Top Ad unit 728 × 90

Strategi Belajar Mengajar semester v



TUGAS INDIVIDU
Disusun untuk memenuhi tugas Mata kuliah
Strategi Belajar Mengajar
Dosen : Drs. Muhtar Hayuni, M.Hum

NIA UMP

Disusun oleh :
Panji pradana ( 092110144 )

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2011
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar perlu adanya kesatuan langkah para siswa agar apa yang yang diprogramkan guru tersebut dapat tercapai. Sebagai seoarang guru, agar para siswa dapat belajar dengan efiktif. Keefektifan belajar mengajar dapat tercipta jika para siswa dapat aktif dalam proses belajar, tidak hanya guru yang berperan aktif dalam hal ini. Guru wajib memberikan kebebasan terhadap siswanya untuk menyampaikan pendapat dari pandangan mereka.
Maka dengan demikian perbedaan langkah sering disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat,perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Namun tidaklah mustahil adanya penyatuan pendapat yang berbeda-beda tersebut. Kesatuan pendapat atau pemikiran akan mudah dicapai melalui proses penyatuan pendapat yang disebut dengan diskusi ataupun dalam islam disebut musyawarah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan pengertian teknik diskusi dan pentingnya diskusi dalam belajar.
2.      Mengetahui tujuan, manfaat dan penggunaan teknik diskusi.
3.      Mengetahui siapa saja yang dapat melaksanakan teknik diskusi.
4.      Mengenal berbagai jenis metode diskusi.

 


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Peangertian Teknik Diskusi
Sebelum membahas pengertian tentang teknik diskusi, terlebih dahulu kita ketahui apa itu diskusi. Dilihat dari segi asal kata, diskusi berasal dari kata latin “discution” yang artinya bertukar pikiran. Jadi yang dimaksud diskusi adalah pertukaran pikiran secara teratur dengan tujuan untuk keberhasilan suatu kebenaran. Pengertian tersebut mengandung dua hal penting, pertama: adany pertukaran pikiran secara teratur, kedua: diskusi akan menghasilkan kesamaan pendapat tentang suatu masalah yang dipecahkan.
Kemudian, teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah.  Di dalam diskusi ini proses interaksi antar dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar informasi  pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur demgan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti, tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan menyelesaikan kesimpulan/ pernyataan/ keputusan.
Dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. Hal ini yang sering menimbulkan adu argument atau adu paham dan kemampuan persuasi untnuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.
Mengajar dengan teknik diskusi ini berarti:
Ø  Dalam satu kelas dibagi beberaopa kelompok.
Ø  Dapat mempertinggi partipasi  siswa secara individual.
Ø  Dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan .
Ø  Rasa sosial mereka dapat dikembangkan, karena bisa saling membantu dalam memecahkan soal, mendorong rasa kestuan
Ø  Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat.
Ø  Merupakan pendekatan yang demokratis.
Ø  Memperluas wawasan dan pandangan.
Ø  Menghayati kepemimpinan bersama-sama.
Ø  Membantu mengembangkan kepemimpinan.
Namun demikian teknik diskusi ini juga ada kelemahannya, seperti:
1.      Kadang-kadang bisa terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut masalah yang di pecahkan, bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimppang , sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi hal ini intrukstur harus yang menguasai benar-benar permasalahannya, dan mampu mengarahkan pembicaraan, sehingga bisa mengatasi waktu yang diperlukan.
2.      Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis, yang tidak terlepas dari fakta-fakta, dan tidak merupakan jawab yang hanya dugaan atau coba-coba saja. Maka pada siswa dituntut kemampuan berfikir ilmiah, hal mana itu tergantung pada kematangan, pengamalan,dan pengetahuan siswa.
3.      Tidak dapat dipakai dalam kelompok besar.
4.      Peserta mendapat informasi yang terbatas.
5.      Mungkin dikuasai orang-orang yang suka berbicara.
6.      Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.

B.     Tujuan, Manfat dan Penggunaan Teknik Diskusi
Tujuan teknik diskusi dalam suatu pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Dengan diskusi siswa didorog menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada pendapat orang lain. Mungkin ada perbedaan segi pandangan, sehingga memberi jawaban yang berbeda. Hal itu tidak jadi soal, asal pendapat itu logis dan mendekati benar. Jadi siswa dilatih untuk berpikir realistis agar dapat memecahkan suatu masalah dengan cermat.
2.      Siswa mampu menyatakan pendapatnya secara lisan, mengungkapkan pendapat pemikirannya didepan umum karena hal itu untuk melatih kehidupan yang demokratis. Berbicara didepan umum bukan sesuatu yang mudah,apalagi jika berada pada forum yang lebih besar dari sekolah. Dengan demikian siswa melatih diri untuk mepertahankan pendapat dalam menyelesaikan suatu masalah,sesuai apa yang sedang saat itu ia pikirkan.
3.      Diskusi memberikan kemungkinan pada siswa untuk belajar ikut serta  berpartisipasi dalam suatu penyelesaian masalah. Bentuk partisipasinya bisa berupa pendapat yang diketahui sesuai dengan wawasan yang dimiliki yang ada hubungannya dengan suatu masalah bersama.
Adapun manfaat teknik diskusi, yaitu:
1.      Ditijau dari aspek kepemimpinan, merupakan suatu wadah yang baik untuk mengadakan komunikasi daan konsultasi.
2.      Ditinjau dari segi bahan yang dihadapi, dapat memperdalam wacana atau pengetahuan seseorang mengenai sesuatu.
Penggunaan teknik diskusi oleh seorang pemimpin diskusi harus memperhatikan beberapa hal agar pelaksanan diskusi bisa lancer, antara lain:
1.      Instruktur harus memahami dan mengusai sungguh-sungguh masalah yang akan dilontarkan pada diskusi kelompok, agar mampu menjelaskan pada siswa masalah apa yang harus dipecahkan, dan dapat memberikan petunjuk dan menuntun serta mengarahkan jalannya diskusi, bila mungkin terjadi penyelewengan ataumenemui jalan buntu. Karena semakin jelas masalahnya, akan mudah pula menemukan jalan pemecahannya. Tetapi semakin sukar menemukan jalan keluar, bila masalahnya sendiri menjadi kabur.
2.      Instruktur harus mampu memberikan garis-garis besar pokok persoalan yang penting, agar siswa terpimpin dalam mengetahui dan memilih pokok-pokok soal yang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu atau kurang karena hanya sebagai tambahan saja.
3.      Instruktur harus mampu menetapkan jawaban terhadap garis-garis besar persoalan. Agar siswa mendapat bimbingan dalam merumuskan jawaban sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam merumuskan jawaban itu.
4.      Instruktur harus mampu mengetahui dan menangkap jawaban yang telah disetujui bersama. Hal yang telah disetujui bersama dapat dirumuskan sebagai kesimpulan dalam kelompok yang akan digunakan sebagai  tumpuan pemecahan soal yang berikut, sehingga semua masalah dapat diselesaikan/dipecahkan.
5.      Di dalam diskusi kadang-kadang menghasilkan keputusan yang perlu segera dilaksanakan. Atau keputusan itu timbul sebagai masalah baru yang perlu dipecahkan lagi, atau sebagai suatu rencana yang akan diprktekan, atau juga sebagai suatu eksperimen yang perlu dicobakan.
Karena itu perlu dipertimbangkan ketetapan tentang:
a.       Bila/kapan rencana itu akan dilaksanakan.
b.      Siapa pelaksana-pelaksnanya.

C.    Pihak-pihak yang Berdiskusi
Diskusi baik dilksanakan bila mempermasalahkan beberapa hal,misalnya hal-hal yang menarik minat dan perhatian siswa/urgen. Siswa akan memiliki motivasi yang kuat dalam memecahkan soal, kalau mereka berminat dan menaruh perhatian terhadap masalah itu. Masalah yang didiskusikan harus mengandung banyak kemungkinan jawaban dapat dijamin kebenarannya. Masalah itu harus merangsang pertimbangan, kemampuan berfikir logis dan usaha memperbandingkan.
Untuk suatu diskusi diperlukan pihak-pihak yang menjalankan diskusi tersebut antara lain
1.      Pemimpin diskusi (moderator)
Seorang pimpinan diskusi dapat berperan sebagai:
a.       Pengatur lalu lintas pembicaraan
Ø  Mengatur duduk siswa, sehingga masing-masing duduk dalam lingkaran atau seperti ladam kuda.
Ø  Bertanya kepada anggota diskusi secara barturut-turut.
Ø  Menjaga agar peserta tidak berebut dalam berbicara.
Ø  Mendorong peserta yang pendiam dan pemalu untuk ikut berpartisipasi,
b.      Benteng penangkis
Ø  Mengembalikan pertanyaan kepada kelompok diskusi bila perlu.
Ø  Member petunjuk bila mengalami hambatan.
c.       Memberi petunjuk umum
d.      Menjelaskan masalah yang kan didiskusikan
e.       Merumuskan hasil diskusi
2.      Sekretaris sidang (notulis)
Pembantu moderator dalam menjalankan tugasnya dan merekan dan atau menulis setiap pembicaraan.
3.      Peserta
a.       Mengikuti diskusi dan menyampaikan pandangan-pandangan tentang permasalahan yang didiskusikan.
b.      Mengerti secara menyeluruh tentang pokok pembicaraan.
c.       Sanggupp berpikir bebas dan logis.
d.      Dapat mendera, menjabarkan dan menganalisa.
e.       Mau menerima pendapat orang lain.
f.       Dapat bertanya dan menyangga jawaban orang lain.
4.      Peninjau
Undangan yang dihadiri dalam diskusi tanpa hak bicara kecuali bila diijinkan.

D.    Jenis Teknik Diskusi
Adapun jenis-jenis teknik diskusi itu ada beberapa macam yaitu:
1.      Whole-group
Suatu diskusi dimana anggota kelompok yang melaksanakan tidak lebih dari 15 (lima belas) orang.
2.      Buzz-group
Satu kelompok besar dibagi menjadi 2 (dua) sampai 8(delapan) kelompok yang lebih kecil jika diperlukan kelompok kecil ini diminta melaporkan apa hasil diskusi itu pada kelompok besar.
3.      Panel
Pada panel dimana satu kelompk kecil (antara 3-7orang) mendiskusikan suatu subjek tertentu , mereka duduk dalam susunan semi melingkar dihadapkan pada satu kelompok besar lainnya. Anggota kelompok besar ini dapat diundang untuk turut berpartisipasi. Yang duduk sebagai panelis ialah orang yang ahli dalam bidangnya.
Apa yang harus dipersiapkan bila akan melaksanakan diskusi panel, agar bisa berjalan lancar dan efectif, ialah:
a.       Harus menentukan garis besar pokok persoalan yang akan dibahas.
b.      Menentukan siapa-siapa panelisnya.
c.       Masalah itu harus actual, sehingga masih hangat dan menarik minat untuk diperdengarkan.
d.      Panelis harus mencakup berbagai ahli yang berpengalaman dibidang masing-masing, mereka harus mampu pula berbicara dan menggunakan bahasa dengan baik.
e.       Panelis harus sudah mengetahui dan menguasai pokok-pkok persoalan yang akan dibicarakn terlebih dahulu.
f.       Moderator dari orang-orang yang cekatan dalam sikap dan perbuatan.
Hal-hal yang harus diperhatikan waktu melaksanakan diskusi panel:
a.       Dalam diskusi panel, para panelis yang dipimpin oleh seorang moderator, sedang diskusi itu didengar oleh orang banyak jadi ada 2 (dua) kelompok,yaitu:
Ø  Kelompok ahli/panelis
Ø  Kelompok pendengar
b.      Masalah yang ditentukan untuk diskusi yang actual dan relevan dengan tujuan pendidikan kelompok massa tertentu.
c.       Moderator bertugas memperkalkan kepada para pendengar setiap peserta peserta panel, dan mengemukakan persoalan yang akan dibahas, serta nanti dapat menyimpulkan hasil pembicaraan, tidak perlu mencapai keputusan atau kesatuan pendapat.
d.      Moderator tidak perlu emberikan kesempatan kepada para pendengar untuk mengajukan pertanyaan, kecuali dalam keadaan/hal yang khusus pendengar dapat diminta pendapatnya.
Tujuan instruktur menggunakan teknik diskusi panel ini ialahnmemberikan rangsangan cara berpikir secara masal dengan memberikan berbagai perspektif dari beberapa sudut pandangan. Diharapkan juga siswa mampu berpikir secara luas dan mampu meninjau setiap persoalan dari beberapa segi, agar pendapatnya tidak menjadi sempit. Juga siswa melatih berani mengemukakan pendapat dengan argumentasi yang logis.
Dalam pelaksanakan teknik diskusi panel perlu dijaga kewajarannya, ialah harus mempertimbangan pokok persoalannya adalah masalah-masalah yang aktual. Ialah peristiwa yang terjadi di masyarakat, dan sadang hangat dibicarakan oleh umum. Pemimpin panel diskusi ialah seorang moderator yang menujukan orang cekatan dalam segala hal. Para ahli yang diminta sebagai panelis juga harus yang ahli benar benar dan berpengalaman. Di dalam diskusi panel harus ada kelompok panel/ahli, dan kelompok pendengar/orang-orang yang hanya mendengarkan. Pendengar tidak diperkenankan mengajukan pertanyaan secara langsung. Kemudian moderator bertugas untuk mengemukakan persoalan yang akan dibahas, serta menyimpulkan pembicaraan tanpa menunggu sampai mencapai keputusan atau kesatuan pendapat. Bila hal-hal tersebut diatas diperhatikan baru dapat dikatakan bahwa panel tersebut wajar digunakan.
Sebliknya penggunaan teknik diskusi panel tidak wajar bila terjadi hal-hal sebagai berikut :
a.       Tidak ada kelompok panelis dan kelompok pendengaran
b.      Persoalan yang di bahas tidak actual lagi.
c.       Pembahasan hanya dari satu sudut pandang saja.
d.      Kadang-kadang diselingi dengan padangan umum.
e.       Moderator tidak mengumpulkan hasil diskusi.
Karena itu teknik diskusi panel memiliki kelemahan :
a.       Mudah tersesat.
b.      Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.
c.       Tidak memungkinkan semua peserta mengambil bagian.
d.      Cenderung menjadi serial pidato pendek.
e.       Memecahkan kelompok pendengar ketika mreka setuju dengan penulis tertentu.
f.       Membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup.
g.      Memrlikan seorang moderator yang terampil.
Karena masalah kurang aktual maka tidak mampu merangsang para pendengar. Orang yang ahli dan pengalaman dari berbagai bidang sukar dicari. Kesimpulan hasil panel oleh moderator seakan-akan merupakan hasil keputusan pendapat dari para penulis.
Namun demikian teknik ini memiliki keunggulan pula,yaitu:
a.       Pendengar dapat mengikuti dan mengamati proses serta perkembangan berpikir para panelis jadi tidak semata-mata menerima apa saja yang didengar.
b.      Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.
c.       Mendapatkan hasil kesimpulannya.
d.      Mendorong analisa kemungkinan-kemungkinan.
e.       Memanfaatkan orang yang betul-betul memenuhi syarat.
f.       Dapat merangsang pemikiran masal dalam waktu singkat.
g.      Perbedaan pendapat para panelis merangsang pula bagi para pendengar untuk menimbulkan masalah baru.
4.      Symposium
Teknik ini menyerupai panel, hanya sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium harus menyiapkan prasarana menurut pandangannya sendiri terlebihdahulu. Namun demikian dapat juga dilakukan dengan menentukan sebuah persoalan dahulu, kemudian dengan perbaikan aspek, dan sebuah aspek ini disoroti tersendiri. Tidak perlu disorot dari berbagai pandangan. Pendengar biasanya diberikan kesempatan memajukan pandangan umum dan petanyaan-pertanyaan, sesudah pembicaraan dan penyanggahan selesai. Orang yang diberi kesempatan terakhir ialah pembicara untuk mengadakan sambutan-sambutan balasan(replik). Dalam teknik ini peranan moderator tidaklah seaktif seperti pada panel. Ia lebih banyak mengkoordinir pembicaran saja.
Adapun tujuan penggunaan teknik symposium ialah untuk merangsang daya pikir manusia dalam kelompok besar itu, agar mau turut berpartisipasi untuk memecahkan atau membahas suatu masalah, dalam waktu yang relatif singkat. Seorang anggota symposium dapat melihat persoalan dengan dua cara, yaitu:
1)      Terhadap suatu masalah yang sama diadakanpembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titik tolak yang berbeda-beda.
2)      Untuk suatu persoalan ditentukan lebih dahulu sejumlah aspek dan tiap aspekdisoroti tersendiridan khusus tidak perlu dari berbagai sudut pandang.
Untuk melaksanakan metode symposium perlu memerhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Menentukan persoalan yang akan dibahas bersama.
b.      Menentukan pemrasaran dan penyanggah-penyanggahnya.
c.       Masalah yang akan dibahas sebaiknya diumumkan terlebih dahulu agar dapat melibatkan banyak pendengar.
d.      Membentuk tim yang akan melaksanakan idak lanjut hasil symposium itu.
e.       Masalh yang sudah ditentukan dalam persiapan dibhas dari titik tolak yang berbeda-beda atau menentukan sejumlah aspek terlebih dahulu, kemudian masing-masing sapek disoroti tersendiri.
f.       Perlu ada pembahasan/sanggahan utama.
g.      Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pandangan/pertanyaan setelah pembahas utama selesai.
h.      Mengadakan replik dan duplik.
i.        Moderator bertugas meneruskan sanggahan, pandangan umum serta pertanyaan seluruh peserta.
j.        Tim yang dibentuk harus mampu bertugas menampung, mengesahkan dan menyebarluaskan hasil symposium.
Karena itulah penggunaan teknik symposium kadang-kadang mengalami kesulitan disebabkan oleh pertama, sukar menemukan pemrasaran atau penyanggah yang mampu mempersiapkan bhan bahasan itu secara ringkas dan komprehensif. Kedua, fungsi atau peranan moderator dalam symposium tidak sama aktifnya seperti dalam panel, sehingga jalannya symposium sering tampak kurang lancar. Ketiga, sukar sekali mengendalikan sambutan-sambutan, sehingga kerap kali memperpanjang waktu yang sudah ditentukan.
Namun demikian teknik symposium memiliki keunggulan pula dalam penggunaanya ialah organisasinya yang sangat sederhana, adanya persiapan dari pemasraran, sehingga pembahasan dapat lebih terarah. Teknik ini dapat membahas hal-hal yang aktual, dan memberi kesempatan pada pendengarnya untuk berpartisipasi aktif.
5.      Caologium
Teknik ini adalah cara berdiskusi yang dijalankan oleh satu atau beberapa orang manusia sumber, yang berpendapat, menjawab pertanyaan-pertanyaan, tetapi tidak dalam bentuk pidato. Dapat juga bervariasi lain ialah seorang guru atau siswa/mahasiswa menginterview seseorang manusia sumber, tentang pendapatnya mengenai sesuatu masalah kemudian mengundang pertanyaan-pertanyaan tambahan dari para pendengar.
6.      Informal-Debate
Dalam diskusi ini dilaksanakan dengan membagi kelompok menjadi dua tim yang sama kuat dan jumlahnya agar seimbang. Kedua tim ini mendiskusikan subyek yang cocok untuk diperdebbatkan dengan tidak menggunakan banyak peraturan, sehingga jalannya perdebatan lebih bebas. Isu yang berdebatkan biasanya adalah masalah nilai, apakah itu nilai dalam masyarakat atau norma, nilai pergaulan atau nilai yang berlaku di sekolah dan lain sebagainya.
7.      Fish Bowl
Dalam diskusi ini terjadi dari seorang moderator dan satu atau tiga manusia sumber pendapat, mereka duduk dalam susunan semi lingkaran berderet dengan tiga kursi kosong menghadap kelompok. Kemudian moderator memberikan pengantar singkat, dan diikuti dengan meminta kepad peserta dengan sukarela dari kelompok besar, untuk menduduki kursi yang kosong yang ada di muka mereka. Peserta ini mengajukan pertanyaan atau mengadakan pembicaraan dengan manusia sumber pendapat. Selanjutnya moderator mengundang peserta yang lainnya dari anggota siding untuk ikut berpartisipasi.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta, menurut Jaime Bulatao SJ, ialah:
1.      Menjadi pendengar yang baik, artinya berusaha mendengarkan kawan yang sedang berbicara dengan sepenuh hati.
2.      Menjadi pembicara yang baik, kita harus berusaha berbicara dengan sepenuh hati . berbicara untuk menyumbangkan buah pikiran tanpa malu-malu, takut salah atau takut ditertawakan.
3.      Tidak berbisik pada kawan kiri kanan, hal ini perlu diperhatikan karena sering kita jumpai pada masyarakat kita.





BAB III
PENUTUP

Simpulan
Teknik diskusi adalah suatu teknik belajar mengajar dengan pertukaran pikiran secara teratur dengan tujuan untuk keberhasilan suatu kebenaran. Semua metode yang digunakan adalah suatu bentuk musyawarah kegiatan kelompok dalam memecahkanmasalah untuk mengambil subuah kesimpulan atau keputusan. Kemampuan kelompok dalam berdiskusi sangat mempengaruhi figuritas seseorang. Salah satu syarat sukses seorang pendamping penyaji di forum adalah ada interaksi yang intense antara presentator dengan audis. Presentator seharusnya tidak memberikan kesan masih menjatuhkan objek atau kesan memaksakan jawaban. Dengan demikian diskusi dapat berjalan dengan baik,dan mendapat suatu kesimpulan yang memuaskan peserta.








DAFTAR PUSTAKA
Ahmadnaufa.wordpress.com
Roestiyah. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Strategi Belajar Mengajar semester v Reviewed by frank ucup on 2:07:00 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.