Top Ad unit 728 × 90

TENTANG SASTRA LAMA



Nama   : Panji pradana
Nim     : 092110144

HIKAYAT  ISMA YATIM

Hikayat Isma Yatim merupakan sebuah hikayat lama Melayu. Ia termasuk dalam daftar yang disediakan oleh Werndly, yang mencatitkan berkenaan Hikayat Isma Yatim bahawa: "Bahasanya baik dan bentuk karangannya kemas".
Hikayat Isma Yatim mempunyai bentuk gaya jalan bahasa kesusasteraan Parsi-Arab dan boleh dikatakan tidak lagi terpengaruh oleh corak kesusasteraan Hindu-Jawa Kandungan Hikayat Isma Yatim ini menunjukkan bahawa ia merupakan kesusteraan istana, yang bertujuan untuk bacaan golongan istana, kerana jalan ceritanya banyak mem­bayangkan hal ehwal penghidupan di dalam istana, demikian juga menceritakan sifat-sifat kebijaksanaan seseorang pe­gawai serta kebaktian dan taat setia kepada raja. Dari sebab itu, hikayat ini bolehlah juga dijadikan sebagai suatu contoh bagi me­rupakan bagaimana keadaan bentuk coraknya hasil-hasil sastera ciptaan zaman Kerajaan Melayu Malaka yang memberi penekanan kepada sifat-sifat kebijaksanaan seseorang pe­gawai serta kebaktian dan taat setia kepada raja.

Unsur yang terkandung dalam Hikayat Isma Yatim.
Nilai nilai yang ada dalam Hikayat Isma Yatim adalah seebagai berikut :
1.      Nilai Religius
·         Berikut kutipannya :
“Isma Yatimpun besarlah dan mengaji pada seorang mualim, Sofian namanya. Cepat sekali Isma Yatim tahu mengaji dan diangkat menjadi juru kaki segala kanak-kanak yang mengaji itu” (hal : 194).

·         Tanggapan :
Isma Yatim adalah seorang yang pandai mengaji, sejak ia lahir hingga tumbuh dewasa dia cepat sekali belajar mengaji, sampai-sampai Isma Yatim diangkat sebagi juru kakinya Sofian ( guru ngajinya).




2.      Nilai Pendidikan
·         Berikut kutipannya :
“Isma Yatimpun mengarang suatu hikayat yang memberi nasihat kepada segala raja-raja” (hal : 194).

·         Tanggapan :
Isma Yatim semenjak dewasa makin  cerdas dan pandai, dia bisa mengarang suatu kikayat yang memberi nasihat kepada segala raja-raja.

3.      Nilai kemanusiaan dan Moral yang Tinggi
·         Berikut kutipannya :
“ Jika ada anak menteri yang yatim piatu, dibahagiakan hartanya menurut hukum Allah dan anak itu dipelihara hingga besar dan mendapat kerja istana. Jika ada anak hulubalang yang yatim piatu anak itu disuruhnya bermain senjata dan hikmat peperangan” (hal : 196-197).

·         Tanggapan :
Isma Yatim adalah seorang yang berkemanusiaan yang tinggi, dalam kutipan di atas dijelaskan bahwa Isma Yatim akan membagikan hartanya kepada anak menteri yang yatim piatu, dan anak yang hulubalang yang yatim piatu disuruhnya bermain senjata dan ilmu hikmat peperangan.
Isma Yatim begitu baik dan bijaksana dalam bersosialisasi kepada masyarakatnya.


4.      Nilai Kebijaksanaan
·         Berikut kutipannya :
“ Maka Isma Yatim memberitahu baginda bahwa putri Ratna Kendi masih hidup. Dijelaskan bahwa pada hukum Allah tiada harus membunuh orang hamil, dan Putri Ratna Kendi pada masa itu sedang hamil. Baginda gembira sekali mendengar berita itu dan berterima kasih kepada Isma Yatim karena kebijaksanaannya”. (hal : 197).

·         Tanggapan :
Kebijaksanaan Isma Yatim sudah tidak diragukan lagi, pada saat Baginda sedang kebingungan karena Putri Ratna Kendi dibunuh, Isma Yatim memberi tahu yang sebenarnya bahwa Putri Ratna Kendi masih hidup.
Kebijaksanaan Isma Yatim patut ditiru oleh generasi muda sekarng, walaupun cerita Isma Yatim sudah beberapa abad lamanya.







5.      Nilai kebudayaan / nilai adat
·         Berikut kutipannya :
“Tat kala Isma Yatim berjaga-jaga di Istana itu, beberapa cerita yang ajaib telah diceritakan. Diantaranya cerita termasuklah syarat-syarat Raja tat kala beradu, perkara laki-laki yang dibenci atau dikasihi oleh perempuan maupun laki-laki”.

“Maka upacara pernikahan dirajapun mulailah, 40 hari dan 40 malam lamanya. Selang beberapa lamanya, Raja Indra mempelaipun hendak pulang untuk mengunjungi orang tuanya. Isma Yatim, bunda Tuan Putri beserta permaisuri juga ikut serta. Maka negri Raja Indra mempelaipun terlalu aman sentosa adanya” (hal : 197 ).

·         Tanggapan :
Walaupun sudah lama sekali tidak pulang, kita harus tetaplah ingat kepada orang tua kita masing-masing. Bagaimanapun juga orang tua kita yang membesarkan kita dari lahir hingga sekarang ini. Jadi orang tua sangat penting sekali bagi kita semua dan jangan engkau melupakan orang tua, terutama seorang ibu.
TENTANG SASTRA LAMA Reviewed by frank ucup on 11:10:00 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.