Top Ad unit 728 × 90

ANALISIS LAGU SURGAMU - UNGU



“SURGAMU” UNGU ANALISIS LAGU DITINJAU DARI SEGI INTERNAL DAN EKSTERNAL

SURGAMU
S’gala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikmu
Kuhanya HambaMu yang berlumur dosa
Tunjukkan Aku jalan lurusMu
Untuk menggapai surgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena… ku tau… hanya Kau Tuhanku…..
Allahu Akbar… Allah Maha Besar
Kumemujamu di setiap waktu
Hanyalah padaMU… tempatku berteduh
Kumohon Ridho dan ampunanMu….

A.                Pendahuluan
1.      Latar Belakang Masalah
      Ungu terbentuk tahun 1996. Motor pembentuknya adalah Ekky (gitar) dan saat itu vokalisnya adalah Michael, sedangkan drum dipegang oleh Pasha Van derr Krabb. Tahun 1997, saat Ungu hendak manggung, Pasha Van derr Krabb 'menghilang' dan posisinya digantikan oleh Rowman. Enda yang sebelumnya adalah roadies-nya Ekky juga ikut bergabung dengan Ungu. Dan kini Ungu beranggotakan Pasha  (penyanyi), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum). Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.
      Tahun 2000, Ungu mulai mempersiapkan album pertama mereka, yang akhirnya dirilis 6 Juli 2002 bertajuk Laguku. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi Klik bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Ke dua lagu tersebut adalah "Hasrat" dan "Bunga". Single pertama album ini, "Bayang Semu" menjadi original soundtrack sinetron ABG (RCTI). Meski terbilang sukses, album ini baru mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.
      Saat hendak masuk dapur rekaman untuk album kedua, Ekky memutuskan keluar. Oncy yang saat itu baru keluar dari Funky Kopral dipilih untuk menggantikan Ekky. Album kedua Ungu Tempat Terindah dirilis Desember 2003. Album ini menjagokan "Karena Dia Kamu" sebagai single pertama dan "Suara Hati" dipilih sebagai single kedua. Baru empat bulan dirilis, penjualannya telah mencapai 80.000 (delapan puluh ribu) kopi. Jumlah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan album pertama yang 'telah' mendapatkan platinum (150.000 kopi) dalam hitungan waktu satu setengah tahun.
      Pada tahun 2005, Ungu menjadi salah satu artis yang berkolaborasi dengan Chrisye di album terbaru Chrisye, "Senyawa". Album Melayang dirilis Desember 2005. Di albumnya yang ketiga dengan single "Demi Waktu", Ungu mendapat double platinum. Dengan hits Demi Waktu mengantarkan Ungu jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005. Gaung "Demi Waktu" merambah negeri Jiran, Malaysia. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza akhirnya keluar sebagai pemenang.
      Ungu mengeluarkan sebuah mini album untuk menyambut Ramadhan 1427 H bertajuk SurgaMu yang dirilis September 2006. Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping. Bahkan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi penghargaan 'Inspiring' atas album religi SurgaMu. Sayangnya, saat hendak menerima penghargaan di istana Wapres, Ungu yang mengenakan setelah jas yang dipadu celana jeans ditolak masuk ke dalam istana, dengan alasan pakaian yang tak sesuai dengan protokoler istana.
     
1.      Narasi Lagu “Surgamu”
            Wacana lagu “surgamu” berkisah tentang gambaran relijius penulis lagu yang hendak menggapai surganya Allah SWT. Ia menyadari bahwa segala yang ada dalam hidupnya adalah milik Allah SWT. Sejatinya manusia merupakan makhluk yang berlumuran dosa, sehingga fitrahnya harus senantiasa mencari jalan yang lurus-Nya. Tumpuan kehidupan harus di landasi oleh iman dan takwa. Karena di setiap hembusan nafas dan setiap detik kita berada dalam kekuasaan Allah SWT. Yang senantiasa kita puja, dan tempat berteduh agar kita mendapatkan ridha dan ampunan-Nya.
2.      Sistematika Pemaparan
            Wacana lagu “surgamu” ditinjau dari secara internal, atau dengan istilah lain secara mikrostruktural dengan aspek gramatikal dan leksikal sebagai gambaran analisis secara objektif terhadap lagu tersebut. Selain itu juga dikaji secara eksternal, atau dengan istilah lain kajian makrostruktural atau analisis konteks untuk memaknai “surgamu” secara lebih menyeluruh.

B.                 Analisis Internal “Surgamu”
                        Wacana lagu “surgamu” terdiri atas sebelas bait. Analisis internal wacana lagu “surgamu” ini meliputi analisis aspek gramatikal dan leksikal.
1.      Analisis Aspek Gramatikal “Surgamu”
      Analisis aspek gramatikal wacana lagu “surgamu” ini hanya meliputi pengacuan (referensi), pelesapan (elipsis), dan perangkaian (konjungsi).
a.      Pengacuan ( Referensi)
            Pengacuan (refrensi) merupakan salah satu alat kohesi wacana. Dalam wacana lagu “ Surgamu” terdapat tiga macam pengacuan, yaitu pengacuan persona, pengacuan demonstratif, dan pengacuan komparatif.
1)      Pengacuan Persona
Dalam lagu “Surgamu” ditemukan tiga pronomina persona, yaitu (1) pronomina persona pertama tunggal, terdiri atas (a) pronomina pertama tunggal bentuk bebas :aku pada kutipan:
(1)   Tunjukkan Aku jalan lurusMu
dan (b) pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kanan- ku pada kutipan :
(2)   Sgala yang ada dalam hidupku
(3)   Terangiku dalam setiap langkah hidupku
(4)   Karena… ku tau… hanya Kau Tuhanku…..
(2) pronomina persona kedua tunggal terdiri atas (a) pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas kau dan (b) pronomina persona kedua tunggal bentuk terikat lekat kanan -mu yang terdapat dalam kutipan :
(5)   Kusadari semua milikmu
(6)   Kuhanya HambaMu yang berlumur dosa
(7)   Tunjukkan Aku jalan lurusMu
(8)   Untuk menggapai surgaMu
(9)   Kumemujamu di setiap waktu
(10) Hanyalah padaMU… tempatku berteduh
(11) Kumohon Ridho dan ampunanMu….
Pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas kau pada kutipan :
(12) Karena… ku tau… hanya Kau Tuhanku…..
     Pronomina persona pertama tunggal aku dan –ku merupakan pengacuan eksoforis, karena yang diacu berada di luar teks, yaitu penulis lagu, Pasha, pronomina persona kedua tunggal kau dan –mu merupakan pengacuan eksoforis yang mengacu pada Allah SWT.
2)      Pengacuan Demonstratif
      Pengacuan pronomina demonstratif waktu dan tempat.
a)      Pengacuan pronomina demonstratif waktu, yaitu pengacuan pronomina demonstratif waktu setiap saat dengan penunjuk setiap waktu dan setiap langkah hidupku.
(13) Terangiku dalam setiap langkah hidupku
(14) Kumemujamu di setiap waktu
b.      Pelesapan (Elipsis)
                        Dalam wacana lagu “Surgamu” ditemukan pelesapan (elipsis) awalan (prefiks) dan kata. Hal tersebut dalam dilihat pada kutipan berikut.
(15a) Sgala yang ada dalam hidupku
(15b) Segala yang ada dalam hidupku
(16a) Terangiku dalam setiap langkah hidupku
(16b) Menerangi aku dalam setiap langkah hidupku
            Dalam kutipan (16a) terjadi pelepasan prefiks berupa {me}. Dan kehadiran apostrof dalam s’gala.
2.      Analisis Aspek Leksikal “Surgamu”
           Dalam analisis aspek leksikal, sebagai penanda koherensi wacana lagu “Surgamu”, terdapat dua macam penanda, yaitu repeitisi (perulangan), dan kolokasi (sanding kata).

a.      Repetisi ( Perulangan)
       Dalam wacana lagu, untuk bentuk repetisi (perulangan) tampak menonjol, berupa refren atau perulangan bait, yaitu bait kedelapan sampai bait kesembilan di ulang. Adapun bait tersebut adalah :
(17) Allahu Akbar… Allah Maha Besar
       Kumemujamu di setiap waktu
       Hanyalah padaMU… tempatku berteduh
       Kumohon Ridho dan ampunanMu….
b.      Kolokasi (Sanding Kata)
(18) Kuhanya HambaMu yang berlumur dosa
       Bentuk berlumur dosa menunjukan kolokasi yang memiliki asosiasi tertentu, yaitu seorang manusia yang tak luput dari kesalahan yang di perbuatannya (berlumur dosa/ banyak kesalahan).

C.    Analisis Eksternal “Surgamu”
            Analisis eksternal ini mencakup band Ungu, perjalanan karir, dan proses kreatifnya.
1.      Ungu, Perjalanan Karir, dan Proses Kreatifnya
      Ungu terbentuk tahun 1996. Motor pembentuknya adalah Ekky (gitar) dan saat itu vokalisnya adalah Michael, sedangkan drum dipegang oleh Pasha Van derr Krabb. Tahun 1997, saat Ungu hendak manggung, Pasha Van derr Krabb 'menghilang' dan posisinya digantikan oleh Rowman. Enda yang sebelumnya adalah roadies-nya Ekky juga ikut bergabung dengan Ungu. Dan kini Ungu beranggotakan Pasha  (penyanyi), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum). Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.
      Tahun 2000, Ungu mulai mempersiapkan album pertama mereka, yang akhirnya dirilis 6 Juli 2002 bertajuk Laguku. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi Klik bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Ke dua lagu tersebut adalah "Hasrat" dan "Bunga". Single pertama album ini, "Bayang Semu" menjadi original soundtrack sinetron ABG (RCTI). Meski terbilang sukses, album ini baru mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.
      Saat hendak masuk dapur rekaman untuk album kedua, Ekky memutuskan keluar. Oncy yang saat itu baru keluar dari Funky Kopral dipilih untuk menggantikan Ekky. Album kedua Ungu Tempat Terindah dirilis Desember 2003. Album ini menjagokan "Karena Dia Kamu" sebagai single pertama dan "Suara Hati" dipilih sebagai single kedua. Baru empat bulan dirilis, penjualannya telah mencapai 80.000 (delapan puluh ribu) kopi. Jumlah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan album pertama yang 'telah' mendapatkan platinum (150.000 kopi) dalam hitungan waktu satu setengah tahun.
      Pada tahun 2005, Ungu menjadi salah satu artis yang berkolaborasi dengan Chrisye di album terbaru Chrisye, "Senyawa". Album Melayang dirilis Desember 2005. Di albumnya yang ketiga dengan single "Demi Waktu", Ungu mendapat double platinum. Dengan hits Demi Waktu mengantarkan Ungu jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005. Gaung "Demi Waktu" merambah negeri Jiran, Malaysia. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza akhirnya keluar sebagai pemenang.
      Ungu mengeluarkan sebuah mini album untuk menyambut Ramadhan 1427 H bertajuk SurgaMu yang dirilis September 2006. Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping. Bahkan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi penghargaan 'Inspiring' atas album religi SurgaMu. Sayangnya, saat hendak menerima penghargaan di istana Wapres, Ungu yang mengenakan setelah jas yang dipadu celana jeans ditolak masuk ke dalam istana, dengan alasan pakaian yang tak sesuai dengan protokoler istana.
2.      Bahasa Kiasan (Figuratif Language) dalam “Surgamu”
       Djoko Pradopo (1999:61-62) mengemukakan bahwa salah satu unsur kepuitisan adalah bahasa kiasan (Figuratif Language). Kehadiran bahasa kiasan menyebabkan sajak, puisi, atau teks lagu menarik perhatian, menimbulkan kesegaran hidup, dan terutama kejelasan gambaran angan. Bahasa kiasan ini mengiaskan atau mempersamakan sesuatu hal lain supaya gambaran menjadi jelas, lebih menarik, dan hidup.
       Bahasa kiasan ada bermacam-macam, namun memiliki ciri atau sifat umum yang sama yaitu mempertalikan sesuatu dengan cara menghubungkannya dengan sesuatu yang lain.
Terdapat tujuh jenis bahasa kiasan, yaitu (1) perbandingan (simile), (2) metafora, (3) perumpamaan epos (epic simile), (4) personifikasi, (5) metonimi, (6) sinedoki (synecdhoche), dan (7) alegori (Rahmat Djoko Pradopo, 1992:62).      
a.      Metafora dalam “Surgamu
      Rahmat Djoko Pradopo (1999:66) merumuskan metafora sebagai bahasa kiasan seperti perbandingan hanya tidak mempergunakan kata-kata pembanding, seperti bagai, laksana, seperti, dan sebagainya.
Terdapat satu metafora dalam wacana lagu “Surgamu”, yaitu :
1)      Hanyalah padaMU… tempatku berteduh. Tempatku berteduh di gambarkan mempunyai makna, yakni tempat berteduh / bernaung/ tempat tinggal. –MU disini mengacu pada Allah SWT.

D.    Kesimpulan
       Wacana lagu “Surgamu” merupakan lagu yang diciptakan oleh band Ungu. Lagu ini termasuk lagu relijius yang di tulis oleh band Ungu saat menyabut bulan Ramadhan 1427 H. Wacana lagu dapat di kategorikan sebagai wacana puisi berdasarkan genre sastra dan bersifat rekreatif.
       Analisis internal lagu “Surgamu” dalam aspek gramatikal ditemukan pengacuan (referensi), pelesapan (elipsis), dan perangkaian (konjungsi). Pengacuan (refrensi), meliputi pengacuan persona, pengacuan demonstratif, dan pengacuan komparatif. Dalam aspek leksikal terdapat dua macam penanda koherensi, yaitu repeitisi (perulangan), dan kolokasi (sanding kata).
       Analisis eksternal menunjukan peran, perjalanan karir band Ungu, dan proses kreatifnya. Ia menciptakan lagu-lagu yang dikemas dalam bahasa puitis relijius (dalam lagu “Surgamu). Selain itu ditemukan juga bahasa kiasan (figuratif language).

ANALISIS LAGU SURGAMU - UNGU Reviewed by frank ucup on 12:50:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.