Top Ad unit 728 × 90

PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS PUISI SD KELAS III MENGGUNAKAN METODE GAMBAR PADA SEBUAH SURAT KABAR



PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS PUISI SD KELAS III MENGGUNAKAN METODE GAMBAR PADA SEBUAH
SURAT KABAR


Tugas Mata Kuliah Pengajaran Sastra
Dosen Pengampu : Bagdal Ginanjar ,S.S.



      Disusun oleh  : VI D
PANJI PRADANA (092110144)

PENDIDIKAN  BAHASA  DAN  SASTRA  INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2012








PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS PUISI SD KELAS III MENGGUNAKAN METODE GAMBAR PADA SEBUAH
SURAT KABAR

PENDAHULUAN
Puisi merupakan gejala universal di sepanjng sejarah peradaban manusia. Hampir tak ada satu bangsa pun di dunia ini yang tidak tersentuh puisi, mulai dari bangsa primitif sampai bangsa yang paling beradab. Bagi penyair puisi merupakan media untu mengkomunikasikan apa yang dirasakan, diamati dari lingkungan sekitarnya dan apa yang ia khayalkan.
Bahasa puisi bersfat plastis, namun mampu mengakomodasi berbagai dimensi makna dibalik apa yang tersurat. Dimnsi itu semisal imagery, yaitu gambar angan-angan pada saat kita membaca sebuah karya sehingga kita merasa terlibat pengalaman penyair, atau juga dimensi gaya bahasa yang hanya mengunakan satu atau kata-kata tertentu, tetapi menyampaikan pesan atau makna yang menjangkau luas ketimbang banyak kata namun tidak efektif, atau juga dimensi kesan elegan dan anggun yang kita rasakan pada saat menelusuri baris-baris.
Puisi bertujuan menyampaikan informasi, namun dikemas dalam bentuknya yang padat dan terkonsentrasi,dan pada saat yang sama mengungkap banyak dimensi lewat sejumlah kecil kata. Objek yang dikomuniksikan sangat beragam mulai dari pengalaman pribadi penyair seperti pengalaman waktu kecil, perjalanan hidup atau biografinya, pengalaman cinta pertamanya, perasaan sedih ditinggal kekasih, sampai renungan hidup tentang manusia, pengamatan dirinya terhadap lingkungan, dan pesan moral, edukatif, religius, dan filosofis.
Menulis puisi terdapat dalam silabus mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat SD kelas III semester 2 dengan standar kompetensi (SK) 8, yaitu : Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi. Berdasarkan SK tersebut maka kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa dan materi pokok yang diajarkan oleh guru adalah menulis puisi berdasarkan gambar dengan pilihan kata yang menarik sesuai dengan kompetensi yang ada pada silabus pada bagian 8.2.

Yang menjadi masalah di lapangan pembelajaran menulis puisi sulit dilaksanakan oleh guru, ini karena kemampuan guru yang belum memadai dalam hal pengetahuan maupun cara mengajarkannya. Selain factor guru, kemampuan dan minat siswa pun menjadi penghambat dalam pembelajaran ini. Faktor minat siswa juga dapat menjadi pemicu terhambatnya pembelajaran menulis puisi. Kurangnya minat dan kemampuan siswa tersebut tidak terlepas dari faktor pemilihan model pembelajaran yang cocok serta mudah untuk ditiru siswa. Meski dalam pembelajaran sastra siswa telah mempelajari puisi yang rumit baik rima, irama, serta unsur kebahasaannya, untuk Pembelajaran  menulis puisi bebas berdasarkan gambar peristiwa yang terdapat dalam surat kabar  siswa belum perlu menuliskan puisi yang rumit.  Menurut Rahmanto, (1988:116),  puisi yang cocok sebagai model untuk latihan menulis,biasanya puisi yang berbentuk bebas dan sederhana, berisi hasil pengamatan yang berupa imbauan atau pernyataan.
Berdasarkan hal di atas, penulis berang-gapan agar siswa mampu menulis puisi bebas dengan mudah maka diperlukan model pembelajaran yang cocok serta mudah untuk ditiru. Untuk itu penulis memilih gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar. Gambar yang akan dijadikan puisi bebas disini adalah foto-foto berbagai peristiwa yang dimuat di dalam surat kabar. Melalui gambar-gambar, tersebut siswa dapat mengamati peristiwa apa yang terjadi, dimana peristiwa tersebut terjadi, kapan terjadinya, siapa yang menjadi korban, siapa yang terlibat, dan siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Selain itu, siswa dapat merenungkan mengapa peristiwa itu dapat terjadi  serta siswa dapat memberikan imbauan atau pernyataan atas peristiwa tersebut. Hal ini sesuai dengan model latihan menulis yang dikatakan  (Rahmanto, 1988).
Adapun kelebihan lainnya dari media gambar peristiwa yang terdapat dalam surat kabar adalah berikut.
1. Gambar-gambar tersebut mudah diamati, sehingga siswa dengan mudah dapat mendata objek yang terdapat dalam gambar yang akan dijadikan bahan penulisan puisi.
2. Peristiwa-peristiwa tersebut berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dengan mudah menentukan tema dan amanat yang akan dijadikan bahan penulisan puisi.
3. Gambar-gambar tersebut sangat menarik apalagi peristiwa dalam gambar tersebut merupakan berita mengejutkan, sehingga siswa dengan mudah dapat mengubah fakta yang terdapat dalam peristiwa tersebut menjadi sebuah puisi yang menarik. Berdasarkan kelebihan media gambar peristiwa tersebut, penulis telah menerapkan pembelajaran menulis puisi bebas dengan menggunakan media gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar. Dan hasil dari belajar tersebut, siswa yang pada mulanya sulit menulis serta tidak berminat pada puisi menjadi mudah dan senang menulis puisi
PENELITIAN YANG RELEFAN
          Penelitian strategi pembelajaran bahasa dan sastra indonesia sudah pernah dilakukan penelitian. Penelitan tersebut dilakukan oleh Dwi Setiyaningsih (2010) dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Metode Field Trip untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VII B SMP Bhineka Karya Boyolali tahun ajaran 2009/2010.
Dalam penelitian diungkapkan (1) kualitas pembelajaran menulis puisi siwa kelas VII B SMP Bhineka Karya Kabupaten Boyolali melalui penerapan metode Field Trip .(2) kualitas hasil pembelajaran menulis puisi siwa kelas VII B SMA Bhineka Karya Kabupaten Boyolali melalui penerapan metode Field Trip.
            Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa (1) penerapan metode Field Trip dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII B SMP Bhineka Karya Kabupaten Boyolali. (2) metode Field Trip yaitu metode pembelajaran dengan memanfaatkan lokasi yang menyediakan konteks nyata dan lebih banyak bagi siswa sehingga dapat terangsang untuk menulis puisi dan akan lebih mudah menuangkan pikiran, perasaan, dan imajinatifnya kedalam bentuk puisi.
            Pembelajaran menulis puisi di SMA dengan media video lagu pernah dilakukan oleh Henri Susantria (2012). Hasil penelitian Henri Susantria disimpulkan (1) pembelajaran menulis puisi di SMA pada dasarnya telah dilaksanakan dengan baik, (2) pembelajaran menulis puisi dengan media lagu dilaksanakan dua kali pertemuan pada peserta didik.
Pada pertemuan pertama guru menjelaskan materi belajar dan guru mengarahkan peserta didik untuk menyimak video lagu dan mengajak peserta didik untuk menulis sebuah puisi berdasarkan video lagu tersebut.Pada pertemuan kedua guru mengajak peserta didik untuk mendiskusikan unsur pembangun puisi dari beberapa puisi karya peserta didik. Pada pertemuan ini, guru juga mempersilakan peserta didik untuk menjawab soal dan menuliskan sebuah puisi berdasarkan media video lagu yang ditayangkan. Dari media video lagu tersebut, peserta didik akan memunculkan kreativitas untuk menulis puisi atas apa yang disimaknya.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Dwi Setiyaningsih dan Henri Susantria dapat disimpulkan bahwa dengan metode Field Trip dan Video Lagu pengajaran menulis puisi lebih mudah diberikan kepada siswa. Tingkat pemahaman siswa terhadap penulisan puisi juga lebih naik dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya.

KAJIAN TEORI
Menulis adalah keterampilan berbahasa yang padu dan ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Menulis puisi merupakan kegiatan aktif dan produktif. Dikatakan aktif, karena dengan menulis puisi seseorang telah melakukan proses berpikir, sedangkan produktif karena seseorang dalam menulis puisi akan menghasilkan sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh orang lain.
Materi ajar menulis puisi bebas berdasarkan gambar berbagai peristiwa mengacu pada teori tentang unsur-unsur  puisi,  yaitu sebagai berikut.
Puisi terdiri dari dua unsur yang menjadi ciri umum puisi, yaitu:
1). Unsur yang berkaitan dengan bentuk puisi terdiri dari unsur bunyi (rima dan irama), diksi atau pilihan kata, dan tampilan cetak/tulisan (tipografi)
2). Unsur yang berkaitan dengan makna puisi terdiri dari unsur tema dan unsure pesan tersurat atau pesan tersirat (Trianto,  2006: 100)
Adapun unsur-unsur menulis puisi bergambar akan diuraikan berdasarkan dua unsur yang menjadi ciri umum puisi di atas yang dirangkum berdasarkan buku Teori dan Apresiasi Puisi serta Apresiasi Puisi karangan Waluyo (1987),  adalah sebagai berikut.
1).  Unsur Bunyi (Rima dan Irama)
Rima adalah persamaan bunyi dalam puisi. Persamaan bunyi tersebut dapat berupa bunyi awal, tengah, akhir, atau persamaan bunyi konsonan pada beberapa kata. Rima digunakan untuk keindahan bunyi bahasa pada puisi, sedangkan irama berfungsi memberi-kan keindahan dalam pengucapan.
2).  Diksi atau Pilihan Kata
Dalam sebuah puisi, pemilihan kata yang tepat dapat lebih mengungkapkan sesuatu, dapat memberikan imajinasi yang baik. Dengan demikian, kesan yang timbul akan lebih jelas dan kuat.
        3). Tampilan cetak/tulisan (tipografi)
Tipografi puisi dinyatakan oleh susunan kata, baris, dan bait. Tipografi ini gunanya agar pembaca dapat memahami maksud isi puisi karena bagian-bagian itu mengandung satuan pikiran yang kemudian terjalin dalam kesatuan pilihan. Pada puisi lama tipografi puisi sangat terikat oleh susunan kata, baris, dan bait. Seperti pantun memiliki syarat, tiap bait terdiri atas empat baris, tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
4). Unsur Tema
Tema sebuah puisi ialah inti pokok yang terkandung dalam puisi. Tema menjadi landasan utama dalam menghasilkan sebuah karya.
5). Amanat (Pesan)
Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan kepada pembaca. Tujuan menuliskan amanat merupakan hal yang mendorong siswa untuk menciptakan puisi. Amanat tersirat di balik kata-kata yang disusun dan juga berada dibalik tema yang diungkapkan.

METODE PENELITIAN

Agar kompetensi yang diharapkan dapat terwujud maka diperlukan metode yang tepat. Metode yang menonjol yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas berdasarkan gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar adalah pemodelan. Metode pemodelan mengupayakan adanya contoh, model, peragaan atau demonstrasi yang dapat memudahkan siswa memahami konsep atau mengerjakan apa yang diinginkan oleh guru. Metode ini sangat sesuai digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas berdasarkan gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar karena contoh, peragaan atau demonstrasi sangat dibutuhkan, terlebih-lebih pembelajaran ini merupakan sesuatu yang baru.
Bentuk pemodelan dalam pembelajaran ini yaitu penyajian contoh menulis puisi bebas berdasarkan gambar dan fakta yang ada yang sudah diubah menjadi puisi, serta kegiatan guru mencontohkan cara-cara mengubah fakta dalam gambar menjadi puisi.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Cara yang kami gunakan untuk mengajarkan menulis puisi pada peserta didik dengan yakni:
·         Langkah Awal
Langkah-langkah dalam pembelajaran menulis puisi bebas berdasarkan gambar pada surat kabar dapat dideskripsikan berikut ini.
1.      Sebelum masuk ke materi guru memberikan sedikit penjelasan mengenai puisi
2.      Setelah siswa sudah sedikit memahami tentang puisi, kemudian guru menyajikan sebuah gambar untuk di amati.
3.      Guru memberikan sedikit contoh puisi mengenai gambar yang telah dilihat siswa.
4.      Guru meminta siswa untuk membacakan  contoh puisi.
5.      Guru memberikan dan menjelaskan materi tentang puisi secara lebih mendalam.
6.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
7.      Guru memberikan beberapa surat kabar kepada siswa tiap kelompok
8.      Guru menyuruh siswa untuk mencari gambar yang menarik
9.      Siswa mencermati gambar secara berkelompok siswa mencermati gambar yang disajikan guru pada surat kabar dan membaca sedikit artikel yang memuat gambar tersebut.
10.  Guru memperlihatkan sebuah contoh gambar pada surat kabar kepada siswa

Contoh Gambar












Rusman(75) , tetap semangat berjualan sandal dengan berkeliling kota di Taman Cilaki, Kota Kembang, Jawa Barat. Kamis ( 24/01 ). Meski ia memasuki usia senja. Dalam sehari dia mampu menjual 8-10 sandal yang berharga Rp. 8.000,00 per pasang.

·         Langkah Kedua
Dalam langkah ini seorang guru harus menjelaskan sebuah tema  dan judul puisi yang terdapat pada gambar di surat kabar tersebut.Agar mudah untuk menulis puisi maka kita harus menentukan tema. Melalui tema yang telah ditentukan, puisi yang  kita susun akan terfokus pada satu masalah.
Dari gambar peristiwa yang terdapat diatas pada umumnya mengangkat persoalan
tentang manusia yang berjuang demi hidupnya. Berdasarkan hal tersebut, maka tema-tema
puisi bergambar peristiwa adalah tema kemanusiaan. Tema yang cocok untuk gambar di atas adalah : Perjuangan hidup.. Setelah ini, secara individu siswa melakukan kegiatan yang sama yaitu menentukan tema untuk puisinya sesuai dengan gambar pilihannya.

·         Langkah Ketiga
Langkah ini berisi tentang cara menentukan amanat/pesan moral amanat ditulis menjadi sangat penting jika persoalan yang kita tulis dalam bentuk puisitersebut dapat menggugah hati nurani pembaca. Sehingga dengan amanat tersebut terjadi perubahan kearah yang lebih baik.Contoh
amanat/pesan moral: Amanat sesuai gambar, judul, dan tema di atas adalah:
1) Menghargai jerih payah orang tua dalam mencari nafkah
2) Rusman walaupun sudah tua tetap semangat dalam bekerja, untuk itu kita yang masih muda harus lebih gigih dalam belajar maupun bekerja.

·         Langkah Keempat
Langkah yang keempat adalah mendata objek atau fakta. Disini guru menyuruh siswanya untuk mendata sebanyak-banyaknya objek atau faktayang terdapat dalam gambar peristiwa tersebut. Objek atau fakta tersebut dapat dilihat dari gambar atau kata-kata yang terdapat di bawah gambar.
Contoh :
Data objek/fakta berdasarkan gambar di atas
adalah :
Gambar : Seorang lelaki tua yang sedang berjalan sambil memikul barang dagangannya
Fakta :

Rusman(75) , tetap semangat berjualan sandal dengan berkeliling kota di Taman Cilaki, Kota Kembang, Jawa Barat. Kamis ( 24/01 ). Meski ia memasuki usia senja. Dalam sehari dia mampu menjual 8-10 sandal yang berharga Rp. 8.000,00 per pasang.
Maka dapat ditarik data :
(1)   Rusman (75),  (2) berjualan sandal, (3) berkeliling kota, (4) Taman Cilaki, (5) Kota Bandung, Jawa Barat, (6) masuk usia senja,  (7) menjual 8 –10 sandal, (8) harga Rp 8.000 per pasang.

·         Langkah Kelima
Mengubah objek atau fakta dengan pilihan kata atau diksi lain. Pilihan kata atau diksilain tersebut dapat menggunakan kata-kata khas puisi seperti menggunakan kata-kata kias, gaya
bahasa , membandingkan hal lain. Setelah itu, secara individu siswa melakukan kegiatan yang sama yaitu mengubah objek atau fakta untuk  puisinya sesuai dengan gambar pilihannya

Contoh diksi
no
Obyek/ fakta
Pemilihan kata ? diksi
1
Rusman
Lelaki berusia senja
2
Berjualan sandal
Jual alas kaki
3
Berkeliling Kota
Menyusuri jalan
4
Kota Bandung, Jawa Barat
Kota Kembang
5
Memasuki usia senja
Renta
6
menjual 8 –10 sandal
Alas kaki
7
Harga Rp. 8.000 per pasang
Harga alas kaki


·         Langkah Keenam
Dalam langkah ini berisi mengenai cara membuat judul puisi. Judul puisi dapat dibuat dahulu sebelum menyusun puisi agar memudahkan kita dalam menyusun puisi bebas, tetapi jika belum dapat judulnya siswa diperbolehkan menyusun puisinya terlebih dahulu. Judul  dibuat sesuai dengan tema, gambar, atau data fakta yang telah disusun.
Contoh judul:
Judul yang tepat untuk gambar dan data fakta pada gambar peristiwa “Semangat Bekerja di
Hari Tua” dapat seperti berikut ini.
1) RUSMAN sesuai dengan nama orang yang ada di gambar
2) LELAKI USIA SENJA sesuai dengan umurnya
3) SEMANGAT BEKERJA DI HARI TUA sesuai dengan tema gambar
Setelah itu, secara individu siswa melakukan kegiatan yang sama yaitu membuat judul untuk  puisinya sesuai dengan gambar pilihannya.

·         Langkah Ketujuh
Langkah ini adalah langkah terakhir yanki merangkai / menyusun puisi berdasarkan langkah diatas seperti tema, amanat, diksi/pilihan kata, dan judul yang telah dibuat.
Contoh puisi berdasarkan;
Gambar : Semangat Bekerja di Hari Tua
Tema      : Perjuangan Hidup
Amanat :         1) Menghargai jerih payah orang tua dalam mencari nafkah
2) Rusman walaupun sudah tua tetap semangat dalam bekerja, untuk itu kita yang masih muda
Diksi/pilihan kata:   lelaki berusia senja, semangat baja, jual alas kaki, menyusuri jalan, tempat berjualan, Kota Kembang, renta, alas kaki, harga alas kaki.
Judul  : Rusman

Maka puisinya dapat menjadi seperti berikut,

RUSMAN
Lelaki berusia senja, tubuhmu renta
Tapi kuatnya tubuhmu bagai baja

Kehidupan yang keras, memaksamu…
Mencari hidup dengan memikul alas-alas kaki

Berkeliling menyusuri jalan-jalan di Kota Kembang
Sampai Taman Cilaki tempatmu menjual alas-alas kaki

Seharga delapan ribu rupiah alas-alas kaki per pasang
Harga yang pantas untuk kaummu yang susah


SIMPULAN

Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa pembelajaran menulis puisi bebas berdasarkan gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar ini sangat tepat dilaksanakan karena dapat menarik minat siswa dalam menulis puisi bebas. Pembelajaran ini memiliki beberapa
keunggulan sebagai berikut.
a.       Materi ajar yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan siswa
b.      Sangat efektif untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa
c.       Sangat efektif untuk menumbuhkan sikap kritis terhadap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
d.      Sangat efektif untuk menumbuhkan sikap berani mengeluarkan pernyataan terhadap persoalan yang terjadi
e.       Sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas


DAFTAR PUSTAKA
B. Rahmanto. (1988).  Metode pengajaran sastra. Yogyakarta: Kanisius
Jurnal Pendidikan Penabur - No.12/Tahun ke-8/Juni 2009
Muslich, Masnur. (2007).  KTSP Pembelajaran berbasis  kompetensi dan kontekstual. Jakarta:Bumi Aksara
Sukirno.2010.Belajar Cepat Menulis Kreatif Berbasis Kuantum. Yogyakarta.Pustaka Belajar
Susntria, Herni.2012.Pembelajaran Menulis Puisi di SMA dengan Media Video. Purworejo.Universitas Muhammadiyah Purworejo
Waluyo, Herman J. (1987).  Teori dan apresiasi puisi. Jakarta : Erlangga
PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS PUISI SD KELAS III MENGGUNAKAN METODE GAMBAR PADA SEBUAH SURAT KABAR Reviewed by frank ucup on 11:01:00 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.