Top Ad unit 728 × 90

PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS X SMA




PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI  KELAS X SMA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas individu
Mata Kuliah Seminar Pembelajaran Bahasa
Dosen pengampu : Hj. Kadaryati, M.Hum

 






Oleh

Panji Pradana ( 092110144 )

SEMESTER VII D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2013


I.       PENDAHULUAN
    Pada hakikatnya fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Pembelajaran bahasa selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa dan kemampuan memperluas wawasan. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia haruslah diarahkan pada hakikat Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai alat komunikasi. Sebagaimana diketahui bahwa sekarang ini  pembelajaran bahasa berubah, dari penekanan pada pembelajaran aspek bentuk ke pembelajaran yang menekankan pada aspek fungsi.
Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan, tidak hanya penting dalam kehidupan pendidikan, tetapi juga sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Keterampilan menulis itu sangat penting karena merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa. Dengan menulis siswa dapat mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki. Selain itu, dapat mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa dalam menulis.Pada jenjang SMA/MA kelas X kegiatan tersebut diwujudkan dengan standar kompetensi (SK) 4, yaitu: mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (narasi, deskripsi, eksposisi). Berdasarkan SK tersebut, maka kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi, dengan materi pokok pengertian karangan deskripsi dan contoh karangan deskripsi.
    Selama ini banyak pembelajaran menulis deskripsi dilakukan secara konvensional. Dalam arti siswa diberi sebuah teori menulis deskripsi kemudian siswa melihat contoh dan akhirnya siswa ditugasi untuk membuat paragraf atau wacana deskripsi baik secara langsung atau dengan jalan melanjutkan tulisan yang ada. Kesimpulan tersebut diperkuat dengan adanya fakta bahwa media atau sumber belajar yang variatif belum dimunculkan oleh guru. Sumber belajar di luar guru yang dapat dimanfaatkan oleh siswa yaitu buku teks dan LKS bahasa Indonesia. Oleh karena itu, suasana belajar mengajar mengenai keterampilan menulis kemungkinan membuat siswa merasa jenuh mengikuti proses pembelajaran tersebut.selain itu, siswa belum mampu mengidentifikasikan sebuah peristiwa atau pun gambaran yang ada dalam pikiran masing-masing untuk dirangkai ke dalam bentuk tulisan atau dalam kata lain siswa kurang dapat menggali ide dan gagasan. Padahal guru sudah menentukan tema tulisan secara lisan.
    Penerapan metode field trip sebagai peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi dilakukan karena melihat kondisi siswa bahwa dalam menerima materi  menulis belum memperoleh pemahaman yang lebih. Dengan metode field tripyang diterapkan dalam pembelajaran menulis deskripsi bertujuan agar siswa lebih mudah dalam menggali ide dan gagasan yanga akan dituangkan ke dalam bentuk karangan deskripsi. Metode ini juga digunakan sebagai salah satu sarana dalam memilih judul makalah “Penerapan Metode Field Trip Sebagai Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X SMA”.

A.  Rumusan Masalah
    Masalah umum yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana penerapan metode field trip sebagai peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X SMA.

B.     Kajian Teori
1.Pengertian Menulis
       Nurgiyantoro (2001: 273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Batasan yang dibuat Nurgiantoro sangat sederhana, menurtnya menulis hanya sekedar mengungkapkan ide, gagasan, atau pedapat dalam bahasa tulis, lepas dari mudah tidaknya tulisan tersebut dipahami oleh pembaca. Pendapat senada disampaikan oleh Tarigan (1983: 21), yang menyatakan bahwa menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik yang sama, lambang-lambang yang dimaksud oleh Tarigan adalah tulisan atau tulisan yang disertai gambar.
        Dari pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setidaknya ada tiga hal yang ada dalam aktivitas menulis yaitu adanya ide atau gagasan yang melandasi, adanya media berupa bahasa tulis, dan adanya tujuan menjadikan pembaca pembaca memahami pesan atau informasi yang disampaikan oleh penulis.

2.Jenis-jenis Karangan
                Keraf (1981: 6-7), membagi karangan atau wacana menjadi lima jenis berdasarkan tujuan umum yangtersirat di balik wacana tersebut, yaitu  deskripsi, narasi, eksposisi,argumentasi dan persuasi.
a.       Deskripsi
         Deskripsi adalah adalah suatu bentuk karangan yang hidup dan berpengaruh. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan. Deskripsi memberikan suatu gambaran tentag suatu peristiwa atau kejadian dan masalah. Untuk menulis suatu deskripsi yang baik, seorang pengarang harus dekat kepada objek dan masalah dengan pancaindera (Parera, 1993: 5)
b.      Narasi
          Narasi merupakan bentuk tulisan yang bertujuan meneceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasaran perkembangan dari waktu ke waktu.
c.       Eksposisi
         Eksposisi merupakan tulisan yang bertujuan menjelasakan atau memberikan informasi tentang sesuatu (Semi, 1993: 36). Dalam hal wacana eksposisi, yang dipaparkan itu adalah buah pikiran atau ide, perasaan atau pendapat penulisnya untuk diketahui orang lain. Oleh karena itu, terlebih dahulu haruslah ada suatu hal, suatu buah pikiran, atau suatu isi hati, atau suatu pendapat yang kita ungkapkan.
d.      Argumentasi
        Argumentasi merupakan satu bentuk karangan eksposisi yang khusus. Pengarang argumentasi beruasaha untuk meyakinkan atau membujuk pembaca atau pendengar untuk percaya dan menerima apa yang dikatakan, dalam hal ini selalu membutuhkan pembuktian dngan objektif dan meyakinkan. Pengarang dapat mengajukan argumennya berdasarkan 1) contoh-contoh, 2) analogi,3) akibat ke sebab, 4) sebab akibat dan 5) pola-pola deduktif ( Parera, 1993: 6)
e.       Persuasi
            Persuasi merupakan bentuk tulisan yang menyimpang dari argumentasi. Hal ini disebabkan dalam persuasi terdapat usaha untuk membujuk dan meyakinkan pembaca didasarkan pada kelogisan pembuktian fakta-fakta yang disajikan.
                   
3.Hakikat Deskripsi
        Deskripsi berasal dari kata decription yang berarti uraian atau lukisan.Arti deskripsi menurut Keraf (1981: 93) merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertahan dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dan objek yang sedang dibicarakan. Kata deskripsi berasal dari bahasa latin yaitu describera yang berarti menulis tentang atau membeberkan suatu hal, sebaliknya kata deskripsi bisa diterjemahkan menjadi pemerian yang berasal dari kata peri-memerikan yang berarti melukiskan sesuatu hal.
         Keraf (1981: 132-169) juga mengungkapkan bahwa wacana dalam bentuk deskripsi dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Deskripsi tempat
       Deskripsi tempat berdasarkan pada tiga hal yaitu suasana hati, bagian yang relevan, dan urutan kejadiannya. Dalam kaitannya dengan suasana hati yang manakah yang paling menonjol untuk dijadikan landasan. Berkaitan dengan bagian yang relevan penulis deskripsi juga harus mampu memilih detai-detail yang relevan untuk mendapatkan gambaran tentang suasana hati.
          Untuk mendeskripsikan suatu tempat bisa dilakukan dengan salah satu metode yaitu dengan mengunjungi tempat yang akan ditulis dalam sebuah karangan deskripsi, metode ini disebut  field trip.
b.      Deskripsi orang atau tokoh
         Untuk mendeskripsikan seorang tokoh dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti menggambarkan fisik, tindak laku, penampilan, pikiran dan perasaan, serta watak tokoh yang akan digambarkan.

4. Metode field trip
       Kata field tripdapat diartikan sebagai kunjungan atau karyawisata. Roesiyah (2001: 85) menjelaskan bahwa metode field trip sebagai metode mengajar yang dilakukan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel, toko serba ada, dan sebagainya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sagala (2006: 214), bahwa metode field trip adalah metode belajar mengajar anak didik dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan maksud untuk belajar. Metode  field trip dalam menulis karangan deskripsi merupakan suatu teknik yang dapat memudahkan siswa untuk menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan.
       Kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field tripdapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:
a.       guru membuka interaksi dengan siswa untuk memperkenalkan rencana kegiatan dalam pembelajaran menulis deskripsi.
b.      guru dan siswa menyepakati trip yang akan dikunjungi dan waktu yang dipilih untuk pemebelajaran menulis deskripsi.
c.       siswa dan guru bersama-sama mengunjungi tempat yang dituju.
d.      guru membimbing siswa untuk segera menulis dan mendeskripsikan suatu objek yang telah dikunjungi.
e.        guru merefleksi tulisan yang sudah ditulis oleh siswa.

Keunggulan Metode field trip:
a.       meningkatkan kualitas pembelajaran menulis siswa, ditandai dengan timbulnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran keterampilan menulis
b.      mengefektifkan siswa dalam pembelajaran  (aktif bertanya, maupun memberikan tanggapan)
c.       memudahkan siswa untuk menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan.
d.      siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya. Dengan melihat objek secara langsung, daya imajinasi siswa juga akan berkembang.
e.       siswa lebih nyaman dan senang ketika pembelajaran berlangsung
Kelemahan Metode field trip:
a.       membutuhkan waktu yang lama
b.      membiayakan biaya yang cukup banyak
c.       guru membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat membimbing siswa.

II.  PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS X SMA
       Untuk mencapai tujuan pembelajaran menulis deskripsi dengan metode field trip disusunlah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) berkarakter kelas X SMA berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator tujuan pembelajaran, penentuan materi pembelajaran,dan penentuan metode pembelajaran sebagai berikut:
A.    Standar Kompetensi
4.    Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (narasi, deskripsi, eksposisi)
B.     Kompetensi Dasar
4.2  Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi
C.     Indikator
1.      Kognitif
-          mendaftar topik-topik yang dikembangkan menjadi paragraf deskripsi berdasarkan hasil pengamatan
-          menyusun kerangka paragraf deskripsi
-          mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskripsi
-          menggunakan frasa ajektif dalam menulis paragraf deskripsi
-          menyunting paragraf deskripsi yang ditulis teman.
2.      Afektif
-          Karakter : mengembangkan karakter yang terkait dengan kerja sama, tanggung jawab, dan ketekunan.
-          Keterampilan sosial : kemampuan mengemukakan pendapat dan kemamapuan berkomunikasi.
D.    Tujuan Pembelajaran
1.      siswa mampu mendaftar topik-topik yang dikembangkan menjadi paragraf deskripsi berdasarkan hasil pengamatan yaitu tempat yang dikunjungi
2.      siswa mampu menyusun kerangka paragraf deskripsi
3.      siswa mampu mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskripsi
4.      siswa mampu menggunakan frasa ajektif dalam menulis paragraf deskripsi
5.      siswa mampu menyunting paragraf deskripsi yang telah ditulis teman.
E.     Penentuan Materi Pembelajaran
        Penentuan materi pembelajaran didasarkan pada materi yang terdapat dalam silabus SMA kelas X. pembelajaran menulis deskripsi menggunakan metode field tripmengacu pada materi sebagai berikut:
1.      Pengertian Paragraf Deskripsi
      Paragraf deskripsi ialah paragraf yang Deskripsi memberikan suatu gambaran tentag suatu peristiwa atau kejadian dan masalah. Untuk menulis suatu deskripsi yang baik, seorang pengarang harus dekat kepada objek dan masalah dengan pancaindera (Parera, 1993: 5)
Keraf (1981: 132-169) juga mengungkapkan bahwa wacana dalam bentuk deskripsi dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Deskripsi tempat
       Deskripsi tempat berdasarkan pada tiga hal yaitu suasana hati, bagian yang relevan, dan urutan kejadiannya. Dalam kaitannya dengan suasana hati yang manakah yang paling menonjol untuk dijadikan landasan. Berkaitan dengan bagian yang relevan penulis deskripsi juga harus mampu memilih detai-detail yang relevan untuk mendapatkan gambaran tentang suasana hati.
          Untuk mendeskripsikan suatu tempat bisa dilakukan dengan salah satu metode yaitu dengan mengunjungi tempat yang akan ditulis dalam sebuah karangan deskripsi, metode ini disebut  field trip.
b.      Deskripsi orang atau tokoh
         Untuk mendeskripsikan seorang tokoh dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti menggambarkan fisik, tindak laku, penampilan, pikiran dan perasaan, serta watak tokoh yang akan digambarkan.
2.      Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi
a.       menentukan topik atau tema karangan
b.      menentukan tujuan karangan
c.       melaksanakan pengamatan
d.    mengklasifikasikan data hasil pengamatan
e.       menyusun kerangka karangan
f.       mengembangkan kerangka karangan.
3.      Contoh Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi 1
        Pagi ini terlihat sangat sibuk, dijalan-jalan terlihat ibu-ibu yang tengah berjalan menuju pasar untuk berjualan sayuran. Tetangga ku seorang peternak bebek juga tidak kalah sibuknya dengan orang-orang. Pagi-pagi sekali dia berjalan menggiring bebek-bebeknya kerawa dekat sawah untuk mencari makanan, bebek-bebek yang pintar mereka berbaris dengan rapi pengembalanya. Sungguh pemandangan yang sangat menarik dilihat ketika kita bangun tidur.

Paragraf deskripsi 2
        Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon  di sekitar tebing tampak hijau dan tumbuh dengan subur.   Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbu.

Paragraf deskripsi 3
      Ruangan yang berukuran 9m x 8m ini sungguh nyaman ditempati. Sebuah sofa empuk berwarna putih dengan meja kayu berada di tengah ruangan. Sementara itu, rak buku berisi novel dan buku-buku ilmiah diletakkan mepet dengan dinding sebelah selatan bersanding dengan sebuah pot berisi pohon palem kecil yang seakan-akan menyatu dengan tembok yang dicat dengan warna hijau muda. Di luar ruangan, tedapat kolam kecil berukuran 2,5m x 2m berisi beberapa ikan emas yang bersileweran. Suara gemericik air dari kolam menabah sejuknya suasana di ruang tamu milik Pak Ahmad.
4.      Frasa Ajektif
          Frasa adalah kesatuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang masing-masing mempertahankan makna dasar katanya, sementara gabungan itu mengahasilkan suatu relasi tertentu, dan tiap kata pembentukannya tidak berfungsi sebagai subjek dan predikat dalam kontruksi itu. Frasa ajektif merupakan frasa yang inti konstruksinya berupa kata sifat.Contoh frasa ajektif pintar, indah, bersih, sejuk, nyaman.
5.      Tata bahasa dan kosakata
            Dalam menulis sebuah karya tidak lepas dari pengetahuan mengenai tata bahasa dan perbendaharaan kosakata yang dimiliki seorang penulis. Penggunaan kosakata yang tepat dalam arti mematuhi kaidah penulisan bahasa baku bahasa Indonesia ini dapat mendorong keberhasilan penulis dalam mengungkapkan sesuatu yang ditulisnya, dan memberikan imajinasi yang baik, khusunya dalam menulis karangan deskripsi. Keahlian seorang penulis dalam mendeskripsikan sesuatu akan lebih berhasil apabila kosakata yang digunakan tepat atau sesuai dengan kondisi objek yang digambarkannya dan dapat membuat pembaca memahami apa yang telah ditulisnya. Kosakata yang digunakan hendaknya sesuai dengan ejaan baku bahasa Indonesia.

F.      Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan adalah metode field trip.Metode ini memiliki langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran sebagai berikut:
 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran dengan Metode field trip
1.      Kegiatan awal
a.       Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam dan doa bersama
b.      Guru mengkondisikan kelas agar kondusif
c.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis paragaraf deskripsi dengan menggunakan media realita, tepatnya dengan langsung mengunjungi tempat pengamatan (field trip)
d.      Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan
e.       Guru memancing pengalaman siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan menulis paragraf  deskripsi
f.       Guru menjelaskan tentang paragraf deskripsi, langkah-langkah menulis paragraf deskripsi dan memberikan contoh teks paragraf deskripsi.
2.      Kegiatan Inti
a.       Siswa di bawa ke luar kelas, untuk ke toko buku ( sesuai dengan kesepakatan)
b.      Guru memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa
c.       Siswa mencatat poin-poin yang berisikan ha-hal yang mereka kunjungi meliputi apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan.
d.      Siswa mengembangkan poin-poin tersebut menjadi sebuah karangan deskripsi. Dalam proses ini guru memberitahukan kepada siswa bahwa ketika menulis deskripsi tidak lepas dari penggunaan frasa ajektif, yang inti konstruksinya adalah kata sifat misalanya buku itu tertata dengan rapih, karyawan toko bukunya ramah-ramah dan lain-lain.
e.       Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya
f.       Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang dianggap sulit dalam membuat paragraf deskripsi
3.      Kegiatan akhir
a.       Guru membagikan lembar angket kepada siswa untuk memberikan tanggapan terhadap pembelajaran yang telah berlangsung
b.      Guru dan siswa menutup pertemuan dengan doa dan salam

G.    Format Penilaian Menulis Deskripsi

No
Aspek yang dinilai
Skor Nilai
1
Keaktifan siswa dan konsentrasi siswa:
-   Mengajukan  pertanyaan
-  Merespon apresiasi
-  Mendengarkan penjelasan guru

2
Minat dan motivasi siswa

3
Isi karangan:
- tata bahasa
- kosakata


III.    SIMPULAN
   Simpulan makalah ini adalah bahwa pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan metode field trip sangat tepat karena dapat meningkatkan pembelajaran menulis deskripsi. Hal ini ditandai dengan persentase keaktifan, konsentrasi, minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis. Siswa juga lebih mudah untuk menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan.











      DAFTAR PUSTAKA
Keraf, Goys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Nusa Indah

Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian Dalam Pembelajaran Bahasa dan    Sastra. Yogyakarta: BPFE
Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga
Roesiyah. Dkk. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Saraswati, Anis. 2005. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi dengan Teknik Menulis Siswa Terbimbing Pada Siswa kelas II B SLTP Negeri 5 Purwokerto. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabet
Semi, M. Atar. 1993. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya
        Setiyantoro, Imam. 2012. Karangan Deskripsi. http://wordpress.com.   Diunduh 2 November 2012, Pukul 19.00 WIB
Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa







LAMPIRAN
RPP Bahasa Indonesia Berkarakter, Kelas X, KD 4.2
Nama sekolah             : SMA Negri  Sumpiuh
Kelas/semester           : X/1
Mata pelajaran           : Bahasa Indonesia
Alokasi waktu              : 4 X 45 Menit

        I.            ASPEK      : Menulis                                  

      II.            STANDAR KOMPETENSI:
                        4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,                               ekspositif)

      III.            KOMPETENSI DASAR
            4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif
      IV.            INDIKATOR
Kognitif:
      1.      Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi  paragraf deskriptif berdasarkan             hasil pengamatan
      2.      Menyusun kerangka paragraf deskriptif
      3.      Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi  paragraf deskriptif  
      4.      Menggunakan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif
      5.      Menyunting paragraf deskriptif yang ditulis  teman

Afektif:
      1.      Karakter :
            Mengembangkan karakter yang terkait dengan kerja sama, tanggung  jawab, dan    ketekunan

      2.      Keterampilan Sosial:
            Kemampuan mengemukakan pendapat dan kemampuan berkomunikasi

     V.            TUJUAN PEMBELAJARAN
      1.      Siswa dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif    berdasarkan hasil pengamatan
      2.      Siswa dapat menyusun kerangka paragraf deskriptif
      3.      Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi  paragraf deskriptif  
      4.      Siswa dapat menggunakan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif
      5.      Siswa dapat menyunting paragraf deskriptif yang ditulis  teman

      VI.            MATERI PEMBELAJARAN
      A.      PARAGRAF DESKRITIF
Deskripsi berasal dari kata ”describe” dalam bahasa Latin, yang berarti menulis tentang sesuatu atau membeberkan suatu hal. Dalam bahasa Inggris, ”description” yang berasal dari kata kerja ”to describe” berarti melukiskan dengan bahasa.
Deskriptif yang juga disebut lukisan atau pemerian atau perincian adalah karangan atau tulisan yang melukiskan suatu objek tertentu sedemikian rupa sehingga pembaca seakan-akan melihat sendiri objek tersebut.

      B.      LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN KARANGAN DESKRIPTIF
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun karangan deskriftif,         yaitu:
      1)      Menentukan topik atau tema karangan
      2)      Menentukan tujuan karangan
      3)      Melaksanakan pengamatan yang menunjang tujuan karangan
      4)      Mengklasifikasikan data hasil pengamatan
      5)      Menyusun kerangka karangan


      C.      CONTOH PARAGRAF DESKRIPTIF
”Pertandingan sepakbola antarkedua kesebelasan itu berlangsung dengan seru meskipun hujan telah mengguyur lapangan. Guyuran hujan yang deras itu membentuk genangan-genangan air berwarna kecokelat-cokelatan di lapangan yang tidak rata.
Akan tetapi, para pemain tetap bersemangat dalam bermain. Bahkan, beberapa di antaranya sempat jatuh bangun karena terpeleset.
Kekuatan kedua kesebelasan itu seimbang sehingga masing-masing belum ada yang mencetak gol. Berkali-kali kesebelasan tamu itu menyerang pertahanan kesebelasan tuan rumah, tetapi gawang tuan rumah belum juga bergetar. Karena kondisi lapangan yang sangat becek, wasit menghentikan pertandingan.”
                                    (Diambil dari Pelajaran Menulis Bahasa Indonesia SMA, 1992)


Frase adalah kesatuan yang terdiri atas dua kata atau lebih, yang masing-masing mempertahankan makna dasar katanya, sementara gabungan itu menghasilkan suatu relasi tertentu, dan tiap kata pembentuknya tidak berfungsi sebagai subjek dan predikat dalam konstruksi itu.
Frase ajektif adalah frase yang inti konstruksinya berupa kata sifat. Contoh frase ajektif: besar sekali, amat tinggi, tinggi sekali
Frase ajektif yang terdapat dalam paragraf di atas yaitu: tetap bersemangat dan sangat becek.


      VII. METODE PEMBELAJARAN
a.       Penugasan
b.      Diskusi
c.        Tanya Jawab
d.      Unjuk kerja
e.       Ceramah
f.       Demonstrasi

      VIII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal:
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti:
a.       Membaca paragraf deskripsi
b.       Mengidentifikasi karakteristik paragraf deskriptif
c.        Menulis paragraf deskriptif
d.      Menggunakan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif
e.        Menyunting paragraf deskriptif yang ditulis  teman
f.       Mendiskusikan paragraf deskriptif

Kegiatan Akhir:
a.       Refleksi
b.      Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.

        IX.SUMBER/ALAT/BAHAN AJAR
                  Buku Paduan Belajar Bahasa Dan Sastra Indonesia, Karangan  Alex Suryanto dan Agus Haryanta, Penerbit Esis

      X. PENILAIAN
Penilaian Kognetif
      ·         Teknik Penilaian          : Tes tertulis
      ·         Bentuk Soal                 : Essey (uraian terstruktur)
      ·         Contoh  Instrumen      : Lembar Penilaian 1

Penilaian Perilaku berkarakter
      ·         Teknik Penilaian          : Non tes
      ·         Bentuk Penilaian         : Observasi
      ·         Contoh Instrumen       : Lembar Penilaian 2

Penilaian Keterampilan
      ·         Tenik Penilaian           : Tes
      ·         Bentuk Penilaian         : rubik penilaian
      ·         Contoh Instrumen       : Lembar Penilaian 3
Lembar penilaian 1
Penilaian kognitif
SOAL:
      1.      Apakah yang dimaksud dengan paragraf deskriptif?
      2.      Gaya bahasa apakah yang sering dipergunakan dalam paragraf deskriptif?
      3.      Bagaimanakah pola-pola pengembangan paragraf deskriptif?
      4.      Apakah perbedaan pola induktif dan deduktif?
      5.      Sebutkan ciri-ciri paragraf deskriftif?

Teknik penskoran:
No Soal
Bobot
Teknik Penskoran
Nilai Siswa
1
20%
NS x 20%

2
20%
NS x 20%

3
20%
NS x 20%

4
20%
NS x 20%

5
20%
NS x 20%


Lembar penilaian 2
Pengembangan Karakter


No.

N a m a
A s p e k    P e n i l a i a n
JumlahSkor
Kerjasama
Tanggung jawab
Ketekunan
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1














2














3














4














5





























Keterangan:
            BT  :  Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Diberi skor 1
            MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). Diberi skor 2
            MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) diberi skor 3
            MK : Membudaya Karakter (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara  konsisten) diberi skor 4

                                                                                                                Sampang........Juli 2012
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                               Guru Bahasa Indonesia                      

Drs. H. M. Hanna                                            Panji Pradana
NBM : 84089                                                    NIS : 092110144





PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS X SMA Reviewed by frank ucup on 8:12:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.