Top Ad unit 728 × 90

makalah tentang Ilmu Alamiah Dasar


LAPORAN

PRODUKSI JAMUR TIRAM DI TEMPAT BAPAK NURSIN
DESA KETANDA RT 01 RW 03 KECAMATAN SUMPIUH
KABUPATEN BANYUMAS

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu : Nur Ngazizah












Disusun oleh :
Panji Pradana ( 092110144 )

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Tahun 2009



            KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas laporan dengan judul  “PEMBUATAN KURSI BAMBU“ yang sederhana ini dapat terselesaikan tidak kurang daripada waktunya.

Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban mata kuliah ILMU ALAMIAH DASAR serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan.

Pada kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu. NUR NGAZIZAH selaku dosen mata kuliah ILMU ALAMIAH DASAR serta semua pihak yang telah membantu penyelesaiantugas laporan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah S.W.T. hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.

Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan yugas laporan ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO.

Wassalam,
  Purworejo, 24 Desember 2009

P   Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

            Pangan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.  Selain dipilih yang mengandung nilai gizi tinggi, juga aman bagi kesehatan. Artinya, selain mengkonsumsi  bahan makanan tersebut, tidak meninbulkan gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, darah tinggi, diabetes, ginjal dan sebagainya. Hal itu sesuai  dengan apa yang dikemukakan Hippoerates :  Lets food be yuor medicine, and medicine be your food, yang berarti bila manusia bertindak tepat dalam memilih makanan yang akan mereka konsumsi, tubuh mereka akan selalu sehat, segar, dan bugar karena makanan itu dapat pula berfungsi sebagai obat.
            Jamur pangan (mushroom) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperetimbangkan kaerna didalamnya banyak terkandung senyawa-senyawa bio aktif. Yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Orang Yunani Kuno percaya makan jamur menyebabkan seorang menjadi lebih kuat dan sehat. Selain menjadi kebiasaan pada saat itu, setiap prajurit yang akan maju ke medan perang terlebihg dahulu menyantap hidangan jamur. Hasilnya mereka lebih kuat, berani dan perkasa. Hanya Raja Mesir peng”hobi” berat makanan jamur, dan menyebut jamur sebagai makanan para dewa.

A.     LATAR BELAKANG

Negara indonesia adalah negara berkembang. Diera globalisasi sekarang ini, banyak didirikan banyak usaha, baik itu usaha jasa, usaha dagang, maupun usaha industri. Mulai dari usaha kecil, menengah, maupun besar. Mengingat banyak munculnya berbagai usaha dikalangan masyarakat dewasa ini diharapkan masyarakat Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain didunia. Memasuki era globalisasi sekarang ini, dimana terjadi persaingan disemua bidang usaha, maka dari itu banyak masyarakat Indonesia mendirikan usaha kecil dibandingkan dengan usaha menengah maupun usaha besar. Banyak alasan yang mendorong masyarakat sekarang ini untuk mendirikan usaha kecil karena selain modal yang relatif kecil, peralatan serta perlengkapan yang digunaan relatif mudah didapat.
Salah satunya adalah usaha produksi jamur tiram, mengingat modalnya yang relatif kecil, peralatan serta perlengkapan cinta yang digunakan juga mudah digunakan . oleh karena itu, usaha produksi jamur sangat cocok bagi kalangan masyarakat.

B.     BATASAN MASALAH

Karena keterbatasan pengetahuan, biaya, dan waktu maka peneliti ini hanya membahasa mengenai apakah hubungan yang positif san signifikan antara wirausaha jamur tiram dan tingkat keluarga di Desa Ketanda.

C.     PERUMUSIAN MASALAH

1.      Apakah produksi jamur tiram di Desa Ketanda memberikan pendapatan yang lebih besar dari biaya produksi?
2.      Apakah usaha produksi jamur tiram sudah efisien?
3.      Bagaimana cara atau proses pembuatan jamur tiram?

D.     TUJUAN PENELITIAN

1.      Untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan, pendapatan yang diperoleh dan keuntungan yang dapat diperoleh dari produksi jamur tiram.
2.      Untuk mengetahui efisien produksi jamur tiram.

           



BAB II
HASIL PENELITIAN

           
A.    KEADAAN PEREKONOMIAN
Sarana perekonomian sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan tata niaga masyarakat. Adanya pasar dekat Desa Ketanda membantu para pengrajin jamur tiram memasarkan hasil produksinya kepada para pedagang pengecer.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu yang termasuk dalam famili Agaricaceae, bangsa Agaricales, kelas Basidomycetes. Tumbuh secara alami pada pohon yang masih hidup atapun yang sudah mati, di daerah tropis dan sub tropis).
2.      Cara Budidaya Jamur
            Bahan yang digunakan
1.      Serbuk gergaji                   100kg
2.      Bekatul                              15 kg
3.      Kapur bangunan                3 kg
4.      Gips (CaSO4)                    1,5 kg
5.      Tepung aci pati                  2 kg
6.      Calsium carbonate  (CaCo3)1 kg
7.      Pupuk TSP/NPK               0,5 kg
8.      Bibit jamur siap tanam      4 botol
9.      Air secukupnya

3.      Cara kerja
a.       Pembuatan media tanam
1.      Campurkan air ke dalam serbuk gergaji kira-kira 25% dari berat serbuk secara merata supaya tidak berdebu ketika melakukan pencampuran bahan lain. Cara lain dengan perendam satu malam kemudian ditiriskan sampai tidak meneteskan air
2.      Campurkan bahan 2-7 ke dalam serbuk yang telah direndam hingga merata. TSP/NPK sebaiknya dilarutkan dahulu.
3.      Tambahkan air secara bertahap pda camouran bahan tersebut sambil diaduk. Penambahan air dihentikan jika camouran tersebet dapat menggumpal apabila digenggam erat dan tidak pecah serta tidak meneteskan air. Jika telah melakukan perendaman, maka tidak perlu penambahan air.
4.      Masukan bahan dalam kantong plastik 25 cm X 15 cm X0,4 mm. Padatkan secara bertahap dengan volume ¾ panjang plastik. Bagian yang kosong dilipat ditengah supay menutup permukaan atas lalu dibalik supaya bisa berdiri. Sebaiknya bagian pojok dilipat ke dalam.
5.      Siapkan potongan peralon /bambu ukuran ¾ dlm dan panjang 1 cm, kemudian masukan ke dalam plastik besar.
6.      Hasil pekerjaan 4 dan 5 siap disteril/dikukus dengan posisi terbalik. Gunakan drim besar dengan volume 100 bungkus. Lama pengukusan sekitar 8 jam, atau lebih dengan suhu di atas 80˚C.
b.      Penanaman Bibit ( Inokulasi )
Inokulasi dilakukan setelah media tanam disterilkan dan dingin dengan cara sebagai berikut :
1.      Inokulasi sebaiknya didalam ruangan khusus yang tertutup agar tidak terganggau oleh pergerakan udara, angin atau orang. Sendok kecil atau sitck untuk mengambil bibit dalam botol, tangan serta permukaan luar botol sebaiknya diolesiatau disemprot alkohol sebelum dipakai.
2.      Pasang cicnin pralon atau bambu. Buat lubang kecil pada media tanam dibawah cincin tadi sebagian tempat bibit. Ambil bibit 6 butir, dekatkan mulut botol dengan mulut media tanam sambil masukkan bibit, lalu tutup dengan busa atau kertas.
c.       Penyipanan Inkubasi
Ruangan untuk inkubasi hendaknya tidak terkena sinar matahari langsung maupun hujan. Dalam masa inkubasi perlu diperhatikan:
1.      Media tanam akan tampak miseliumnya ( lamat putih ) setelah 4 hari dari inokulasi dan dapat merata keseluruh permukaan media tana paling lambat 1 bulan.
2.      Bila miselium telah padat dan kompak, media tanam siap dibuka agar tumbuh jamur
3.      Bila ada media tanam yang tidak memiliki ciri-ciri diatas maka dapat dilakukan sterilisasi kembali sekitar 3 jam atau lebih setelah air mendidih. Setelah dingin dapat di inokulasi kembali.

4.      Panen
            Kegiatan pemanenan menentukan kualitas jamur tiram yang akan dipanen. Untuk itu perlu memperhatikan beberapa hal yaitu waktu panen, umur jamur, teknik memanen, alat atau wadah hasil panen, dan lain-lain.
            Panen dilakukan disaat jamur mencapai pertumbuhan optimal. Biasanya pada umur 3-4 hari setelah tumbuh dengan diameter jamur mencapai 5-10 cm. Sebaiknya panen dilakukan pagi atau sore hari untuk mempertahankan kesegarannya.
            Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh rumpun jamur dan tidak hanya memotong cabang jamur yangb ukurannya besar saja karena dalam satu rumpun jamur mempunyai pertumbuhan yang sama. Apabila jamur yang mengecil tidak dipanen maka tidak akan tumbuh besar tapi kemungkinan mati atau layu.


5.      Penanganan Pasca Panen
            Penanganan pasca panen merupakan suatu rangakaian kegiatan sejak proses panen, sampai roduk siap dijual. Masih banyak petani jamur yang melakukan kegiatan ini asal-asalan sehingga mengalami kerugian. Apabila penanganan pasca panen kurang baik maka akan diperoleh produk yang bermutu rendah. Hal ini ditunjukkan adanya penurunan gizi, susut bobot, kebusukan, penurunan daya tarik dan lain-lain.
            Tujuan penanganan pasca panen antara lain :
1.      Agar hasil panen tetap dalam kondisi baik mutunya, baik kesegarannya, maupun bentuknya.
2.      Agar hasil panen lebih menarik seperti warna, rasa, atau aromanya.
3.      Tetap memenuhi standar perdagangan, terhindar dari kerusakan.

6.      Pengemasan
            Kemasan berfungsi sebagai wadah atau tampat dan alat pelindung sehingga mempermudah dalam penyimpanan, pegangkutan, serta memperindah produk dan kemasan.
            Untuk pengemasan jamur yang segar sebaiknya menggunakan plastik yang cukup tebal ( 0,08 mm) atau trey dengan tujua untuk memperpanjag kesegaran jamur, dan juga dapat mengurangi kerusakan serta mudah dalam pengankutan dan menambah unsur menarik bila dijual. Untuk bobot tiap kemasan tergantung dari besarnya ukuran kemasan dan harga yang ditetapkan.
7.      Pengangkutan
            Kegiatan pengangkutan merupakan aktifitas distribusi untuk mendekatkan jamur pada konsumen. Jamur yang sudah dikemas dipindahkan ketempat tujuan atau pasar (konsumen) untuk dijual sesuai harga yang disepakati sebagai perusahaan dapat memperoleh keuntungan (laba). Harga yang ditetapkan berkisar 8000-10000 rupiah tiap  1 kg jamur.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     KESIMPULAN
1.      Usaha memproduksi jamur tiram ternyata bukan produksi yang sepele, pemasarannya ternyata sampai merambah ke daerah Surabaya dan daerah Jakarta.
2.      Keberadaan produksi jamur tiram di Desa Ketanda mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat di daerah sekitar.

B.      SARAN
1.      Sebaiknya pemasaran jamur tiram dilakukan secara individu, tanpa ada campur tangan penadah, karena apabila pemasaran dilakukan sendiri hasil yang didapatkan akan lebih dibandingkan pemasaran lewat penadah. Bahkan bisa dikatakan penadah mendapatkan untung yang lebih besar daripada produksinya.
2.      Modal sebaiknya perlu diperhatikan kembali, karena apabila modal bertambah, maka produksi yang dihasilkan pasti akan lebih besar lagi sehingga akan membutuhkan lagi tenaga kerja yang nantinya dalam jangka panjang dapat mengurangi pengangguran dan dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat.








LAMPIRAN-LAMPIRAN










A. Serbuk Gergaji










B. Serbuk Gergaji Yang Sudah Dimasukan Plastik











C. Bibit Jamur










D. Kompor Untuk Mengukus Jamur Yang Sudah Dibungkus



E. Jamur Siap Panen
makalah tentang Ilmu Alamiah Dasar Reviewed by frank ucup on 11:26:00 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.