Top Ad unit 728 × 90

KAJIAN Kajian sosial Novel Sang Pemimpi Unsur sosiologi karya sastra yang akan dikaji dalam novel sang pemimpi meliputi kekerabatan, perekonomian, agama dan kehidupan masyarakat. 1. Kekerabatan Kekerabatan dalam novel sang pemimpi adalah kekerabatn tokoh utama Aku (Ikal) dengan tokoh lain yaitu hubungan Ikal dengan Arai, Jimbron, Ayah, abang Ikal, Nurni, Nurmala, dll. Hubungan Ikal dengan Arai sangat baik, ia adalah teman baik sejak kecil. “Arai adalah saudara adalah saudara sekaligus sahabat buatku. Dan meskipun kami seusia, ia lebih abang dari abang manapun. Ia selalu melindungiku.” (SP 31) Jimbron juga sahabat Ikal, mereka berteman sejak kecil sampai tamat SMA. “saat itu aku dan Jimbron sedang duduk penuh gaya ditas sepeda bututnya. Kesempatan baik Bron !! aku girang, celingukan kanan kiri karena hanya aku dan Jimbron pejantan disana.” (SP 11) Hubungan Ikal dengan abang-abangnya juga baik, rumah akan terasa sepi jika tak ada canda tawa antara Ikal dengan abang-abannya itu. “Saat itu aku berdiri diambang pintu karena aku selalu mentertawai aku sampai berguling-guling.” (SP 34) Saat itu keluarga Nurni sangat kekurangan, Ikal dan Arai adalah penyelamat keluaarga tersebut. Sejak saat itulah hubungan Ikal dengan Nurni jadi baik. “Adinda sudikah membawakan sebuah lagu untuk Abang ?” Nurni tersenyum. “Juwita malam, abang ingin lagu juwita malam.” (SP 52) Pak Balia adalah kepala sekolah sekaligus guru sastra di SMA Bukan Main, beliau sangat pehatian terhadap murid-muridnya. “ketika membicarakan syair-syair tentang laut beliau memboyong kami kekampung nelayan. Mengajari kami mengubah deburan ombak menjadi prosa, membimbing kami merangkai bait puisi dari setiap elemen kehidupan penangkap ikan. Indah menggetarkan.” (SP 71) Jimbron dan Laskmi berteman baik,hanya saja Laskmi masih belum bisa memberikan senyum manisnya itu untuk Jimbron “Setiap minggu pagi Jimbron menghambur ke pabrik cincau. Dengan senang hati ia menjadi relawan pembantu Laksmi. Tanpa diminta ia mencuci kalaeng-kaleng mentega wadah cincau itu jika isinya telah kosong dan ikut menjemur daun-daun cincau” (SP ) Ayah adalah sosok yang lembut dan pendiam, hal itu tampak ketika Ayah mengambil raport Ikal dan Arai. “Assalamu’alaikum” beliau menepuk pundak kami dengan memberikan senyuman yang indah. (SP 93) Pak Mustar adalah tokoh yang paling Antagonis di SMA Bukan Main, namun di balik keAntagonisan pak Mustar beliau sebenarnya sangat memperhatikan anak didiknya. “Suaranya berat penuh sesal. Ia memang garang tapi sesungguhnya semua orang tahu bahwa sesungguhnya ia penuh perhatian, hanya caranya saja yang keras.” (SP 148) Saat beranjak dewasa Arai mulai mengenal sosok gadis cantik, disitulah ia mulai mencari tahu caranya merayu gadis dari bang Zaitun, seorang pria yang sekarang sudah menikah empat kali. “Jangan cemas boi. Aku punya resep istimewa untukmu. Tak pernah kubocorkan kepada siapapun !!” (SP 196) Setelah mendapat resep dari bang Zaitun kini hubungan Arai, Ikal dan Nurmala sangat baik, ini tampak saat Nurmala bertemu dengan Ikal di UI setelah bertahun-tahun mereka berpisah Nurmala masih bertegur sapa akrab dengan Ikal. “Apa kabarmu Ikal ? Apa kabar Ayahmu ? Nurmala tetap ramah Aku kuliah di Fisip” (SP 247) 2. Perekonomian Rata-rata tokoh dalam novel Sang Pemimpi adalah dari golongan ekonomi kebawah, karena mereka hanya tinggal di pulau kecil yaitu Balitong. Arai, Ikal dan Jimbron sejak beranjak remaja dan sampai selesai SMA mereka bekerja hanya menjadi kuki, dari mencari akar banar, menjadi kuli ngambat dan sampai menjadi pengambil bola di padang golf. “Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.” (SP 32) “Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.” (SP 68) Mak Cik jaga satu diantara orang miskin di kampung kami. “Sudah tiga minggu ini Mak Cik datang meminjam beras. Keluarga kami memang miskin tapi Mak Cik lebih tak beruntung. Ia tak berdaya karena tak lagi diperdulikan suaminya, antara lain karena hanya bisa melahirkan anak-anak perempuan.” (SP 39) Capo adalah pengusaha Klan yang sukses “Capo tak pernah sekolah. Adik-adiknya lah yang setengah mati ia sekolahkan. Ia jungkir balik membangun klannya dari nol. Dan klannya itu sekarang terkaya di kampung kami.” (SP 164) 3. Agama Mayoritas tokoh dalam novel Sang Pemimpi beragama Islam. Ikal, Arai dan Jimbron mereka pernah menjadi murid/santri Taikong Hamim. “Aku dan Arai sering dihukum Taikong Hamim. Karena nafasku tak panjang kalau mengaji pada suatu subuh yang dingin, aku disuruh menimba air dan mengisi tong sampai penuh,...” (SP 59) “Dan suatu hari Taikong Hamim marah besar sebab dimeja Jimbron berserakan gambar kuda dan tak ada lembar kosong di buku TPA-nya selain lukisan kuda” (SP 64) Sejak masuk UI, Nurmala kini mengenakan jilbab “Aku senang berjumpa Nurmala apalagi sekarang ia berjilbab. Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang-gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perrempuan Islam atas dirinya,...” (SP 247) 4. Kehidupan Masyarakat Kehidupan masyarakat dalam novel Sang Pemimpi sangat beragam. Tokoh utama Ikal adalah dari keluarga miskin di kampung Magai, Pulau Balitong. Ayahnya bekerja sebagai penambang timah. Ikal berteman dengan Arai sejak kecil dan saatmulai beranjak remaja Arai mengajari Ikal mencari uang. “Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.” (SP 32) Sejak Jimbron berteman dengan Ikal dan Arai mereka mulai berpindah profesi dari pencari akar banar, untuk memungkinkan mereka dapat terus bersekolah “Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.” (SP 68) Tamat SMA Ikal dan Arai melanjutkan study ke Jawa, mereka ingin meraih mimpi-mimpi yang telah ditanamkan oleh pak Balia (kepala sekolah SMA Bukan Main) yaitu sekolah di Almamater Sorbone, Perancis dan keliling Eropa sampai Afrika. “Kalian lebih pintar, lebih punya kesempatan untuk sekolah lagi, kalian berangkat saja ke Jawa. Pakailah uang itu, kejarlah cita-cita...” (SP 218) “jangan pulang kerumah sebelum kalian menjadi sarjana...” (SP 219) Sampai di Jawa mereka tingal di Bogor, mereka tinggal di Babagan Fakultas, sebuah kampung yang berada di belakang IPB. Mereka harus mengumpulkan uang dulu sebelum melanjutkan ke bangku kuliah, mulai dari menjadi sales door to door, tukang foto copy dan tukang sortir surat di kantor pos. “Jauh lebih susah dari memikul ikan. Masalah door to door salesman adalah suatu profesi yang menuntut keahlian berdagang tatap muka dengan dukungan komunikasi komersial tingkat tinggi.” (SP 237) “waktu itu masih pagi, foto copi kang Emod tempat kami bekerja sepi karena mahasiswa sedang libur, pekan tedu menghadapi ujian.” (SP 240) “Juru sortir...,” katanya berlogat Sunda Bogor, seperti ibu guru didepan anak SD. Untuk membesarkan hatiku, ia memakai kata juru bukan tukang.” (SP 244) Daftar Pustaka Sri Wahyuningtyas, Wijaya Heru Santoso. 2009. Pengkajian Prosa Fiksi. Purworejo. PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo. Hirata, Andrea. 2008. Sang Pemimpi. Yogyakarta. PT Bentang Pustaka. Tentang pengarang Pengarang novel Sang Pemimpi adalah Andrea Hirata, beliau adalah sekaligus tokoh utama dalam novel tersebut. Karena sebenarnya nover sang pemimpi adalah menceritakan perjalanan beliau sejak kecil sampai sekarang sukses seperti ini. “Dahsyat!” kata-kata Andrea Hirata dapat menyihir setiap pembacanya. Beliau memiliki kemampuan mengolah kata-kata sehingga memesona yang membacanya. Pengkajian Novel “Sang Pemimpi” Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengkajian Prosa Dosen : Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Hum. Nama : Trio Marta NIM : 092110158 Kelas : IV D Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah PurworejoNOVEL LASKAR PELANGI



 


Pengkajian Novel “Sang Pemimpi”
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengkajian Prosa
Dosen : Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Hum.





Nama : Panji Pradana
NIM : 092110155
Kelas : IV D

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Purworejo




Kajian sosial Novel Sang Pemimpi
Unsur sosiologi karya sastra yang akan dikaji dalam novel sang pemimpi meliputi kekerabatan, perekonomian, agama dan kehidupan masyarakat.
1.      Kekerabatan
Kekerabatan dalam novel sang pemimpi adalah kekerabatn tokoh utama Aku (Ikal) dengan tokoh lain yaitu hubungan Ikal dengan Arai, Jimbron, Ayah, abang Ikal, Nurni, Nurmala, dll.
Hubungan Ikal dengan Arai sangat baik, ia adalah teman baik sejak kecil.
“Arai adalah saudara adalah saudara sekaligus sahabat buatku. Dan meskipun kami seusia, ia lebih abang dari abang manapun. Ia selalu melindungiku.”(SP 31)
Jimbron juga sahabat Ikal, mereka berteman sejak kecil sampai tamat SMA.
“saat itu aku dan Jimbron sedang duduk penuh gaya ditas sepeda bututnya. Kesempatan baik Bron !! aku girang, celingukan kanan kiri karena hanya aku dan Jimbron pejantan disana.” (SP 11)
Hubungan Ikal dengan abang-abangnya juga baik, rumah akan terasa sepi jika tak ada canda tawa antara Ikal dengan abang-abannya itu.
“Saat itu aku berdiri diambang pintu karena aku selalu mentertawai aku sampai berguling-guling.” (SP 34)
Saat itu keluarga Nurni sangat kekurangan, Ikal dan Arai adalah penyelamat keluaarga tersebut. Sejak saat itulah hubungan Ikal dengan Nurni jadi baik.
“Adinda sudikah membawakan sebuah lagu untuk Abang ?” Nurni tersenyum. “Juwita malam, abang ingin lagu juwita malam.” (SP 52)
Pak Balia adalah kepala sekolah sekaligus guru sastra di SMA Bukan Main, beliau sangat pehatian terhadap murid-muridnya.
“ketika membicarakan syair-syair tentang laut beliau memboyong kami kekampung nelayan. Mengajari kami mengubah deburan ombak menjadi prosa, membimbing kami merangkai bait puisi dari setiap elemen kehidupan penangkap ikan. Indah menggetarkan.”(SP 71)
Jimbron dan Laskmi berteman baik,hanya saja Laskmi masih belum bisa memberikan senyum manisnya itu untuk Jimbron
“Setiap minggu pagi Jimbron menghambur ke pabrik cincau. Dengan senang hati ia menjadi relawan pembantu Laksmi. Tanpa diminta ia mencuci kalaeng-kaleng mentega wadah cincau itu jika isinya telah kosong dan ikut menjemur daun-daun cincau”(SP )
Ayah adalah sosok yang lembut dan pendiam, hal itu tampak ketika Ayah mengambil raport Ikal dan Arai.
“Assalamu’alaikum” beliau menepuk pundak kami dengan memberikan senyuman yang indah. (SP 93)
Pak Mustar adalah tokoh yang paling Antagonis di SMA Bukan Main, namun di balik keAntagonisan pak Mustar beliau sebenarnya sangat memperhatikan anak didiknya.
“Suaranya berat penuh sesal. Ia memang garang tapi sesungguhnya semua orang tahu bahwa sesungguhnya ia penuh perhatian, hanya caranya saja yang keras.”(SP 148)
Saat beranjak dewasa Arai mulai mengenal sosok gadis cantik, disitulah ia mulai mencari tahu caranya merayu gadis dari bang Zaitun, seorang pria yang sekarang sudah menikah empat kali.
“Jangan cemas boi. Aku punya resep istimewa untukmu. Tak pernah kubocorkan kepada siapapun !!” (SP 196)
Setelah mendapat resep dari bang Zaitun kini hubungan Arai, Ikal dan Nurmala sangat baik, ini tampak saat Nurmala bertemu dengan Ikal di UI setelah bertahun-tahun mereka berpisah Nurmala masih bertegur sapa akrab dengan Ikal.
“Apa kabarmu Ikal ? Apa kabar Ayahmu ? Nurmala tetap ramah Aku kuliah di Fisip” (SP 247)
2.      Perekonomian
Rata-rata tokoh dalam novel Sang Pemimpi adalah dari golongan ekonomi kebawah, karena mereka hanya tinggal di pulau kecil yaitu Balitong. Arai, Ikal dan Jimbron sejak beranjak remaja dan sampai selesai SMA mereka bekerja hanya menjadi kuki, dari mencari akar banar, menjadi kuli ngambat dan sampai menjadi pengambil bola di padang golf.
“Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.”(SP 32)
“Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.”(SP 68)
Mak Cik jaga satu diantara orang miskin di kampung kami.
“Sudah tiga minggu ini Mak Cik datang meminjam beras. Keluarga kami memang miskin tapi Mak Cik lebih tak beruntung. Ia tak berdaya karena tak lagi diperdulikan suaminya, antara lain karena hanya bisa melahirkan anak-anak perempuan.”(SP 39)
Capo adalah pengusaha Klan yang sukses
“Capo tak pernah sekolah. Adik-adiknya lah yang setengah mati ia sekolahkan. Ia jungkir balik membangun klannya dari nol. Dan klannya itu sekarang terkaya di kampung kami.” (SP 164)
3.      Agama
Mayoritas tokoh dalam novel Sang Pemimpi beragama Islam. Ikal, Arai dan Jimbron mereka pernah menjadi murid/santri Taikong Hamim.
“Aku dan Arai sering dihukum Taikong Hamim. Karena nafasku tak panjang kalau mengaji pada suatu subuh yang dingin, aku disuruh menimba air dan mengisi tong sampai penuh,...” (SP 59)
“Dan suatu hari Taikong Hamim marah besar sebab dimeja Jimbron berserakan gambar kuda dan tak ada lembar kosong di buku TPA-nya selain lukisan kuda”(SP 64)
Sejak masuk UI, Nurmala kini mengenakan jilbab
“Aku senang berjumpa Nurmala apalagi sekarang ia berjilbab. Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang-gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perrempuan Islam atas dirinya,...” (SP 247)
4.      Kehidupan Masyarakat
Kehidupan masyarakat dalam novel Sang Pemimpi sangat beragam. Tokoh utama Ikal adalah dari keluarga miskin di kampung Magai, Pulau Balitong. Ayahnya bekerja sebagai penambang timah. Ikal berteman dengan Arai sejak kecil dan saatmulai beranjak remaja Arai mengajari Ikal mencari uang.
   “Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.”(SP 32)
Sejak Jimbron berteman dengan Ikal dan Arai mereka mulai berpindah profesi dari pencari akar banar, untuk memungkinkan mereka dapat terus bersekolah
 “Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.” (SP 68)
Tamat SMA Ikal dan Arai melanjutkan study ke Jawa, mereka ingin meraih mimpi-mimpi yang telah ditanamkan oleh pak Balia (kepala sekolah SMA Bukan Main) yaitu sekolah di Almamater Sorbone, Perancis dan keliling Eropa sampai Afrika.
“Kalian lebih pintar, lebih punya kesempatan untuk sekolah lagi, kalian berangkat saja ke Jawa. Pakailah uang itu, kejarlah cita-cita...”(SP 218)
“jangan pulang kerumah sebelum kalian menjadi sarjana...”(SP 219)
Sampai di Jawa mereka tingal di Bogor, mereka tinggal di Babagan Fakultas, sebuah kampung yang berada di belakang IPB. Mereka harus mengumpulkan uang dulu sebelum melanjutkan ke bangku kuliah, mulai dari menjadi sales door to door, tukang foto copy dan tukang sortir surat di kantor pos.
“Jauh lebih susah dari memikul ikan. Masalah door to door salesman adalah suatu profesi yang menuntut keahlian berdagang tatap muka dengan dukungan komunikasi komersial tingkat tinggi.” (SP 237)
“waktu itu masih pagi, foto copi kang Emod tempat kami bekerja sepi karena mahasiswa sedang libur, pekan tedu menghadapi ujian.”(SP 240)
“Juru sortir...,” katanya berlogat Sunda Bogor, seperti ibu guru didepan anak SD. Untuk membesarkan hatiku, ia memakai kata juru bukan tukang.”(SP 244)

















Daftar Pustaka
Sri Wahyuningtyas, Wijaya Heru Santoso. 2009. Pengkajian Prosa Fiksi. Purworejo. PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Hirata, Andrea. 2008. Sang Pemimpi. Yogyakarta. PT Bentang Pustaka.

Tentang pengarang
Pengarang novel Sang Pemimpi adalah Andrea Hirata, beliau adalah sekaligus tokoh utama dalam novel tersebut. Karena sebenarnya nover sang pemimpi adalah menceritakan perjalanan beliau sejak kecil sampai sekarang sukses seperti ini. “Dahsyat!” kata-kata Andrea Hirata dapat menyihir setiap pembacanya. Beliau memiliki kemampuan mengolah kata-kata sehingga memesona yang membacanya.





















KAJIAN Kajian sosial Novel Sang Pemimpi Unsur sosiologi karya sastra yang akan dikaji dalam novel sang pemimpi meliputi kekerabatan, perekonomian, agama dan kehidupan masyarakat. 1. Kekerabatan Kekerabatan dalam novel sang pemimpi adalah kekerabatn tokoh utama Aku (Ikal) dengan tokoh lain yaitu hubungan Ikal dengan Arai, Jimbron, Ayah, abang Ikal, Nurni, Nurmala, dll. Hubungan Ikal dengan Arai sangat baik, ia adalah teman baik sejak kecil. “Arai adalah saudara adalah saudara sekaligus sahabat buatku. Dan meskipun kami seusia, ia lebih abang dari abang manapun. Ia selalu melindungiku.” (SP 31) Jimbron juga sahabat Ikal, mereka berteman sejak kecil sampai tamat SMA. “saat itu aku dan Jimbron sedang duduk penuh gaya ditas sepeda bututnya. Kesempatan baik Bron !! aku girang, celingukan kanan kiri karena hanya aku dan Jimbron pejantan disana.” (SP 11) Hubungan Ikal dengan abang-abangnya juga baik, rumah akan terasa sepi jika tak ada canda tawa antara Ikal dengan abang-abannya itu. “Saat itu aku berdiri diambang pintu karena aku selalu mentertawai aku sampai berguling-guling.” (SP 34) Saat itu keluarga Nurni sangat kekurangan, Ikal dan Arai adalah penyelamat keluaarga tersebut. Sejak saat itulah hubungan Ikal dengan Nurni jadi baik. “Adinda sudikah membawakan sebuah lagu untuk Abang ?” Nurni tersenyum. “Juwita malam, abang ingin lagu juwita malam.” (SP 52) Pak Balia adalah kepala sekolah sekaligus guru sastra di SMA Bukan Main, beliau sangat pehatian terhadap murid-muridnya. “ketika membicarakan syair-syair tentang laut beliau memboyong kami kekampung nelayan. Mengajari kami mengubah deburan ombak menjadi prosa, membimbing kami merangkai bait puisi dari setiap elemen kehidupan penangkap ikan. Indah menggetarkan.” (SP 71) Jimbron dan Laskmi berteman baik,hanya saja Laskmi masih belum bisa memberikan senyum manisnya itu untuk Jimbron “Setiap minggu pagi Jimbron menghambur ke pabrik cincau. Dengan senang hati ia menjadi relawan pembantu Laksmi. Tanpa diminta ia mencuci kalaeng-kaleng mentega wadah cincau itu jika isinya telah kosong dan ikut menjemur daun-daun cincau” (SP ) Ayah adalah sosok yang lembut dan pendiam, hal itu tampak ketika Ayah mengambil raport Ikal dan Arai. “Assalamu’alaikum” beliau menepuk pundak kami dengan memberikan senyuman yang indah. (SP 93) Pak Mustar adalah tokoh yang paling Antagonis di SMA Bukan Main, namun di balik keAntagonisan pak Mustar beliau sebenarnya sangat memperhatikan anak didiknya. “Suaranya berat penuh sesal. Ia memang garang tapi sesungguhnya semua orang tahu bahwa sesungguhnya ia penuh perhatian, hanya caranya saja yang keras.” (SP 148) Saat beranjak dewasa Arai mulai mengenal sosok gadis cantik, disitulah ia mulai mencari tahu caranya merayu gadis dari bang Zaitun, seorang pria yang sekarang sudah menikah empat kali. “Jangan cemas boi. Aku punya resep istimewa untukmu. Tak pernah kubocorkan kepada siapapun !!” (SP 196) Setelah mendapat resep dari bang Zaitun kini hubungan Arai, Ikal dan Nurmala sangat baik, ini tampak saat Nurmala bertemu dengan Ikal di UI setelah bertahun-tahun mereka berpisah Nurmala masih bertegur sapa akrab dengan Ikal. “Apa kabarmu Ikal ? Apa kabar Ayahmu ? Nurmala tetap ramah Aku kuliah di Fisip” (SP 247) 2. Perekonomian Rata-rata tokoh dalam novel Sang Pemimpi adalah dari golongan ekonomi kebawah, karena mereka hanya tinggal di pulau kecil yaitu Balitong. Arai, Ikal dan Jimbron sejak beranjak remaja dan sampai selesai SMA mereka bekerja hanya menjadi kuki, dari mencari akar banar, menjadi kuli ngambat dan sampai menjadi pengambil bola di padang golf. “Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.” (SP 32) “Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.” (SP 68) Mak Cik jaga satu diantara orang miskin di kampung kami. “Sudah tiga minggu ini Mak Cik datang meminjam beras. Keluarga kami memang miskin tapi Mak Cik lebih tak beruntung. Ia tak berdaya karena tak lagi diperdulikan suaminya, antara lain karena hanya bisa melahirkan anak-anak perempuan.” (SP 39) Capo adalah pengusaha Klan yang sukses “Capo tak pernah sekolah. Adik-adiknya lah yang setengah mati ia sekolahkan. Ia jungkir balik membangun klannya dari nol. Dan klannya itu sekarang terkaya di kampung kami.” (SP 164) 3. Agama Mayoritas tokoh dalam novel Sang Pemimpi beragama Islam. Ikal, Arai dan Jimbron mereka pernah menjadi murid/santri Taikong Hamim. “Aku dan Arai sering dihukum Taikong Hamim. Karena nafasku tak panjang kalau mengaji pada suatu subuh yang dingin, aku disuruh menimba air dan mengisi tong sampai penuh,...” (SP 59) “Dan suatu hari Taikong Hamim marah besar sebab dimeja Jimbron berserakan gambar kuda dan tak ada lembar kosong di buku TPA-nya selain lukisan kuda” (SP 64) Sejak masuk UI, Nurmala kini mengenakan jilbab “Aku senang berjumpa Nurmala apalagi sekarang ia berjilbab. Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang-gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perrempuan Islam atas dirinya,...” (SP 247) 4. Kehidupan Masyarakat Kehidupan masyarakat dalam novel Sang Pemimpi sangat beragam. Tokoh utama Ikal adalah dari keluarga miskin di kampung Magai, Pulau Balitong. Ayahnya bekerja sebagai penambang timah. Ikal berteman dengan Arai sejak kecil dan saatmulai beranjak remaja Arai mengajari Ikal mencari uang. “Dan seperti kebanyakan anak-anak melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai mencari uang. Arai-lah yang mengajariku mencari akar banar untuk dijual kepada penjual ikan.” (SP 32) Sejak Jimbron berteman dengan Ikal dan Arai mereka mulai berpindah profesi dari pencari akar banar, untuk memungkinkan mereka dapat terus bersekolah “Sebelum menjadi kuli ngambat kami juga memiliki pekerjaan lain yang memungkinkan kami teap sekolah yaitu sebagai penyelam di Padang Golf.” (SP 68) Tamat SMA Ikal dan Arai melanjutkan study ke Jawa, mereka ingin meraih mimpi-mimpi yang telah ditanamkan oleh pak Balia (kepala sekolah SMA Bukan Main) yaitu sekolah di Almamater Sorbone, Perancis dan keliling Eropa sampai Afrika. “Kalian lebih pintar, lebih punya kesempatan untuk sekolah lagi, kalian berangkat saja ke Jawa. Pakailah uang itu, kejarlah cita-cita...” (SP 218) “jangan pulang kerumah sebelum kalian menjadi sarjana...” (SP 219) Sampai di Jawa mereka tingal di Bogor, mereka tinggal di Babagan Fakultas, sebuah kampung yang berada di belakang IPB. Mereka harus mengumpulkan uang dulu sebelum melanjutkan ke bangku kuliah, mulai dari menjadi sales door to door, tukang foto copy dan tukang sortir surat di kantor pos. “Jauh lebih susah dari memikul ikan. Masalah door to door salesman adalah suatu profesi yang menuntut keahlian berdagang tatap muka dengan dukungan komunikasi komersial tingkat tinggi.” (SP 237) “waktu itu masih pagi, foto copi kang Emod tempat kami bekerja sepi karena mahasiswa sedang libur, pekan tedu menghadapi ujian.” (SP 240) “Juru sortir...,” katanya berlogat Sunda Bogor, seperti ibu guru didepan anak SD. Untuk membesarkan hatiku, ia memakai kata juru bukan tukang.” (SP 244) Daftar Pustaka Sri Wahyuningtyas, Wijaya Heru Santoso. 2009. Pengkajian Prosa Fiksi. Purworejo. PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo. Hirata, Andrea. 2008. Sang Pemimpi. Yogyakarta. PT Bentang Pustaka. Tentang pengarang Pengarang novel Sang Pemimpi adalah Andrea Hirata, beliau adalah sekaligus tokoh utama dalam novel tersebut. Karena sebenarnya nover sang pemimpi adalah menceritakan perjalanan beliau sejak kecil sampai sekarang sukses seperti ini. “Dahsyat!” kata-kata Andrea Hirata dapat menyihir setiap pembacanya. Beliau memiliki kemampuan mengolah kata-kata sehingga memesona yang membacanya. Pengkajian Novel “Sang Pemimpi” Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengkajian Prosa Dosen : Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Hum. Nama : Trio Marta NIM : 092110158 Kelas : IV D Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah PurworejoNOVEL LASKAR PELANGI Reviewed by frank ucup on 12:16:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.