus menerus harus belajar dan mengembangkan diri setiap saat. Hal ini tentu menjadi bagian dalam mengemban tugas seorang guru agar menjadi guru yang profesional, demi masa depan anak-anak bangsa.

Mengingat hasil UKG tahun 2015 silam, banyak Bapak/Ibu guru yang belum tuntas atau belum memenuhi Kelompok Kompetensi (KK), maka dipandang perlu bagi para guru untuk belajar guna terpenuhinya KK tersebut.
Bagi Bapak dan Ibu Guru khususnya guru SD yang membutuhkan modul-modul pembelajaran dapat didownload melalui link-link berikut ini:
Modul Guru Pembelajaran SD Kelas Atas (Kelas 4, 5, 6)
  1. Modul A berisi Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik dan Kajian Materi Bahasa dan Sastra Indonesia SD. Klik DOWNLOAD
  2. Modul B berisi Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran dan Kajian Bilangan dan Statistika Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  3. Modul C berisi Pengembangan Kurikulum dan Kajian Geometri dan Pengukuran Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  4. Modul D berisi Metodologi Pembelajaran Sekolah Dasar dan Mahluk Hidup dan Lingkungan Sekitar. Klik DOWNLOAD
  5. Modul E berisi Penilaian Proses dan Hasil Belajar dan Materi dan Energi. Klik DOWNLOAD
  6. Modul F berisi Komunikasi Efektif dan Kajian Materi IPS SD Kelas Tinggi. Klik DOWNLOAD
  7. Modul G berisi Perancangan Pembelajaran yang Mendidik dan Penerapan Nilai, Norma, Moral Pancasila. Klik DOWNLOAD
  8. Modul H berisi Pemanfaatan Hasil Penilaian Pembelajaran dan Perlindungan HAM dan Penegakan Hukum. Klik DOWNLOAD
  9. Modul I berisi Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Pengembangan Materi Ajar di Sekolah Dasar. Klik DOWNLOAD
  10. Modul J berisi Refleksi Pembelajaran dan Tindak Lanjutnya Melalui PTK dan TIK dan Tindakan Reflektif Untuk Pengembangan Keprofesian. Klik DOWNLOAD
Silahkan bantu sebarkan link ini, baik melalui facebook, bbm, atau sosial media yang lain, agar Bapak/Ibu guru yang lain dapat mendownload modul ini sebagai bahan untuk pengembangan diri bagi guru. Semoga bermanfaat!

Sunday, August 28, 2016

Anda tahu? Hal-hal Inilah yang Menyebabkan Gigi Berwarna Kuning

Siapa tak ingin punya gigi bersih dan putih? Pasti setiap orang menginginkannya, sebab hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Banyak orang menjadi tidak percaya diri lataran dikarenakan giginya berwarna kuning. Anda tentu tidak mengingkan hal seperti itu terjadi. Pada posti kali ini penulis mengajak anda untuk mengenal hal-hal yang dapat menyebabkan gigi menjadi kuning.  Menurut dokter, terhindar dari gigi yang berwarna kuning  bisa didapatkan dengan menjauhi hal-hal yang dapat mengubah warna gigi. Apa saja? Seperti disampaikan oleh Prof Dr drg Lindawati S. Kusdhany, Sp.Pros(K) yang dikutip dari detik.com, terjadinya perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh faktor lokal seperti noda teh atau tembakau.
"Selain itu ada pula perubahan warna gigi akibat kelainan email atau pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi saat pembentukan email, atau perubahan warna gigi karena gigi sudah non-vital," imbuh Prof Linda.
Gigi dapat menjadi non-vital disebabkan karena beberapa kondisi, salah satunya adalah gigi pernah terkena trauma. Pada keadaan tersebut, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk memperbaikinya, seperti bleaching.
"Konsultasikan dulu ke dokter gigi, nanti akan ditentukan apakah mungkin untuk dilakukan bleaching atau pemutihan. Bleaching pun akan ditentukan jenis apa yang sesuai dengan kondisi gigi," terangnya.

Ada pula kondisi lain yang memerlukan penanganan lebih dan tak cukup dengan bleaching, misalnya jika perubahan warna gigi disebabkan oleh adanya tambalan lama yang sudah berubah warna atau gigi berubah warna karena konsumsi obat. "Oleh sebab itu, pemutihan gigi tak bisa dilakukan asal-asalan dan memerlukan pemeriksaan menyeluruh dari dokter gigi," pesan Prof Linda.

Penyebab gigi kuning
Selain diungkapkan oleh Prof. Linda tersebut, ada beberapa penyebab lainya, yakni sebagai berikut :
1. Malas membersihkan gigi
    Penyebab pertama gigi menjadi kuning adalah karena anda malas memberihkan gigi. Ya gigi yang jarang dibersihkan akan membuat sisa-sisa makanan menempel pada gigi dan akhirnya gigi menjadi kotor dan menguning, Tidak hanya itu saja, gigi yang jarang dibersihkan juga akan menyebabkan masalah lainnya sperti sakit gigi, gusi berdarah, bau mulut, gigi berlubang dan lain sebagainya. Oleh sebab itu anda diwajibkan untuk menjaga kebersihan gigi dengan minimal menggosok gigi 2 kali dalam sehari.

2. Merokok
   Meskipun pada bungkus rokok tidak dituliskan bahwa merokok dapat menyebabkan gigi kuning speti yang dituliskan merokok dapat menyebabkan penyakit kanker, namun pada kenyataan rokok dapat menyebabkan gigi kuning dan merusak gigi. Kandungan nikotin dalam rokok menjadikan ruang mulut menjadi asam, nikotin akan menempel pada gigi sehingga menjadikan gigi kuning.

3. Kopi
    Kopi juga menjadi biang masalah pada gigi. Meskipun kopi memiliki banyak manfaat, namun kopi kurang baik untuk gigi. Kebiasaan minum kopi akan menjadikan gigi menguning, tidak hanya menguning saja, bahkan kopi juga dapat membuat gigi berwwarna hitam. Anda bisa lihat gigi orang-orang yang gemar minum kopi, kebanyakan mereka mimiliki gigi kuning dan hitam.

4. Teh herbal
    Teh herbal memiliki banyak sekali khasiat untuk kesehatan tubuh kita. Namun terlalu sering mengkonsumsi teh herbal akan menjadikan gigi menjadi kuning. Oleh sebab itu anda jangan terlalu sering mengkonsumsi teh herbal.

5. Alkohol
   Alkohol tidak baik untuk kesehatan, alkohol dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti obesitas, diabetes, kanker, stroke hingga serangan jantung. Selain penyakit berbahaya tersebut, kebiasaan  minum alkohol juga dapat merusak gigi. Alkohol akan membuat gigi menjadi kuning dan berlubang, oleh sebab itu hindarilah alkohol.

6. Permen karet
    Permen karet juga dapat menyebabkan gigi menjadi kuning. Sebenarnya tidak hanya permen karet saja, melainkan semua permen tidak baik untuk gigi, namun permen karet yang memiliki dampak paling buruk terhadap gigi. Kandungan gula pada permen karen juga dapat merusak gigi hingga akhirnya menyebabkan sakit gigi.

7. Genetik atau keturunan
    Faktor gen atau keturunan juga dapat menjadi penyebab gigi kuning. Jika anda memiliki orang tua dengan gigi kuning, mungkin anda juga akan memiliki gigi yang kuning pula.

8. Minuman bersoda
    Minuman bersoda juga dapat membuat gigi kuning dan merusak gigi. Minuman bersoda dapat mengikis elemel gigi anda sehingga membuat gigi rusak.

9. Makanan manis
   Makana manis merupakan musuh utama gigi. Makanan manis seperti kue, cokelat, bronis dan lain sebagainya dapat merusak dan membuat gigi menjadi kuning. Oleh sebab itu baiknya anda hindari makanan-makanan manis agar gigi selalu sehat dan putih bersih.

10. Obat-obatan
     Ada juga beberapa obat yang dapat membuat gigi menjadi kuning, sebagai contoh obat antibiotik. Obat anti biotik dapat menyebabkan gigi menjadi kuning. Baiknya anda jangan terlalu sering menggunakan obat-obatan.

11. Penyakit
     Adapula beberapa penyakit yang memperngaruhi warna gigi, sebut saja penyakit diabetes, ya penyakit diabetes dapat membuat gigi menjadi kuning. Masa kehamilan juga menjadi penyebab gigi menjadi kuning.

12. Menggosok gigi setelah makan makanan manis
     Menggosok gigi memang baik, namun menggosok gigi setelah mengkonsumsi makanan manis dapat berakibat buruk pada gigi. Setelah mengunyah makanan, mulut akan bersifat asam, dan untuk menetralisir hai ini, maka mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Jadi jika anda terburu-buru menyikat gigi, enamel akan terbuang sia-sia dan bakteri dengan mudah bersarang pada gigi sehingga gigi menjadi kuning.

Wednesday, August 3, 2016

Resiko Tidur Menggunakan Kipas Angin

Siapa yang tidak ingin saat beristirahat malam dapat tidur dengan lelap?  Pasti kita semua menginginkan kualitas tidur yang baik, terutama pada malam hari. Karena sebagian dari kita tidak banyak memiliki waktu luang untuk tidur siang karena harus bekerja. Sehingga pada malam hari pun kita harusnya dapat tidur dengan baik guna menjaga kebugaran tubuh. Tapi tidak semua orang dapat tidur dengan lelap pada malam hari, terutama disebabkan oleh kondisi udara yang panas dan membuah tubuh merasa gerah. Hal ini kemudian menyebabkan banyak orang untuk menggunakan kipas angin saat tidur agar dapat tidur dengan lelap. Tapi tahukah Anda bahwa tidur menggunakan kipas angin pada malam hari memiliki banyak resiko, salah satunya dapat mengakibatkan kematian. Berikut uraian lengkap mengenai efek dari terlalu sering menggunakan kipas angin saat tidur pada malam hari. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Kipas angin merupakan salah satu langkah alternatif untuk menggerakkan angin menjadi lebih dinamis hingga udara tak terlampau panas. Dulu orang memakai kipas angin buatan berbahan simpel, namun saat ini kipas angin sudah menjelma menjadi benda moderen yang bisa bekerja terus-terusan sepanjang malam.
Beberapa orang memakai kipas dengan angin yang mengarah langsung pada tubuh waktu tidur, langkah tersebut memang menyenangkan dan membuat tidur lebih lelap, namun angin yang terus-terusan menerpa tubuh sepanjang malam juga beresiko untuk kesehatan bahkan juga bisa mengakibatkan kematian.
Dikutip dari berbagai sumber, pada kesempatan ini penulis akan mengulas tentang mengapa kita tidak boleh memakai kipas angin yang langsung mengarah pada tubuh ketika kita sedang tidur pada malam hari.
1. Tubuh kekurangan oksigen
     Bahaya yang paling serius dari memakai kipas angin waktu tidur yaitu tubuh jadi kekurangan oksigen. Hal semacam ini terutama bila arah kipas angin langsung ditujukan ke wajah pada ruang yang tidak memiliki fentilasi.

2. Suhu tubuh menurun drastis
   Tidur dengan kipas angin bakal menurunkan suhu tubuh secara drastis. Bila perubahan ini berlangsung secaramendadak jadi tekanan darah dan system pernapasan bakal terganggu. Dan akibat paling fatalnya yaitu fungsi jantung serta paru-paru tak berperan optimal.

3. Mengalami hipotermia serta dehidrasi
   Seorang pakar syaraf, Dr. Wendra Ali, menyampaikan waktu seorang ada dalam ruang dingin kurun waktu yang lama jadi tubuh bakal mengalami kekeringan disebabkan udara dingin akan menyerap air dalam tubuh. Bila terjadi terus-terusan sepanjang malam jadi kelembapan tubuh bakal alami penurunan hingga akhirnya berlangsung hipotermia.

4. Penyakit Bell Palsy
   Penyakit ini dimaksud juga kelumpuhan, namun bukan pada tubuh tetapi pada wajah. Orang yang sering tidur malam dengan kipas angin memiliki resiko peningkatan ketegangan pada system syaraf dikarenakan suhu dingin yang menimpa wajah terus-terusan sepanjang malam, mengakibatkan wajah jadi tegang, sulit senyum atau berekspresi

5. Mengakibatkan kematian
   Kematian mendadak bisa dialami oleh mereka yang menggunakan kipas angin sepanjang malam waktu tidur, terutama pada ruang yg tidak mempunyai fentilasi untuk keluar masuknya udara. Hal semacam ini disebabkan karena ada peningkatan kandungan CO2 serta penurunan O2 dalam ruangan.
Demikian beberapa bahaya tidur memakai kipas angin. Baiknya jangan mengarahkan kipas secara langsung ke tubuh serta jangan tidur dalam ruang yang buruk sistem fentilasinya.
Semoga bermanfaat. Tolong di share sebagai rasa kemanusiann kita agar semakin banyak orang mengetahui bahaya ini.

Tuesday, August 2, 2016

Arti Kata Friendzone Dalam Bahasa Gaul

Pertama kali saya mendengar istilah 'friendzone' adalah sekitar tahun 2013. Tepatnya saat itu sedang marak sekali istilah gaul seperti PHP, selfie dan groufie. Saya mendengar istilah friendzone untuk pertama kalinya di fans page 9Gags, tempat berbagi gambar dan video jenaka.

Saat itu saya belum tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang friendzone. Tapi, sekarang saya terdorong untuk mengetahui arti dari istilah ini.
Friendzone adalah kondisi di mana salah satu di antara dua orang yang saling berteman ingin menjalin hubungan asmara, tapi orang yang satunya lagi tidak mau. Dengan kata lain, peristiwa friendzone ini mirip dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Sederhananya, seorang pria hanya dianggap sebagai sahabat oleh seorang wanita, padahal pria tersebut menginginkan hubungan yang lebih dari sebatas pertemanan.
Arti Friendzone Dalam Bahasa Gaul

Contoh kalimat berbahaya yang mungkin menandakan kamu dibuat friendzone sama dia:
  1. "Maaf, aku nggak bisa. Aku lebih nyaman kamu jadi teman aku."
  2. "Kamu baik banget. Aku bersyukur punya sahabat kaya kamu."
  3. "Aku pengin punya pacar yang kaya kamu. Baik, perhatian, suka ngasih pinjaman uang." - Ini berarti dia hanya ingin seseorang yang memiliki sifat seperti mu. Kecuali kalau dia bilang ingin punya pacar yang secara fisik mirip kamu, berarti itu lampu hijau.
Biasanya, orang yang melakukan friendzone hanya menyukai sifat pribadi daripada fisik orang yang diberikan friendzone.

Untuk keterangan yang lebih jelas lagi, kamu bisa mengetahui lewat karakteristik apakah kamu dalam posisi friendzone atau tidak.

Ciri-Ciri Kamu Dalam Posisi Friendzone

  1. Dia tidak mau diajak pacaran.
  2. Menganggap kamu sebagai sahabat (saja).
  3. Sering curhat padamu
  4. Sering komunikasi sama kamu (SMS, Telfon, WA, BBM, dan lain-lain)
  5. Kamu merasa percaya diri bahwa dia suka denganmu seperti halnya kamu suka padanya, padahal itu hanya perasaanmu saja.

Sejarah Istilah

Mungkin penyebab istilah ini disebut sebagai 'friendzone' karena secara logis, seseorang yang ingin memacari sahabat dekatnya menjadi tidak punya kesempatan karena sahabatnya sudah 'terlanjur' menganggap dirinya sebagai teman, makanya dinamakan 'friendzone'. Dia sudah masuk ke zona teman untuk selamanya.

Begitulah arti dari kata friendzone dalam bahasa gaul Indonesia. Jika kamu dalam posisi friendzone, kami semua berduka cita atas momentum friendzone kamu. Semoga lekas keluar dari friendzone ya.

Monday, August 1, 2016

Arti Kata 404 Not Found Dalam Meme Comic

Arti Kata 404 Not Found Dalam Meme Comic
Mungkin anda sering mendengar kata 404 Not Found, terutama di media sosial. Banyak sekali penggunaan istilah ini khususnya di dunia komputer, bahkan meme comic pun sering membahas, menampilkan kelucuan menggunakan ungkapan yang misterius ini.

Arti Dalam Dunia Komputer

Konteks penggunaan istilah 404 Not Found di dunia komputer dan dunia meme berbeda. Pasalnya, di dunia komputer, istilah ini dianggap sebagai perihal yang serius sedangkan dalam dunia meme, istilah ini dijadikan sebagai unsur jenaka.

"404 Not Found" adalah pesan error yang ditampilkan oleh server suatu situs web ketika user (pengguna) mencoba mengakses suatu halaman web tertentu, tapi halaman tersebut tidak ada atau sudah dihapus oleh server, kemudian pesan error 404 Not Found akan ditampilkan secara otomatis yang mana sudah diprogram oleh server/administrator.

Penggunaan Istilah

Penggunaan istilah 404 Not Found tidak selalu diungkapkan secara lengkap. Angka 404 saja sebenarnya sudah mencakup arti secara keseluruhan. Ungkapan "Not Found" hanya sebagai penjelas saja. Tapi biasanya para pakar komputer sudah tahu maknanya meski hanya melihat dari angka 404 saja.

Arti Harfiah

Secara harfiah dan etimologis, angka 404 adalah angka yang dijadikan kode kesalahan di HTTP oleh terminolog (pembuat istilah) dalam bidang komputer sebagai angka pengenal untuk mengindikasikan ketidaktersediaan suatu halaman web. 

Berbeda dengan kode angka 300, 301, 302, 303, 403, 405, 406, 407, atau seterusnya. Angka 403 berarti akses dilarang (Forbidden). 408 berarti permintaan mengakses halaman terlalu lama, dikarenakan koneksi lambat dan sebagainya, maka akan memunculkan status "Request Timeout".

Kembali ke status angka 404 tadi. Penyebab suatu halaman web tidak dapat dijangkau oleh user dan lantas menunjukkan pesan error 404 Not Found ada banyak. Beberapa di antaranya adalah karena:
  1. Halaman web sudah dihapus oleh admin.
  2. URL halaman web yang diakses sudah diganti (dipindahkan) oleh admin.
  3. Halaman web yang dituju memang dari dulu tidak ada. Misalnya user mengakses halaman web yang salah, katakanlah dia salah ketik URL yang benar sehingga membuat URL-nya salah destinasi dan berakibat error karena halaman web tidak ditemukan di server.

Arti istilah 404 Not Found di Meme Comic

Penggunaan istilah 404 Not Found di Meme Comic juga tidak jauh berbeda dengan istilah di dunia komputer. Tapi, orang-orang di dunia meme menganggap istilah ini dengan pemaknaan yang lucu dikaitkan dengan hal tertentu. Contohnya begini:

Arti Kata 404 Not Found Dalam Meme Comic

Atau begini,

Arti Kata 404 Not Found Dalam Meme Comic

Bahkan istilah 404 ini juga sudah sering digunakan di kehidupan nyata loh. Contohnya digunakan sebagai penanda tidak boleh parkir.
Arti Kata 404 Not Found Dalam Meme Comic

Nah, sekarang anda sudah tahu kan, makna istilah 404 Not Found di Meme Comic maupun di dunia komputer? Semoga artikel ini dapat membantu memperlebar cakrawala wawasan teman-teman semua.