Top Ad unit 728 × 90

Air Mata Pendusta Cinta

Air Mata Pendusta Cinta Dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra
“Membaca novel Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy pada dasarnya menceritakan penyesalan seorang lelaki pendusta cinta, hingga ia meneteskan air mata ketika ia sadar akan makna cinta itu sebenarnya.”

Kesedihanku
Dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra, tampaknya kecantikan telah menjadikan dunia dalam kegelapan. Akankah sebuah naluri kerasionalan seorang lelaki hilang hanya karena kekagumannya terahadap kecantikan. Yang dalam novel tersebut adalah gadis-gadis keturunan Cleopatra Mesir. Sebuah keadaan yang sangat tidak diinginkan hanya karena kecantikan sorang suami lupa pada istri sendiri. Sungguh kejamnya akibat dari kecantikan itu, jika dipandang hanya dengan sebelah mata. Artinya bahwa kecantikan dapat menjerumuskan kita, jika kita hanya memandang kecantikkan itu hanya dari sisi luar/fisiknya saja  tanpa melihat dalamnya/hatinya. Apakah wanita tersebut mempunyai hati yang baik, pengertian dan sebagainya.
Lelaki mana yang tidak suka dengan kecantikan. Terlebih saat ini pada kenyataannya sering kita melihat bahwa sebagian besar laki-laki mengagumi kecantikan. Bahkan hanya demi kecantikan seorang wanita yang ia kagumi tersebut. Ia rela melakukan apa saja asal ia bisa memilikinya dan mengabaikan orang-orang disektarnya yang peduli padanya.
Cantik memang indah di lihat, tapi pernahkan kita berpikir bahwa ternyata apa yang kita lihat terkadang dapat menipu diri kita sendiri. Oleh karean itu, jangan heran jika kecantikan seorang wanita dapat mejerumuskan kita ke dalam kejamnya dunia cinta itu sendiri. Jadi janganlah terlalu memuja kecantikan itu. Maknailah kecantikkan itu dengan sewajarnya tanpa harus memuja atau memujinya secara berlebihan. Karena kita tidak sadar bahwa banyak orang yang kita jadikan korbankan hanya gara-gara terlalu memuji kecantikan. Misalnya seorang wanita yang tidak kita anggap canti di mata kita, tetapi ia memiliki hati yang mulai dan peduli kepada kita harus terabaikan. Memang suatu keberuntungan jika kita mendapatkan wanita yang cantik fisik maupun hatinya. Tapi di zaman seperti saat ini, untuk mendapatkan seorang wanita yang cantik dan baik hati sangat sulit sekali. Bahkan dalam novel pudarnya pesona cleopatra ini, seorang suami mengabaikan tanggungjawabnya sebagai suami hanya karena terlalu memuji kecantikan gadis-gadis Mesir. Ia tidak pernah sadar istrinya yang begitu tulus dan setia  mencintainya.
Sesungguhnya kecantiakan itu sifatnya relatif. Artinya bahwa tidak semua lelaki setuju misalnya si A itu cantik. Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa ia itu tidak cantik. Kembali pada persoalan awal mengenai banyaknya lelaki yang terlalu mengagumi kecantikan. Sebenarnya wajar-wajar saja jika para lelaki itu senang akan  kecantikan. Hanya saja jangan terlalu berlebihan samapi-sampai harus mengorbankan banya pihak didalamnya. Termasuk dalam novel pudarnya pesona cleopatra ini. Seorang suami tega mengabaikan istrinya bahkan ia tidak mencintai istrinya sendiri. Coba bayangkan betapa sakit hatinya seorang wanita jika keluarganya tanpa ada cinta dari suaminya. Tetapi pada kenyataanya sering kita temukan para lelaki meneskan air matanya. mengapa ???? karena ia menyadari bahwa tindakannya selama ini salah jika terlalu menaggumi kecantikan wanita dengan harus mengabaikan yang lain.
Inilah yang saya sebut air mata para pendusta cinta. Terutama dalam novel ini dengan begitu jelas dikisahkan bagaiman tangisan seorang lelaki karena akibat terlalu memuji kecantikan, hingga istri sendiri pun dilupakannya. Air mata itu membanjiri kisah  percintaannya. Disaat semua telah terlambat untuk disadari, saat semuanya telah berubah. Ia hanya bisa menangisinya, bayangkan ia sadar ketika anak dan istrinya sudah tidak ada lagi. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Dan itulah akibat dari ambisi seorang lelaki yang memuji kecantikan secara berlebihan. Oleh karean itu, buat para lelaki janganlah terlalu mengagumi kecantikan itu secara berlebihan, sebelum penyesalan itu datang menghampiri kita.
Habiburrahman si penulis novel pudarnya pesona cleopatra ini, begitu menarik  dalam merangkai peristiwa-peristiwa dalam novel tersebut. Meskipun demikian, mungkin salah satu hal yang perlu saya kritisi sedikit yakni tentang alur konflik novel tersbut yang saya rasa terlalu bertele-tele sehingga membuat pembaca  merasa sedikit  jenuh. Akan tetapi hal tersbut tidak mengurangi kualita novel tersebut. Sebuah novel yang memiliki amanat yang sangat luar biasa dan tepat sekali buat laki-laki.
Kembali lagi pada persoalan, bahwa sesungguhnya novel Pudarnya Pesonan Cleopatra ini begitu menari sekali untuk di kupas kembali mengapa bisa air mata pendusta cinta itu menetes. Setelah bertahun-tahun ia menjalani kehidupan berkeluarga tanpa cintanya untuk istrinya, tapi mengapa ia selalu tak bisa mencintai istrinya. Mengapa matanya memang telah dibutakan oleh kecantikan gadis Mesir itu. Atau apakah baginya memiliki gadis Mesir bagaikan ia telah memiliki segalannya di dunia ini. Sebenarnya hanya dia yang tahu, tapi tidak sewajarnya jika seorang suami yang sudah berkeluarga masih memikirkan gadis-gadis lain. Tidakkah ia sadar betapa sesungguhnya istrinya mencintainya. Yang walaupun ia tak pernah mendapatan cinta yang sebenarnya dari suaminya, tetapi ia tetap tegar menghadapi segala persoalan itu. Seharusnya si Suami tersebut beruntung punya istri yang baik, cinta dan setia padannya.
Tak ada yang lain, penyebabnya adalah kecantikan. Yakni kekaguman seorang lelaki akan indahnya kecantikan gadis Mesir. Hingga ia lupa diri bahwa ia sudah berkeluarga. Dan apa yang terjadi?? Ketika ia menyadari kesalahan yang selama ini ia lakukan terhadap istrinya, saat benih cinta untuk istrinya ada. Tapi sungguh disayangkan istrinya telah meninggal dunia. Serentak ketika itu ia menagis menyesali semua perbuatannya selama ini. Tapi apa daya semua telah terlamabat kini hanya tingga kenangan dan penyesalan yang ada pada dirinya.
Jadi pada intinya bahwa novel ini sangat bagus sekali untuk baca dan dipahami maksud yang ingin disampaikan Habiburrahman kepada pembaca, yakni hendaknya kita harus menyadari bahwa janganlah terlalu memuja kecantikan wanita. Dengan mengabaikan banyak hal disekitar kita. Karena kita tidak tahu ada apa dibalik kecantikan itu, jadi berhati-hatilah memandang sebuah kecantikan. Jangan samapai karena kita terlalu memuja kecantikan, kita jadi lupa diri. Disamping itu juga novel ini mengandung nilai moral dan nilai-nilai sosial yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan ketegran istrinya yang selalu berdoa meskipun suaminya selalu menyakitinya dan memberikan kita pemahaman bahwa kita harus menyukai produk sendiri. Artinya janganlah terlalu jauh menghayal untuk mendapatkan gadis dari negara lain. Karena gadis-gadis di negeri sendiripun gak kalah cantik bahkan memiliki moral yang baik juga.
Akan tetapi harus kita akui bersama bahwa novel ini menurut saya juga masih ada kekurangannya. Yakni mengenai laur konflik yang terjadi pada tokoh si Aku. Saya rasa penempatan konflik pada novel tersebut dirasakan terlalu bertele-tele, sehingga membuat pembaca merasa cepat jenuh untuk membacanya. Tapi sebenarnya hal tersebut hanyalah bagian kecil dari kekurangan novel tersebut. Jauh lebih banyak unggulnya dibandingkan dengan kelemahannya. Oleh karean itu bacalah novel ini denga baik dan ambillah pesan yang disampaikan untuk dijadikan pelajaran dalam mengarungi hidup ini, terutama tentang dunia percintaan.
Demikian saya memandang air mata pendusta cinta dalam novel pudarnya pesona cleopatra ini dan akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca. Bahwa sesungguhnya janganlah kita mau tertiou hanya karena kecantikan. Pikirkanlah dulu denga baik-baik. Suka boleh tapi jangan berlebihan.

Mengenal Penulis Novel Pudarnya Pesona Cleopatra
Habiburrahman El Shirazy,   lahir di Semarang. Pada hari Kamis, 30 September 1976. Penulis muda ini mengawali pendidikan formalnya di SD Sembunghajo IV dan di Madrasah Diniyah Al Huda, Bengetayun Wetan, Semarang, lulus tahun 1989. Lalu melanjutkan di Mts Futuhiyyah I Mranggen, Demak. Pada tahun 1992 ia merantau ke kota budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan belajar di fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas Al Azhar, Cairo Mesir dan selesai pada tahun 1999. Telah merampungkan Post-gra-duate Diploma (Pg.D.) S2 di The Institute For Islamic Studies In Cairo yang didirikan oleh Imam Al Baiquri (2001).
Kang Abik demikian novelis muda ini dipanggil adik-adiknya semasa di SLTA pernah menulis naskah teaterikal puisi berjudul “Axikir Dajjal” sekaligus menyutradarai pementasannya bersama Teater Mbambung di Gedung Seni Wayang Orang Sriwedari, Surakarta (1994). Pernah meraih juara II lomba menulis artikel se-SMA I Surakarta.
Adapun buku-bukunya yang telah terbit, sebagai berikut :
1.    Bercinta Untuk Surga: Kisah-kisah Islami Pembangun Jiwa (Grenada Busur Budaya, Jogjakarta, 2003).
2.    Di Atas Sajadah Cinta:  Kisah-kisah Islami Pembangun Jiwa (Basmala press, Semarang, 2004).
3.    Pudarnya Pesona Cleopatra : Novel Psikologi Islam (Basmala press, Semarang, 2004).
4.    Ayat Ayat Cinta (Novel yang ada dalam genggaman anda).

Air Mata Pendusta Cinta Reviewed by frank ucup on 10:02:00 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.