Friday, August 28, 2015

Mesin Antrian Bank

Bank merupakan tempat dimana akan banyak orang yang bertransaksi disana, bisa dibayangkan bagaimana rumitnya mengantri di Bank. Untuk mengatasi / mengatur / mengelola manajemen antrian pada Bank perlu adanya Mesin Antrian. Mesin Antrian Bank sangat membantu dalam interaksi antara petugas dengan nasabah.

Dengan adanya mesin antrian, maka transaksi antara nasabah dengan pegawai akan lebih efektif dan efisien. Nasabah juga tidak perlu menunggu terlalu lama, karena nasabah dapat mengetahui gilirannya pada nomor antrian yang sudah diambil dari ticketing dispenser / ticketing kiosk. Tidak hanya itu, Pegawai pun menjadi lebih fokus dalam melayani nasabahnya, karena tidak ada nasabah lain yang menganggu.











Monday, August 24, 2015

Langkah-Langkah Konversi Teks Anekdot Menjadi Teks Drama Pendek

Ada beberapa bentuk teks anekdot, yakni naratif (monolog), dialog (drama), dan puisi.
Bentuk teks anekdot bisa diubah dari naratif (monolog) menjadi dialog (drama) atau sebaliknya dari dialog (drama) menjadi teks monolog (naratif).
Teks naratif
Teks naratif adalah teks cerita.
Teks naratif anekdot harus memiliki kejelasan tokoh, alur peristiwa, dan latar.

Drama
Drama adalah cerita sandiwara.
Ciri-ciri drama adalah menggunakan dialog dalam bercerita. Selain itu, ekspresi tokoh juga dilukiskan dalam bentuk mimik dan pantomimik.

Langkah-langkah mengubah teks anekdot naratif menjadi teks drama:
1.  Bacalah teks anekdot dengan cermat.
2.  Cermatilah tokoh dan apa yang dikatakan oleh tokoh (kalimat langsung).
Ciri kalimat tidak langsung adalah sebagai berikut.
a.  Tidak menggunakan tanda petik
b.  Bentuk kalimat berita
c.  Menggunakan kata ganti orang ketiga: ia, -nya, mereka
    Contoh: Ia berdoa agar orang yang tak ikhlas memberi bantuan dihanyutkan.
Ciri kalimat langsung adalah sebagai berikut.
a.  Menggunakan tanda petik.
b.  Bentuk kalimat adalah kalimat tanya, perintah, ajakan, seru, maupun larangan.
c.  Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua: saya, kamu, kami
     Contoh: Ia berdoa, “hanyutkanlah orang yang tak ikhlas memberi bantuan.”
Ubahlah pernyataan yang menjelaskan keadaan tokoh menjadi ekpresi (mimik dan pantomimik) setelah atau sebelum dialog.

Perhatikan!
KUHP DALAM ANEKDOT

(1) Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
(2) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen, “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
(3) Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
(4) Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
Mari konversi!
KUHP DALAM ANEKDOT
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
Saat sesi tanya-jawab tiba.
Ali : (Ali mengacungkan jari telunjuknya) “Pak, apa kepanjangan dari KUHP?”
Pak Dosen : “O, ya. Pertanyaan yang bagus. Siapa yang tahu kepanjangan KUHP?”(sambil melemparkan pandang ke semua mahasiswa).
Terlihat Ahmad sedang sibuk dengan HP barunya.
Pak Dosen : “Nah, Ahmad, coba kamu jawab apa kepanjangan dari KUHP?”
Ahmad : “Apa, Pak? Kepanjangan KUHP, Pak? Ehm..”
(berpikir sejenak) “Kasih Uang Habis Perkara”
Mahasiswa lain tertawa, sedangkan Pak Dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Pak Dosen : “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Ahmad : “Peribahasa Inggris yang mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak”
Mahasiswa tercengang, berpandang-pandangan, kemudian tertawa terbahak-bahak.

Langkah-Langkah Konversi Teks Anekdot Menjadi Teks Monolog

Sebelumnya, kalian sudah dapat menilai sebuah teks anekdot. Sekarang,kalian akan belajar bagaimana mengonversi teks anekdot tersebut menjadi teks monolog.
Teks naratif
Teks naratif adalah teks cerita.
Teks naratif anekdot harus memiliki kejelasan tokoh, alur peristiwa, dan latar.
Teks monolog
Monolog adalah cerita yang disampaikan oleh satu orang.
Langkah-langkah mengonversi teks naratif menjadi teks monolog:
1.  Bacalah teks dengan seksama
2.  Cermatilah apa yang dikatakan oleh tokoh utama dan tokoh yang lain.
3.  Perhatikan kalimat langsung yang ada dalam teks naratif.
Ciri kalimat tidak langsung adalah sebagai berikut:
a.  Tidak menggunakan tanda petik
b.  Bentuk kalimat berita
c.  Menggunakan kata ganti orang ketiga: ia, -nya, mereka
    Contoh: Ia berdoa agar orang yang tak ikhlas memberi bantuan dihanyutkan.
Ciri kalimat langsung adalah sebagai berikut:
a.  Menggunakan tanda petik
b.  Bentuk kalimat adalah kalimat tanya, perintah, ajakan, seru, maupun larangan.
c.  Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua: saya, kamu, kami
    Contoh: Ia berdoa, “hanyutkanlah orang yang tak ikhlas memberi bantuan.”
Ubahlah dialog tersebut menjadi teks monolog atau dengan satu tokoh saja yang berbicara. Walaupun berbentuk monolog, teks anekdot tetap mempertahankan ciri-ciri teks anekdot, yakni struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda, memiliki amanat, memiliki unsur lucu/konyol/jengkel.

Perhatikan!
KUHP DALAM ANEKDOT
(1) Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
(2) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada Pak Dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak Dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!” 
(3) Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan Pak Dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan Pak Dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
(4) Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
Mari konversi!
KUHP DALAM ANEKDOT
Seorang dosen fakultas hukum sedang memberikan kuliah hukum pidana dalam salah satu kelas.Suasana kelas biasa-biasa saja. Sampai saat sesi tanya jawab berlangsung. Salah satu mahasiswa, Ali, menanyakan tentang kepanjangan KUHP. Dosen tersebut melempar pertanyaan itu untuk mahasiswa lain, Ahmad. Ahmad berkata bahwa dia akan berfikir dulu lalu segera menjawab bahwa KUHP adalah Kasih Uang Habis Perkara. Ahmad berkata bahwa dia tahu hal itu dari pengalaman sebagaimana yang dikatakan dalam peribahasa Inggris yang menyebutkan pengalaman adalah guru yang terbaik. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Evaluasi Teks Anekdot (Kelebihan dan Kekurangan)

Teks anekdot merupakan teks yang lucu/jengkel/konyol tapi mengandung ajaran moral. Oleh sebab itu, teks anekdot sering ditulis/dibaca seseorang untuk menghilangkan rasa stress. Akan tetapi, setiap teks anekdot memiliki tingkat kelucuan/kejengkelan/kekonyolan yang berbeda-beda sehingga tingkat humor pun berbeda-beda.
Teks anekdot yang baik adalah teks yang memiliki unsur lucu/jengkel/konyol, memiliki pesan moral sebagai pencerahan, dan strukturnya jelas.

Untuk mengevalusi teks anekdot, kita memerlukan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini.
1. Siapa partisipan/tokoh dalam teks tersebut?
2. Siapa yang kita sindir?
3. Sudah runtutkah rangkaian peristiwanya?
4. Bagaimana kelengkapan struktur teks abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda?
5. Apakah ada unsur lucu/jengkel/konyol?
6. Apakah anekdot itu memberikan pencerahan bagi pembaca?
7. Bagaimana ketepatan penggunaan bahasa teks anekdot itu?
8. Apakah teks tersebut sesuai dengan topik?
Perhatikan Contoh:
Orang Tuaku Sayang, Anakku Malang
        Setiap hari orang tua Iwan selalu bekerja. Mereka jarang pulang di rumah karena harus mengisi acara seminar maupun diklat. Sudah satu bulan lamanya mereka tidak bertemu anaknya. Rasa kangen pun mendera. Sang bapak ingin menguji anaknya, apakah dia mencintai dan merindukannya.
Bapak: Wan, apakah kamu sayang terhadap orang tuamu?
Iwan: sangat sayang. Aku selalu merindukan ayah dan ibu ketika aku sendiri di rumah (Jawab Iwan bohong)
Bapaknya lega mendengar perkataan Iwan. Beliau percaya kalau anaknya sangat menyayangi orangtua.
Ayahnya kemudian berdoa, “Ya, Allah terimakasih kau telah titipkan hamba seorang anak yang baik. Berikan dia hukuman jika salah.”
Seketika itu, Iwan jatuh dan pingsan.
Bapaknya segera melarikannya ke rumah sakit. Iwan langsung mendapatkan pertolongan tim medis dan masuk ruang ICU. Ayahnya hanya menangis.
Mari evaluasi! 
  • Partisipan yang terlibat dalam teks anekdot di atas adalah Bapak, Iwan, dan tim medis. Tokoh-tokoh tersebut memiliki peran masing-masing.
  • Teks tersebut menyindir orang tua dan anak. Orang tua yang selalu meninggalkan anak karena pekerjaan dan anak yang membohongi orangtua.
  • Rangkaian peristiwa di atas sudah runtut dan logis. Dimulai dengan abstraksi dan ditutup dengan koda. Krisis dalam teks di atas juga memiliki unsur konyol, Ayahnya kemudian berdoa, “Ya, Allah terimakasih kau telah titipkan hamba seorang anak yang baik. Berikan dia hukuman jika salah.” Seketika itu, Iwan jatuh dan pingsan.
  • Bahasa yang digunakan dalam teks tersebut sudah tepat.
  • Judul teks tersebut sudah tepat karena mewakili keseluruhan isi teks.
Dari evaluasi di atas, dapat dikatakan teks anekdot ‘Orang Tuaku Sayang, Anakku Malang’ termasuk teks anekdot yang bagus.

Langkah-Langkah Abstraksi Teks Anekdot

Abstrak bisa dimaknai suatu hal yang penting/inti. Mengabstraksi teks anekdot berarti meringkas teks anekdot. Ringkasan disusun dalam paragraf yang memiliki satu kesatuan makna.

Langkah-langkah mengabstraksi teks anekdot sebagai berikut.
1. Membaca teks anekdot.
2. Menentukan pokok-pokok teks anekdot.

Pokok-pokok teks anekdot sebagai berikut:
1. Partisipan adalah penokohan
2. Peristiwa penting adalah inti peristiwa dari setiap bagian abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda
3. Latar
4. Kelucuan/kejengkelan/kekonyolan
5. Hikmah

Perhatikan Contoh:
POLITISI BLUSUKAN BANJIR
Pada malam Jumat, paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan, termasuk Darman (maaf bukan nama sebenarnya dan bukan sebenarnya nama). Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah. Kebetulan di sana banyak wartawan meliput sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan.
Darman juga tidak mau menyia-nyiakan sorotan kamera wartawan. Dia mencari strategi agar tetap menjadi perhatian media. Darman berusaha masuk ke tempat banjir dan menceburkan diri ke air. Sial baginya, dia terperosok ke selokan dan terseret derasnya air. Darman berusaha sekuat tenaga melawan arus, tetapi tak berdaya, dia hanyut.
Untung regu penolong sangat sigap. Meskipun terseret cukup jauh, Darman masih bisa diselamatkan. Dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal. Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Darman kaget melihat orang yang ada di situ. Semuanya dia kenal, para politisi sedang blusukan. Lebih kaget lagi ketika dia melihat doa tertulis di dinding: “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas”. Darman pingsan!
Mari kita abstraksi!
Partisipan dalam teks di atas adalah Darman, wartawan, regu penolong, masyarakat. Tokoh utama: Darman
    Peristiwa penting Pada malam Jumat, sejumlah politisi melakukan “blusukan” ke daerah-daerah banjir. Mereka membawa sembako untuk dibagi-bagikan kepada korban banjir. Tidak ketinggalan, Darman juga meninjau salah satu daerah yang menjadi korban banjir. Ia menebar senyum dan menjadi pusat perhatian warga. Akan tetapi, Darman sial. Ia terperosok ke selokan dan terseret oleh banjir. Darman ditolong oleh regu penyelamat. Lalu, ia dibawa ke tempat yang aman. Darman pingsan setelah melihat ada tulisan “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas” yang menempel di dinding.

Karakteristik Teks Anekdot

Teks anekdot berbeda dengan teks lain. Ciri yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain adalah sebagai berikut.
1.  Struktur teks
    Teks anekdot yang baik memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda. Tidak selalau teks anekdot memiliki lima bagian tersebut. Akan tetapi, bagian yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi-krisis-reaksi.
  • Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
  • Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
  • Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh (terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan).
  • Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
  • Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
Kaidah teks • Memiliki ajaran moral/mengandung pelajaran • Memiliki unsur lucu/konyol/menjengkelkan • Menyindir • Bahasa, kebahasaan yang sering digunakan dalam penulisan teks anekdot adalah perbandingan, perumpamaan, dan konjungsi temporal dan sebab akibat.
Bandingkan kedua teks berikut ini!
Teks mana yang termasuk teks anekdot?
Teks 1
Tertib lalu lintas harus ditegakkan. Hari ini polisi menggelar operasi di Jalan Was.
Polisi: Mengapa kamu tidak pakai helm
Pengendara: Helm saya hilang, Pak
Polisi: kalau hilang, beli atau bayar denda di sini?
Pengendara: kalau saya beli helm, saya tidak punya uang untuk bayar denda. Pasti nanti saya juga disuruh bayar denda karena saya juga tidak punya SIM.
Polisi:????
Polisi mengeluarkan surat tilang. Motor pengendara harus ditinggal.

Teks 2
Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Dia sahabat baikku. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-wejangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya suatu saat.
Mari kita ulas! 
Teks 1 berbentuk drama sedangkan teks 2 berbentuk cerita. Kedua teks di atas memiliki ajaran/pesan moral. Akan tetapi, teks 1 adalah teks anekdot sedangkan teks 2 bukan teks anekdot. Hal ini disebabkan oleh sebagai berikut.
Teks 1 adalah teks anekdot sebab memiliki struktur sebagai berikut. Abstraksi : Operasi tertib lalu lintas Orientasi : tertib lalu lintas harus ditegakkan Krisis : pengendara ditilang Reaksi : polisi mengeluarkan surat tilang Koda : pengendara harus meninggalkan kendaraan di TKP

Teks 2 tidak memiliki struktur seperti teks 1.
Selain struktur teks, hal yang tampak berbeda dari kedua teks tersebut adalah unsur lucu/jengkel/konyol. Teks 1 memiliki unsur tersebut, sedangkan teks 2 tidak memilikinya.
Teks 1 berisi sindiran terhadap seseorang yang tidak tertib lalu lintas. Sedangkan teks 2 memiliki amanat yang kuat yaitu hidup harus selalu bersyukur dan tidak tamak.

Menyunting Teks Anekdot (Struktur Isi dan Struktur Bahasa)

Menyunting merupakan hal yang dilakukan oleh penulis dengan tujuan memperoleh teks yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika penyuntingan adalah sebagai berikut.
1.  Isi teks 
  • Unsur lucu/jengkel/konyol
  • Ajaran/pesan moral
  • Sindiran
2.  Struktur teks
     Struktur teks anekdot berupa abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda.
  • Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
  • Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
  • Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh.
  • Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
  • Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
    Kaidah bahasa
    a. Pemilihan kalimat yaitu keefektifan kalimat yang digunakan.
    b. Pemiilihan kata yaitu kata yang digunakan baku atau tidak baku.

    Ejaan
   Tanda baca yang digunakan (titik, koma, petik, dsb), penggunaan huruf kecil, kapital, miring, penulisan angka.

Perhatikan Contoh Berikut!Petugas : 5000, Pak
Sopir taksi : Ini (sambil menyerahkan uang lima ribu-an)
Petugas : terimakasih
Taksi pun meninggalkan pintu tol
Datang mobil pribadi.
Sopir mobil : Ini (menyodorkan uang 10.000), ambil saja kembalinya
Petugas : Terimakasih
Datang mobil plat merah
Petugas : Maaf, 5000, Pak
Sopir : Saya pejabat, yang punya jalan ini!
Petugas : Maaf, peraturan, Pak
Sopir : sudah tidak betah bekerja disini?
Petugas bersungut-sungut lalu membukakan pintu tol dengan berat hati. Mobil pun berlalu.
Mari kita sunting!
1.  Isi teks 
  • Teks di atas sudah memilki unsur jengkel yaitu mobil plat merah yang tidak mau membayar jasa tol.
  • Menyindir aparatur negara
  • Memiliki pesan moral yaitu tertib berlalu lintas tanpa memandang status.
Dari analisis di atas, teks termasuk teks anekdot karena sudah memenuhi persyaratan isi.

2.  Struktur teks
Teks di atas memiliki struktur sebagai berikut.
Abstraksi: paragraf pertama, kalimat pertama
Orientasi: paragraf pertama, kalimat kedua
Krisis : paragraf kedua, kalimat kelima
Koda : paragraf ketiga
Teks di atas belum memenuhi teks struktur teks anekdot, yakni bagian orientasi. Agar menjadi teks anekdot yang bagus, perlu ditambahkan bagian orientasi.

Petugas palang pintu tol selalu sigap dalam bekerja. Petugas dengan cepat menerima/mengembalikan uang dan membuka pintu tol.
Jalan tol hari ini sepi. Mobil yang lewat sedikit.

3.  Kebahasaan
Ada beberapa kesalahan penggunaan kata, kalimat, dan ejaan
Penulisan 5000 dan 10.000 seharusnya lima ribu dan sepuluh ribu.
Penulisan disini seharusnya di sini.

Analisis Teks Anekdot

Analisis teks anekdot adalah menguraikan bagian-bagian teks anekdot. Bagian-bagian teks anekdot adalah sebagai berikut.
1. Struktur teks
    Teks anekdot yang baik memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda. Tidak selalau teks anekdot memiliki lima bagian tersebut. Akan tetapi, bagian yang harus ada dalam teks anakedot adalah orientasi-krisis-reaksi.
  • Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
  • Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
  • Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh (terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan).
  • Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
  • Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
Kaidah Bahasa Bahasa yang biasa digunakan dalam teks anekdot sebagai berikut.
Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya.
Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim Contoh: 
  • Peristiwa yang terjadi di Indonesia diandaikan jika terjadi di negeri orang (sindiran dengan pengandaian).
  • Badannya semakin lama semakin kurus seperti es lilin (perbandingan).
  • Orang pintar dikatakan bodoh dan orang bodoh dikatakan pintar (antonim).
Pertanyaan retoris Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Contoh: Apakah kau sudah siap mati?
Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan.
Kalimat yang mengandung unsur lucu/konyol/jengkel.
Konjungsi atau kata hubung Konjungsi yang terdapat dalam teks anekdot adalah konjungsi sebab-akibat dan konjungsi temporal. Konjungsi sebab-akibat, antara lain maka, karena, sebab. Sedangkan konjungsi temporal adalah konjungsi yang menandakan hubungan waktu. Konjungsi temporal bisanya digunakan untuk urutan peristiwa, yakni setelah, lalu, kemudian. Langkah atau tahap menganalisis teks adalah sebagai berikut.
  • Membaca teks
  • Memahami teks
  • Menganalisis struktur teks yaitu memisahkan bagian abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda
  • Menemukan kata kias, konjungsi, kalimat retoris (jika ada)
  • Menemukan kalimat yang mengandung unsur lucu/konyol/jengkel
Menentukan sindiran
Menentukan amanat atau pesan moral

Perhatikan contoh! 
Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh.
“Cepat larinya,” teriak si tua itu pada si keledai, “jangan sampai mereka menangkap kita.”
Tetapi si keledai tetap kalem berjalan.
“Katakan,” ujar si keledai, “jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?”
“Kukira tidak,” jawab si tua.
“Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan kulayani? Toh bebanku sama saja.”
Si tua pun berlari meninggalkan keledai.
Mari kita analisis!
Struktur teks
Abstraksi : Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput
Orientasi : tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh.
Krisis : “Cepat larinya,” teriak si tua itu pada si keledai, “jangan sampai mereka menangkap kita.”
Tetapi si keledai tetap kalem berjalan
Reaksi : “Katakan,” ujar si keledai, “jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?”
“Kukira tidak,” jawab si tua
Koda : Si tua pun berlari meninggalkan keledai Konjungsi yang digunakan: tiba-tiba dan tetapi.
  • Kalimat yang mengandung unsur lucu/jengkel adalah kalimat “Tetapi si keledai tetap kalem berjalan”.
  • Teks tersebut menyindir rakyat yang tidak peduli terhadap siapa pemimimpinnya karena tidak akan mengubah nasibnya.
  • Dari sindiran tersebut, bisa ditarik sebuah amanah yaitu pedulilah terhadap pemimpin karena pemimpinlah yang akan menentukan kebijakan pemerintah (termasuk kebijakan yang akan mengubah nasib rakyatnya).

Sunday, August 23, 2015

Langkah-Langkah Penulisan Teks Anekdot

Sebelumnya, kalian sudah mengetahui struktur dan karakteristik teks anekdot. Kali ini kita akan mempelajari langkah-langkah menulis teks anekdot.
Langkah-langkah menulis teks anekdot sebagai berikut.
1.  Menentukan topik
     Topik adalah ide cerita atau gagasan cerita atau dasar cerita atau apa yang akan diceritakan.
Contoh:
Orang miskin yang mencuri

2.  Mencari bahan referensi
     Bahan yang diperoleh bisa berupa buku/majalah/koran/internet, observasi, dan imajinasi.

3.  Menentukan pesan yang akan disampaikan atau sindiran yang akan disampaikan
     Pesan yang akan disampaikan bisa tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit).
Contoh:
Katakanlah hal kebenaran
Perhatikan kehidupan orang miskin
Kesenangan sesaat akan menghancurkan masa depan

4.  Menentukan unsur lucu/konyol/jengkel
Contoh:
Ibu yang memuji tindakan anak yang salah.

5.  Menentukan alur cerita berdasarkan struktur teks anekdot
     Abstraksi: Di sebuah desa, tinggallah seorang ibu dan anaknya.
     Orientasi : Keluarga itu sangat miskin. Mereka kelaparan.
     Krisis : Ibu memuji tindakan Hasan (mencuri).
     Reaksi : Hasan babak belur dihajar massa.
     Koda :Ibunya menangis.

6.  Mengembangkan teks anekdot
     Abstraksi
     Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur.

     Orientasi
   Hasan sangat lapar.  Ia pun pergi dari rumah,  siapa tahu ada  orang  yang  berbelas kasihan terhadapnya dengan memberi makan kapadanya. Tapi tak seorang pun yang belas kasih kepadanya.

      Krisis
     Akhirnya Hasan punya akal panjang yaitu mencuri buah durian milik tetangga yang kikir itu.Dia pulang ke rumah membawa sebuah durian.Ibunya pun senang melihat kedatangan Hasan yang membawa makanan.Ibunya pun memuji tindakan Hasan.“Lain kali lebih banyak, ya, Nak! Tidak hanya satu!“ kata ibunya dengan polos.

      Reaksi
     Waktu terus berjalan, tapi tetap tak ada sesuatu yang bisa dimasak oleh Ibu Hasan.Hasan teringat buah durian.Hasan pun pergi ke kebun.Diambilnya dua buah durian.Tapi naas bagi Hasan, warga sudah menghadangnya. Hasan dihakimi oleh massa.
“Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku.”Hasan menjerit kesakitan.Ibunya hanya diam.
“Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini?” kata kepala kampung.
“Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga
Ibunya hanya bisa melihat anak yang malang itu dihakimi massa.

       Koda
  Setelah warga selesai melampiaskan amarah dan  meninggalkannya,  ibunya datang memeluknya.Tapi Hasan malah memukul ibunya.Ibunya jatuh tersungkur di tanah. “Kenapa ibu dulu tidak memarahiku ketika aku mencuri pertama kali?” tanya Hasan.

Menyunting Teks Anekdot
Menyunting yaitu mengoreksi teks yang sudah dibuat. Koreksi teks berdasarkan kesesuaian isi dengan topik, kaidah, dan bahasa.

Merevisi teks sesuai dengan hasil suntingan
Pada tahap ini, penulis menulis ulang teks yang sudah disunting/dikoreksi.

Pengendapan ide
Teks yang sudah dibuat diendapkan dulu atau ditinggalkan dulu, setelah beberapa jam, teks yang sudah ditulis bacalah! Apakah masih ada yang salah?Atau sudah sesuai dengan harapan?Kalau masih ada yang salah perlu dibenahi lagi.

Memberi judul
Judul yang dipilih haruslah yang menarik pembaca.

Perhatikan!
Keluarga Miskin dan Durian

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur.Hasan sangat lapar. Ia pun pergi dari rumah, siapa tahu ada orang yang berbelas kasihan terhadapnya dengan memberi makan kapadanya. Tapi tak seorang pun yang belas kasih kepadanya

Waktu terus berjalan, tapi tetap tak ada sesuatu yang bisa dimasak oleh Ibu Hasan. Hasan teringat buah durian. Hasan pun pergi ke kebun. Diambilnya dua buah durian. Tapi naas bagi Hasan, warga sudah menghadangnya. Hasan di hakimi oleh massa.
“Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku.” Hasan menjerit kesakitan. Ibunya hanya diam.
“Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini?” kata kepala kampung.
“Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga.
Ibunya hanya bisa melihat anak yang malang itu dihakimi massa.

Setelah warga selesai melampiaskan amarah dan meninggalkannya, ibunya datang memeluknya. Tapi Hasan malah menampar dan memukul ibunya. Ibunya jatuh tersungkur di tanah. “Kenapa ibu dulu tidak memarahiku ketika aku mencuri pertamakali?” tanya Hasan.

Membandingkan Struktur Isi dan Ciri-Ciri Bahasa 2 Teks Anekdot

Dalam hal membandingkan dua teks anekdot, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bacalah teks dengan cermat
2. Pahami makna kedua teks
3. Bandingkan strukur dan kaidah kebahasaan kedua teks

Struktur teks anekdot yang lengkap meliputi lima bagian yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Bagian yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi,krisis, dan reaksi. 
1. Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita
2. Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. 
3. Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik 
4. Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul
5. Koda yaitu penutup cerita

Bahasa teks anekdot
  1. Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya, bisa berupa ungkapan, peribahasa, ataupun majas.
  2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.
  3. Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
  4. Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan.
  5. Konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi temporal (penanda waktu) dan konjungsi sebab-akibat.

Teks anekdot dapat berupa puisi, drama, maupun monolog.

Perhatikan!
Teks I
  1. Orang miskin biasanya menganggap pergantian pemimpin hanya sekedar pergantian satu majikan pada majikan lainnya.
  2. Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput saat tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh.
  3. “Cepat larinya,” teriak si tua itu pada si keledai, “jangan sampai mereka menangkap kita.”
  4. Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?”
  5. “Kukira tidak,” jawab si tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan kulayani? Toh bebanku sama saja.” 
  6. Si tua pun berlari meninggalkan keledai.

Teks II
  1. Para sungai berdemo protes pada lautan.
  2. Para sungai : Kenapa saat kami memasuki lautan, kami masih segar dan enak diminum. Tetapi mengapa kau buat asin dan tak dapat diminum setelah kami berada di dalammu?
  3. Laut : Jangan datang jika kau tak mau jadi asin!

Mari bandingkan!
Kedua teks tersebut dikatakan teks anekdot karena keduanya memiliki unsur lucu/konyol/jengkel, serta memiliki pesan moral. Pesan moral teks I adalah setiap pemimpin pasti memiliki sebuah kebijakan/peraturan dan jangan menganggap nasib kita akan sama ketika pimpinan kita ganti. Sedangkan teks II memiliki ajaran yaitu orang yang benar-benar melindungi kita (laut) terkadang kita masih menyangkal dengan berbagai alasan yang logis. 
Kedua teks di atas memiliki bentuk teks yang berbeda. Teks pertama berbentuk narasi (monolog) sedangkan teks kedua berbentuk drama (dialog).

Struktur teks I
Abstraksi : paragraf 1 (penggambaran cerita)
Orientasi : paragraf 2 (awal/konteks cerita)
Krisis : paragraf ke 3 (munculnya masalah)
Reaksi : paragraf 4 dan 5 (tanggapan tokoh si keledai)
Koda : paragra 5 (penutup cerita)

Struktur teks II
Orientasi : paragraf 1
Krisis : Paragraf 2
Reaksi : paragraf 3

Bahasa yang digunakan teks pertama menggunakan kalimat pengandaian. Tokoh si keledai berandai-andai jika dia tertangkap musuh bebannya tidak akan berubah. Sedangakan teks kedua menggunakan sindiran lewat pengandaian yaitu jika sungai tak mau berubah rasa jangan bermuara ke laut.

Poin Penting
Berdasarkan strukturnya kita dapat membandingkan dua teks anekdot dari abstraksi, orientasi, krisi, reaksi, atau koda.
Berdasarkan bahasa kita dapat membandingkan kedua teks anekdot berdasarkan bahasa yang dipakainya dengan mengamati majas, ungkapan, pesan, pengandaian atau kalimat retoris yang ada di dalamnya.

Makna Kata, Istilah dan Ungkapan dalam Teks Anekdot

Pada materi sebelumnya, kalian sudah mengetahui bagaimana menginterpretasi teks anekdot. Dalam interpretasi, kita harus menyimak teks dengan saksama. Kita harus mengerti makna dari setiap kalimat dan hubungan di antara kalimat yang membangunnya. Interpretasi yang utuh dihasilkan dari pemaknaan yang utuh terhadap teks. Selanjutnya, sebagai pendalaman dari interpretasi, kita akan belajar tentang makna kata, istilah, dan ungkapan. Ketiga hal tersebut penting untuk diketahui dalam pemaknaan teks anekdot.

Makna kata
     Makna kata terdiri dari makna denotasi dan makna konotasi. Makna denotasi dapat kita temukan dalam kamus bahasa. Namun, makna konotasi tidak dapat ditemukan dalam kamus bahasa. Makna konotasi adalah makna yang berdasarkan pada latar belakang emosi tertentu.
Perhatikan perbedaannya!
1. Pak Kamil memelihara 5 kambing hitam.
2. Dia merasa sudah dijadikan kambing hitam dalam peristiwa kebakaran semalam.

Kata kambing hitam pada kalimat pertama bermakna denotasi yang artinya kambing yang berwarna hitam.
Kata kambing hitam dalam kalimat kedua bermakna konotasi yaitu dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan.

Istilah
    Istilah dalam bahasa Indonesia adalah kata yang merujuk pada konsep yang khas dari bidang tertentu.
Contoh istilah:
Benalu artinya tanaman yang menempel pada tanaman lain dan mengambil makanan dari tanaman yang dijadikan inangnya.
Suku cadang artinya komponen kendaraan yang dicadangkan untuk perbaikan kerusakan.

Ungkapan
Ungkapan adalah gabungan kata yang menghasilkan makna baru. 
Contoh
1. Tangan besi artinya memerintah dengan keras
2. Bertangan dingin artinya selalu berhasil dalam melakukan sesuatu
3. Naik kuda hijau artinya dalam keadaan mabuk

Setelah mengetahui tentang makna kata, istilah, dan ungkapan. Perhatikanlah contoh anekdot berikut ini!

Di sebuah desa kecil. Banyak orang kehilangan ayam. Setiap malam mereka selalu berjaga untuk menangkap pencuri ayam. Tapi suatu hari, ada warga yang melihat tetangganya sedang mengurung ayam miliknya.
Pemilik ayam : Kau pencuri, ya?
Tetangga : Aku tidak mencuri ayammu. Ayammu yang datang kepadaku. Ayammu selalu buang kotoran di teras saya. Ayam siapa pun yang mengganggu kenyamananku, pasti akan saya kurung dan kujual.
Pemilik ayam: Padahal, saya sudah peringatkan kepada ayam-ayamku, jangan buang kotoran di teras tetangga kita. Bertelorlah di sana, pasti tetangga kita akan senang. Tapi ayam-ayamku tidak ada yang mau mendengar. Ternyata ayamku hilang ditangkap oleh serigala berbulu domba. Saya kira dicuri maling.

Bagaimana ulasannya?
Dalam teks di atas terdapat kelompok kata serigala berbulu domba. Kelompok kata itu memiliki makna kelihatannya orang baik-baik tetapi memiliki perangai yang buruk. 
Makna kelompok kata sesuai dengan teks anekdot di atas adalah tetangga yang selama ini dikenalnya baik tetapi ternyata jahat. Tetangga itu menyembunyikan dan menjual setiap ayam yang masuk ke halamannya.

Poin penting
  1. Kita harus memaknai setiap kata, istilah, dan ungkapan secara utuh dalam konteks kalimat sehingga jelas pengertian dan maksudnya.
  2. Istilah dapat bermakna denotasi atau konotasi sesuai dengan konteks kalimatnya.

Wednesday, August 19, 2015

Sekilas Sejarah Undang-Undang Dasar Tahun 1945 RI

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.
'45, adalah hukum dasar tertulis

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amendemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Sebelum dilakukan amendemen, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.

Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 16 bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.

Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002, diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

Sejarah Awal 
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPKI untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949) 
Dalam kurun waktu 1945-1950, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa kekuasaan legislatif diserahkan kepada KNIP , karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensial ("Semi-Parlementer") yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan perubahan pertama dari sistem pemerintahan Indonesia terhadap UUD 1945.

Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950)
Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer. Bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang di dalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. Ini merupakan perubahan dari UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan.

Periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950 - 5 Juli 1959)
Pada periode UUDS 1950 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut Demokrasi Liberal. Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti, akibatnya pembangunan tidak berjalan lancar, masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya. Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun, maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok, karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945.
Periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959 - 1966)
Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu.

Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, di antaranya:
  • Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara
  • MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
Periode UUD 1945 masa orde baru (11 Maret 1966 - 21 Mei 1998)
Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.
Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral", di antara melalui sejumlah peraturan:
  • Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya
  • Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.
  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983.
Periode 21 Mei 1998 - 19 Oktober 1999
Pada masa ini dikenal masa transisi. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B.J.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI.

Periode Perubahan UUD 1945
Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amendemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensial.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amendemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:
  • Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945
  • Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945
  • Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945
  • Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945
Sumber : Wikipedia

Asal-Usul Semboyan Bhineka Tunggal Ika

Sebagai generasi bangsa ini, penting bahkan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memahami tentang Semboyan Bangsa "Bhineka Tunggal Ika". Akan tetapi sebelum menjelaskan pengertian dan makna bhineka tunggal ika, ada baiknya kita menelusuri asal mula lahirnya semboyan tersebut sebagaimana diungkapkan Suhandi Sigit Dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (2012:196). Ia mengemukakan bahwa ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV di masa Kerajaan Majapahit.
Dalam kitab tersebut Mpu Tantular menulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua).

Ungkapan bahasa Jawa Kuno di atas secara harfiah mengandung arti bhinneka (beragam), tunggal (satu), ika (itu) yaitu beragam satu itu. Doktrin ini awalnya dimaksudkan agar antara agama Buddha (Jina) dan agama Hindu (Siwa) dapat hidup berdampingan dengan damai dan harmonis, sebab hakikat kebenaran yang terkandung dalam ajaran keduanya adalah tunggal (satu).

Sekitar Sembilan puluh hari sebelum Proklamasi, Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi pembicaraan terbatas antara Muhammad Yamin, Bung Karno, I Gusti Bagus Sugriwa dalam sidang-sidang BPUPKI. Bahkan Bung Hatta sendiri mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah ciptaan Bung Karno setelah Indonesia merdeka. Setelah beberapa tahun kemudian ketika merancang Lambang Negara Republik Indonesia dalam bentuk Garuda Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dimasukkan ke dalamnya.

Secara resmi lambang tersebut dipakai dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin Bung Hatta pada 11 Februari 1950 berdasarkan rancangan yang dibuat oleh Sultan Hamid II (1913-1978). Dalam sidang tersebut muncul beberapa usulan rancangan lambang negara, kemudian yang dipilih adalah usulan yang dibuat Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin, dan rancangan dari Sultan Hamid yang kemudian ditetapkan.

Para pendiri bangsa Indonesia yang sebagian besar beragama Islam tampaknya cukup toleran untuk menerima warisan Mpu Tantular tersebut. Sikap toleran ini merupakan watak dasar suku-suku bangsa di Indonesia yang telah mengenal beragam agama, berlapis-lapis kepercayaan dan tradisi, jauh sebelum Islam datang ke Nusantara.

Makna Bhinneka Tunggal Ika
Di kaki Burung Garuda Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Kata-kata tersebut dapat pula diartikan : Berbeda-beda tetapi tetap satu itu.

Bhinneka Tunggal Ika dalam Persatuan Indonesia bermakna walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan. Penjelmaan persatuan bangsa dan wilayah negara Indonesia tersebut disimpulkan dalam PP. No. 66 tahun 1951 tentang lambang Negara Republik Indonesia, yang diundangkan tanggal 28 Nopember 1951, dan termuat dalam Lembaran Negara No. II tahun 1951.

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia, dimana kita haruslah dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, warna kulit dan lain-lain.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan memiliki adat istiadat, bahasa, aturan, kebiasaan dan lain-lain yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dimana setiap orang hanya akan mementingkan dirinya atau daerahnya sendiri tanpa perduli kepentingan bersama. Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini akan terpecah belah.

Terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, diawali dengan kesadaran nasional akan persatuan dan kesatuan bangsa. Kesadaran akan satu kesatuan kebangsaan Indonesia berawal akan persamaan senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah. Seluruh rakyat Indonesia sama-sama menderita selama penjajaan oleh bangsa lain. Penderitaan ini mendorong rakyat di berbagai daerah melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Walaupun rakyat di daerah-daerah telah mengorbankan jiwa raga, harta benda untuk mengusir penjajah, namun berakhir pada kekalahan.

Lahirnya golongan terpelajar di berbagai daerah mendorong kesadaran nasional untuk mengusir penjajahan. Inilah yang disebut kebangkitan nasional, yang muncul di awal tahun 1908. Semangat persatuan sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia mulai disadari oleh seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan tidak hanya untuk kepentingan daerah masing-masing, namun untuk kepentingan seluruh daerah dan rakyat Indonesia.

Itulah gambaran ringkas asal mula lahirnya semboyan dan makna bhineka tunggal ika. Semoga pengertian dan makna bhineka tunggal ika terpatri dalam setiap jiwa anak-anak bangsa yang mendambakan terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Thursday, August 13, 2015

Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013 didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Kurikulum bukan hanya merupakan sekeumpulan daftar mata pelajaran karena mata pelajaran hanya merupakan sumber materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi.
  2. Kurkulum didasarkan pada standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program pendidikan. Sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai wajib Belajar 12 tahun maka Standar Kompetensi Lulusan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum adalah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan selama 12 tahun.
  3. Kurikulum didasarkan pada model kurikulum berbasis kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran.
  4. Kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kompetensi Dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik sesuai dengan kaidah kurikulum berbasis kompetensi.
  5. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat.
  6. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar.
  7. Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni.
  8. Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  9. Kurikulum harus diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat,
  10. Kurikulum didasarkan kepada kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
  11. Penilaian hasil belajar ditujukan untuk mengetahui dan memperbaiki kompetensi. Instrumen penilaian hasil belajar adalah alat untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki setiap peserta didik atau kelompok peserta didik. Kekurangan tersebut harus segera diikuti dengan proses memperbaiki kekurangan dalam aspek hasil belajar yang dimiliki seorang atau sekelompok peserta didik.

Proses Pembelajaran Kurikulum 2013

Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran ekstrakurikuler.
Pembelajaran Ididasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini.
  1. Proses pembelajaran intrakurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah, dan masyarakat.
  2. Proses pembelajaran di SD/MI berdasarkan tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru.
  3. Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif untuk menguasai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada tingkat yang memuaskan (excepted).
  4. Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten kompetensi yaitu pengetahuan yang merupakan konten yang bersifat mastery dan diajarkan secara langsung (direct teaching), keterampilan kognitif dan psikomotorik adalah konten yang bersifat developmental yang dapat dilatih dan diajarkan secara langsung, sedangkan sikap adalah konten developmental dan dikembangkan melalui proses pendidikan yang tidak langsung.
  5. Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmental dilaksanakan berkesinambungkan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya dan saling memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
  6. Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan belajar yang terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak langsung bukan kurikulum tersembunyi karena sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tidak langsung harus tercantum dalam silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru,
  7. Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulis), menganalisis (menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun cerita/konsep), mengkomunikasikan (lisan, tulis, gambar, grafik, tabel, chart, dll).
  8. Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kelemahan yang ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan, dan tugas setiap peserta didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok atau kelas sesuai dengan hasil jawaban peserta didik.
  9. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan.
Pembelajaran Ekstrakurikuler
Pembelajaran ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas yang dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara rutin setiap minggu. Kegiatan ekstrakurikuler terjadi atas kegiatan wajib dan pilihan. Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib. Ekstrakurikuler wajib dinilai yang hasilnya sebagai unsur pendukung kegiatan intrakurikuler.

Karakteristik Kurikulum 2013

Untuk dapat memahami lebih lanjut terkait dengan Kurikulum 2013, berikut ada beberapa
kompetensi yang meruapakan karakteristik dari Kurikulum 2013, sebagai berikut.

  1. Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
  2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa aktif.
  3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari pserta didik untuk suatu tema untuk SD/MI. dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA. SMK,MAK.
  4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan menengah diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah pada kemampuan inteletual (kemampuan kognitif tinggi).
  5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
  6. Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
  7. Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (SD/MI) atau kelas dan satu mata pelajaran (SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut.
  8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk mata pelajaran dan kelas tersebut.

Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.

Tantangan Internal
Ada beberapa tantangan internal yang menjadi rasionalitas dalam pengembangan Kurikulum 2013, sebagai berikut.


  1. Pemenuhan 8 (delapan) Standa Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan.
  2. Perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan.
Tantangan Eksternal
Dalam menghadapi tantangan eksternal juga terdapat tantangan-tantangan berikut.
  1. Tantangan masa depan antara lain globalisasi, kemajuan teknologi informasi.
  2. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk megerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan memiliki kesiapan untuk bekerja.
  3. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter.
  4. Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain Neurologi, Psikologi, Observation, Based (Discovery) learning dan Collaborative Learning.
  5. Fenomena negatif antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, dan kecurangan dalam ujian (contek, kerepek)
Penyempurnaan Pola Pikir
Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir dalam proses pembelajaran sebagai berikut ini.
  • Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa.
  • Dari satu arah menuju interaktif.
  • Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.
  • Dari pasif menuju aktif-menyelidiki.
  • Dari maya/abstraks menuju konteks dunia nyata.
  • Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim.
  • Dari luas menuju prilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.
  • Dari stimulasi rasa tunggak menuju stimulasi ke segala penjuru.
  • Dari alat tunggal menuju alat multimedia.
  • Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
  • Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan.
  • Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.
  • Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan.
  • Dari pemikiran faktual menuju kritis.
  • Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.
Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Penyusunan Kurikulum 2013 dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik, tujuan pendidikan nasional, dan kebutuhan. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional. Guru lebih diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru.

Pendalaman dan Perluasan Materi
Berdasarkan analisis hasi PISA 2009, ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA (Programme Internatunale for Student Assesment), hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level tiga saja, sementara negara lainyang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam).
Analisis hasil TIMSS tahun 2007 da 2011 di bidang matematikan dan IPA untuk peserta didik kelas 2 SMP juga meunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Untuk bidang Matematika, lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah, sementara misalnya di Taiwan hampir 50% peserta didiknya mampu mencapai level tinggi dan advance.
Untuk bidang IPA, pencapaian peserta didk kelas 2 SMP juga tidak jauh berbeda dengan pencapaian yang mereka peroleh untuk bidang matematika. Hasil studi pada tahun 2007 dan 2011 menunjukkan bahwa lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah, sementara hampir 40% peserta didik Taiwan mampu mencapai level tinggi dan lanjut (advanced).
Hasil studi Internasional untuk reading dan literacy (PIRLS) yang ditujukan untuk kelas IV SD juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil studi untuk tingkat SMP seperti yang dipaparkan terdahulu. Dalam hal membaca, lebih dari 95% peserta didik Indonesia di SD kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advanced.
Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS dan PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori yaitu:
  1. Low mengukur kemampuan sampai level knowing.
  2. Intermediated mengukur kemampuan sampai level applying.
  3. High mengukur kemampuan sampai level reasoning.
  4. Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information.
Dalam kaitan itu, perlu dilakukan langkah penguatan materi dengan mengevaluasi ulang ruang lingkup materi yang terdapat di dalam kurikulum dengan cara meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi peserta didik, mempertahankan materi yang sesuai dengn kebutuhan peserta didik, dan menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional.

Latar Belakang Perlunya Pengembangan Kurikulum 2013

Pada dasarnya setiap perubahan yang terjadi dalam kurikulum, umumnya merupakan proses pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan-perubahan tersebut terjadi, salah satunya adalah kondisi yang terjadi di lapangan dan kemajuan zaman. Sebab jika tidak diikuti dengan perubahan pula, maka bukan sesuatu yang tidak mungkin jika kita akan berada pada posisi yang terbelakang. Perlu diingat bahwa pendidikan menjadi barometer penting untuk melihat kemajuan suatu bangsa, begitu pula halnya dengan di Indonesia. Kualitas pendidikan harus tetap diutamakan.
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:
  1. Manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah,
  2. Manusia terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.
  3. Warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.
Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Tuesday, August 11, 2015

Begini Cara Atasi Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat akibat flu dan batuk merupakan penyakit yang menyerang kita kapan saja. Hidung tersumbat akan membuat saluran pernafasan terganggu dan membuat kita tidak nyaman dan sangat menggangu.

Terkadang hidung tersumbat memang sangat sulit diatasi. Walaupun telah memakai inhaler dan juga balsem untuk melegakan hidung, tetap saja hidung kita akan tersumbat dan walau dalam keadaan dan posisi apapu tetap tidak nyaman.

Nah, hidung tersumbat tentunya menjadi hal yang harus cepat diatasi, dengan cara yang mudah dan juga alami. Para sahabat berikut cara-cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat.

1.  Mandi Air Hangat
   Mandi air hangat bisa membantu mengatasi masalah hidung tersumbat. Uap dari air dapat menembus hidung dan melegakannya.

2.  Air
    Sangat  penting  untuk menjaga  tubuh  tetap  terhidrasi  sepanjang  waktu.  Hal ini secara tidak langsung dapat meringankan saluran hidung yang teriritasi dan mencegah penyumbatan sinus. Anda bisa minum air hangat untuk mengeluarkan racun dari tubuh dan melegakan hidung tersumbat.

3.  Posisi Kepala Saat Tidur
    Tinggikan kepala dengan menopangnya dengan bantal tambahan. Ini akan memungkinkan lendir yang terjebak dalam hidung untuk keluar. Selain itu, cara ini juga cukup efektif untuk membuat waktu tidur Anda tidak terganggu karena kesulitan bernapas.

4.  Minuman Jeruk Hangat
    Cara terbaik untuk mencegah  hidung  tersumbat  adalah  dengan minum air jeruk nipis hangat. Minuman sehat ini juga membantu Anda menjaga kekebalan tubuh. Apalagi jika ditambahi dengan madu.

5.  Makan Makanan Pedas
     Mengonsumsi makanan panas adalah cara terbaik untuk melegakan hidung tersumbat. Rasa pedas dari makanan akan membuat lendir mengalir keluar dengan sendirinya.

6.  Steaming
    Ini adalah cara terbaik untuk menenangkan peradangan dan membuat Anda bisa bernapas dengan mudah, ketika Anda mengalami masalah hidung tersumbat Anda. Ambil baskom berisi air mendidih dan kurungi kepala Anda dengan handuk sehingga uap langsung terhirup ke hidung dan mengenai wajah. Ini dapat mengalirkan lendir dan racun dari tubuh Anda.

7.  Teh herbal
     Teh herbal adalah obat paling aman untuk mengatasi hidung tersumbat. Uap yang dilepaskan oleh tumbuh-tumbuhan akan membantu menenangkan iritasi di saluran hidung. Teh herbal juga digunakan untuk mengencerkan lendir dan memperbaiki drainase hidung.

8. Minyak Kayu Putih
    Ini adalah salah satu obat herbal yang baik untuk hidung tersumbat. Tuang beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air mendidih dan hirup uap air itu selama 10 menit. Hidung akan kembali lega dan tak tersumbat.

9.  Sup Ayam
    Sup ayam adalah obat yang sangat baik untuk hidung tersumbat. Semangkuk supa ayam hangat adalah cara terbaik untuk membuka hidung yang tersumbat. Ini berisi sistein, yang meredakan sumbatan pada hidung dan merilis lendir yang pada akhirnya membuka penyumbatan di hidung.

10.  Berkumur Dengan Garam
    Masukkan garam ke dalam air hangat. Aduk hingga larut. Berkumurlah beberapa kali dengan larutan tersebut. Ini adalah cara terbaik untuk mengalirkan lendir dan membuka sumbatan pada hidung Anda.

Cara-Cara Alami Mengobati Batuk Berdahak

Batuk merupakan penyakit yang berasal dari virus. Biasanya batuk juga disertai oleh flu dan disertai dengan dahak. Penyakit ini akan sangat menyiksa anda, selain karena dada sakit sebab terjadi banyak gerakan saat batuk, ia juga akan mengganggu tidur jika tiba-tiba anda harus terbangun saat batuk.

Mengobati batuk dengan alami tentunya baik untuk anda aplikasikan, selain harus mengobatinya dengan obat dokter juga harus ditunjang dengan beberapa treatment. Berikut 10 Cara Alami Mengobati Batuk Berdahak.
 
1.  Teh Jahe
     Irisan jahe sebaiknya anda campurkan dengan teh. Teh jahe sangatlah baik untuk mengatsi batuk berdahak dan telah dipercaya oleh banyak masyrakat di negara-negara Asia. Mengonsumsinya 2 kali dalam sehari akan membantu anda untuk mengatsi batuk berdahak. 

2.  Belimbing Wuluh
     Membuat ramuan dengan belimbing wuluh akan sangat bermanfaat. Bunga belimbing wuluh juga terbukti dapat membantu meringankan batuk. Ambil kira-kira satu genggam bunga belimbing wuluh, kemudian campurkan dengan beberapa butir adas, tambahkan gula dan secangkir air, lalu ditim. Setelah agak dingin, saringlah ramuan tersebut dan siap untuk diminum.
3.  Jeruk Nipis
     Tentunya jeruk nipis juga akan sangat membantu.. Perasaan air jeruk nipis dicampus dengan madu dan air matang. 1 sendok makan air jeruk nipis dan 3 sendok makan madu murni serta 5 sendok makan air matang ditim selama 30 menit. Takaran untuk meminum ramuan ini adalah 1 sendok teh sehari dua kali. Obat batuk tradisional lainnya yang terbuat dari jerun nipis adalah campuran jeruk nipis dan kecap. Ramuan ini lebih gampang, air jeruk nipis hanya dicampur dengan kecap dan diminum sehari dua kali sebanyak satu sendok teh.
4.  Kunyit
     Kunyit merupakan salah satu bahan untuk meredekan batuk berdahak. Tambahkan 1/2 sendok teh kunyit yang telah ditumbuk dan madu ke dalam satu gelas susu. Kunyit mempunyai khasiat alami yang bisa menghilangkan batuk. 
5.  Madu dan Lada Putih
     Lada putih juga memiliki khasiat yang baik. Campurkanlah lada putih pada teh madu anda maka batuk berdahak bisa anda atasi secepatnya.
 
6.  Daun Asam Muda
    Daun asam muda juga dapat berfungsi menyembuhkan batuk kering. Caranya, ambil daun asam muda setengah genggam, kemudian campurkan dengan daun saga manis, kayu manis, dan gula batu secukupnya. Rebus dengan api kecil sampai mendidih dan saring. Ramuan obat siap untuk diminum.
7.  Kemangi
    Daun kemangi selain memiliki wangi yang khas, ia juga bisa anda gunakan sebgai nahan ramuan untuk mengatasi batuk berdahak. Sediakan 1-2 gelas air putih, 2-3 daun kemangi, dan rebus menjadi satu. Minum ramuan hangat ini supaya batuk leikas hilang.

 8.  Daun Sirih
    Ramuan yang berbahan dasar daun sirih ini, tentunya memiliki rasa yang cukup aneh. dengan mengambil sirih kira-kira lima lembar, tambahkan cengkeh, kemukus, kapulaga, dan kayu manis. Kemudian rebus semua bahan dengan air sebanyak dua gelas. Tunggu hingga air rebusan menjadi kira-kira satu setengah gelas. Angkat dan saring air tersebut. Minum kira-kira satu sendok makan sebanyak tiga kali sehari.



9.  Bunga Mawar
    Selain indah dan menawan bunga mawar juga menyimpan khasiat yang bagus.Bunga mawar ternyata juga berkhasiat untuk menyembuhkan batuk. Resepnya adalah ambil bunga mawar segar kira-kira sepuluh gram, kemudian tim dengan air secukupnya dan tambahkan gula batu sesuai selera. Minum sebanyak dua kali sehari.


10. Perbanyak Minum Air Putih Hangat
     Air hangat akan sangat membantu untuk melancarkan dahak keluar dari tenggorokan, sehingga batuk berdahak dapat anda obati dengan alami dengan mengonsumsi air hangat.

Wednesday, August 5, 2015

Interpretasi Isi Teks Anekdot

Interpretasi menurut KUBI adalah tafsiran. Tafsiran yang mendalam diperlukan untuk bisa memahami dan memaknai pelajaran atau menangkap kandungan hikmah di dalam cerita teks anekdot.
Tahap-tahap pemaknaan teks sebagai berikut.
1.  Membaca secara keseluruhan teks anekdot.
2.  Memahami tema, alur, tokoh, dan latar cerita.
     Tema adalah pokok cerita atau dasar pemikiran.
     Alur adalah rangkaian peristiwa.
     Tokoh adalah partisipan yang terlibat.
     Latar adalah tempat terjadinya peristiwa. Latar ada tiga macam yaitu latar tempat, latar waktu, 
     dan latar budaya
3. Menangkap unsur lucu/konyol/jengkel.
4. Menangkap kalimat sindiran/amanat.

Bacalah teks anekdot dibawah ini!
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur. Hasan sangat lapar. Ia pun pergi dari rumah, siapa tahu ada orang yang berbelas kasihan terhadapnya dengan memberi makan kapadnya. Namun, tak seorang pun yang belas kasih kepadanya. Akhirnya, Hasan punya akal panjang yaitu mencuri buah durian milik tetangga yang kikir itu. Dia pulang ke rumah membawa sebuah durian.
Ibu-nya pun senang melihat kedatangan anaknya yang membawa makanan. Ibunya pun memuji tindakan Hasan.
“Lain kali lebih banyak, ya, Nak! Tidak hanya satu!“ kata ibunya dengan polos.
Hari ini cuaca lebih cerah. Hasan pun pergi ke kebun. Diambilnya dua buah durian. Tapi naas bagi Hasan, warga sudah menghadangnya. Hasan di hakimi oleh massa.
“Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku.” Hasan menjerit kesakitan. Ibunya hanya diam.
“Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini!” kata kepala kampung
“Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga
Ibunya hanya bisa melihat anak yang malang itu dihakimi massa.
Setelah warga puas melampiaskan amarah dan meninggalkannya, ibunya datang memeluknya. Tapi Hasan malah memukul ibunya. Ibunya jatuh tersungkur di tanah. “Kenapa ibu dulu tidak memarahiku ketika aku mencuri pertamakali. Sekarang jadi seperti ini. Ya Allah, hukumlah Ibu yang tidak menyayangi anaknya!” rintih Hasan.

Mari Interpretasikan!
Setelah kita membaca dengan cermat, teks anekdot di atas memiliki tema main hakim, berlatar di desa dengan latar sosial kehidupan si miskin dan si kaya. Cerita tersebut diperankan oleh Hasan dan ibunya (orang miskin), orang kaya, dan warga. Penyebab konflik cerita di atas adalah kelaparan karena tidak punya makanan yang bisa dimakan.
Dari uraian di atas bisa diambil makna bahwa teks anekdot tersebut memiliki beberapa makna sebagai berikut.
1. Orang kaya yang tidak peduli terhadap orang miskin.
2. Ibu yang tidak menasehati anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan.
3. Warga yang main hakim sendiri.

Makna Kata, Istilah dan Ungkapan dalam Teks Anekdot

Sebelumnya, kalian sudah mengetahui bagaimana menginterpretasi teks anekdot. Dalam interpretasi, kita harus menyimak teks dengan saksama. Kita harus mengerti makna dari setiap kalimat dan hubungan di antara kalimat yang membangunnya. Interpretasi yang utuh dihasilkan dari pemaknaan yang utuh terhadap teks. Selanjutnya, sebagai pendalaman dari interpretasi, kita akan belajar tentang makna kata, istilah, dan ungkapan. Ketiga hal tersebut penting untuk diketahui dalam pemaknaan teks anekdot.

Makna kata
Makna kata terdiri dari makna denotasi dan makna konotasi. Makna denotasi dapat kita temukan dalam kamus bahasa. Namun, makna konotasi tidak dapat ditemukan dalam kamus bahasa. Makna konotasi adalah makna yang berdasarkan pada latar belakang emosi tertentu.
Perhatikan perbedaannya!
1. Pak Kamil memelihara 5 kambing hitam.
2. Dia merasa sudah dijadikan kambing hitam dalam peristiwa kebakaran semalam.
Kata kambing hitam pada kalimat pertama bermakna denotasi yang artinya kambing yang berwarna hitam.
Kata kambing hitam dalam kalimat kedua bermakna konotasi yaitu dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan.

Istilah
Istilah dalam bahasa Indonesia adalah kata yang merujuk pada konsep yang khas dari bidang tertentu.
Contoh istilah:
Benalu artinya tanaman yang menempel pada tanaman lain dan mengambil makanan dari tanaman yang dijadikan inangnya.
Suku cadang artinya komponen kendaraan yang dicadangkan untuk perbaikan kerusakan.

Ungkapan
Ungkapan adalah gabungan kata yang menghasilkan makna baru.
Contoh
1.  Tangan besi artinya memerintah dengan keras
2.  Bertangan dingin artinya selalu berhasil dalam melakukan sesuatu
3.  Naik kuda hijau artinya dalam keadaan mabuk
Setelah mengetahui tentang makna kata, istilah, dan ungkapan. Perhatikanlah contoh anekdot berikut ini!
Di sebuah desa kecil. Banyak orang kehilangan ayam. Setiap malam mereka selalu berjaga untuk menangkap pencuri ayam. Tapi suatu hari, ada warga yang melihat tetangganya sedang mengurung ayam miliknya.
Pemilik ayam : Kau pencuri, ya?
Tetangga : Aku tidak mencuri ayammu. Ayammu yang datang kepadaku. Ayammu selalu buang kotoran di teras saya. Ayam siapa pun yang mengganggu kenyamananku, pasti akan saya kurung dan kujual.
Pemilik ayam: Padahal, saya sudah peringatkan kepada ayam-ayamku, jangan buang kotoran di teras tetangga kita. Bertelorlah di sana, pasti tetangga kita akan senang. Tapi ayam-ayamku tidak ada yang mau mendengar. Ternyata ayamku hilang ditangkap oleh serigala berbulu domba. Saya kira dicuri maling.

Dalam teks di atas terdapat kelompok kata serigala berbulu domba. Kelompok kata itu memiliki makna kelihatannya orang baik-baik tetapi memiliki perangai yang buruk.
Makna kelompok kata sesuai dengan teks anekdot di atas adalah tetangga yang selama ini dikenalnya baik tetapi ternyata jahat. Tetangga itu menyembunyikan dan menjual setiap ayam yang masuk ke halamannya.

Kita harus memaknai setiap kata, istilah, dan ungkapan secara utuh dalam konteks kalimat sehingga jelas pengertian dan maksudnya .Istilah dapat bermakna denotasi atau konotasi sesuai dengan konteks kalimatnya.