Friday, June 29, 2012

selamat ulang tahun yang ke 21, ika sayangku

Waktu berjalan tiada henti
mengiringi rembulan dan mentari
yang terbit nan tenggelam setiap hari
mengiringi usiamu yang terus bertambah dari hari ke hari
hingga saat ini ;..

Waktu bergulir..
Dtik berganti dtik ;
HAri berganti hari..
Bulan berganti bulan..
Dan tanpa terasa 1 tahun sudah terlewati ;
Dan kuingat sekarang adalah tahun ke 21 setelah kau lahir..
Dan aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu..

selamat ulang tahun ika sayang.
,,hehehehe ini rotinya boongan yank,
besok yang benean yang, kalo ktmu
ini dd yang nyari yang,
pinter ia yank dd




mamam pko.a tambah segala ia de,,
makan"e lho yang,
dd uda nungu dari lama yankk

Monday, June 25, 2012

11 Pertanyaan Penting Sebelum Menerbitkan Artikel Blog





Berapa kalikah sobat mengedit sebuah posting/artikel blog setelah menerbitkannya? Saya pernah menghadapi permasalahan serupa dan ada banyak penyebabnya: kesalahan ejaan kata lah, kesalahan link yang ditulis lah, materi yang keliru lah, keyword yang salah lah, judul yang kurang tepatlah dan lain sebagainya.




Sebagaimana yang dialami, sobat harus bolak-balik membuka post editor dan melakukan

Saturday, June 23, 2012

puisi untuk Ika.D.S

C.I.N.T.A
Cinta bukan mimpi
Tetapi cinta adalah sebuah harapan
Bukan apa yang didapat
Tetapi apa yang dirasa
            Cinta bukan puisi
           Tetapi cinta adalah kata hati 
            Akupun punya jawaban
Jika cinta adalah harapan
Maka hati adalah jawaban
Bangunlah,
Kejujuran dan ketulusan hati
Dengan kepercayaan
Itulah cinta
            Tuhan hanya memberi satu hati
            Karena hati yang Satu
            Berada pada orang yang kita sayang
            Karena Tuhan menciptakan
            Manusia berpasang-pasangan
Banyumas, April 2012

cerpen "Cerita Untuk Ika"



KATA PENGANTAR                                   

Alhamdulillahahirobbil’aalamin,penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala kenikmatan, rahmat, dan hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyeleseikan penyusunan buku kumpulan puisi ini.
Buku yang berjudul “ Cerita Untuk Pieka” ini dimaksudkan sebagai salah satu referensi bagi para penikmat satra. Buku ini berisi tentang kumpulan cerpen yang dapat dibaca oleh siapa saja. Buku ini sesuai bagi para siswa atau mahasiswa yang ingin membaca-baca cerpenuntuk selanjutnya membuat cerita pendek sendiri. Karena dengan membaca berbagai contoh cerita pendek dapat menambah wawasan tentang jalan cerita tentang suata cerita pendek dalam membuat cerita pendek.
Kami sangat gembira bisa mempersembahkan sebuah karya—walau jauh dari indah dan sempurna–ini bagi Anda, pembaca yang budiman. Dengan berharap bisa belajar ketulusan hati, kami berkarya. Lika-liku dan pahit-getir kehidupan dalam pencarian cinta mewarnai lembar demi lembar buku ini yang menjadikan perasaan bergelombang, kadang senang, kadang sedih, kadang ceria, kadang berduka. Mereka datang silih berganti menghiasi perjalanan panjang hidup ini.
Akhir kata, pinta maaf juga kami sampaikan, karena “tiada gading yang tak retak”; karya kami masih banyak kekurangan, kekeringan, kejenuhan, pendek kata jauh dari kesempurnaan. Dengan lapang dada kami mengharap saran, kritik, dan masukan yang membangun agar kami bisa terus memperbaiki karya-karya kami berikutnya.


Purworejo, 26 Juni 2012        
Penulis                        
Panji Pradana                         


1.

Kasih Tak Sampai
Seperti hari kemarin pagi ini gerimis lagi, padahal sepatu yang kemarin masih basah gara-gara pulang sekolah hujan-hujanan. Waktu sudah pukul 06.30, sebentar lagi Aji menghampiriku. Aji adalah teman akrab sejak SD, sampai sekarang pun kita masih sering bermain bersama. Setiap pagi dia menghampiriku, kita selalu ke sekolah bersama-sama, karena sekolah Aji dan aku satu arah.
“gus…? Ayo berangkat !” panggil aji dari luar rumah,
“oke !” sahut aku dari dalam rumah sambil berlari keluar rumah, kita berangkat walaupun gerimis masih mengguyur.
“kamu ntar pulang bareng rudi ya Gus…? Aku ntar ada praktek kesenian disekolah, jadi mungkin aku pulang agak sore”
“ya, ntar aku pulang bareng Rudi gapapa…,” jawabku.
Akhirnya sampai juga aku di depan pintu gerbang, aku buru-buru masuk karena lonceng tanda masuk juga sudah berbunyi. Aku juga heran, aku baru tau kalau Aji juga ikut kelompok kesenian di sekolahnya.
“teng…teng…teng…” lonceng tanda usai pelajaran berbunyi, aku segera keluar sekolahan. Rudipun sudah menunggu aku didepan pintu gerbang.
“dah lama kamu Rud nunggu aku ? ayo kita pulang !”
“oke bos…!”
Rudi adalah teman satu kelas Aji, dia juga sering main kerumah Aji. Alangkah sialnya aku hari ini, tiba-tiba motor oleng dan Rudi segera berhenti. Aduh, ternyata ban motor kempes.
“Gus, sial kita Gus ? ban bocor Gus, kamu dorong yo di depan ada tambal ban kok.”
“wah payah moormu Rud, gak tau orang laper ? eh malah pake acara bocor !” kita sampai di tempat tambal ban, sambil menunggu kita berdua duduk-duduk di pinggir jalan.
Tiba-tiba tanpa aku sengaja aku lihat Aji lewat bersama seorang wanita, mereka berdua kelihatannya sangat akrab. Aku bertanya-tanya kenapa Aji tadi bilang mau praktek kesenian, ah mungkin dia malu kalau terus terang, tapi siapa gadis yang bersamanya itu.
“Rud itu kan Aji…? Tadi katanya mau praktek kesenian, eh malah pulang sama cewek”
“iya, itu kan Mira ! mereka baru jadian lho…”
“tau dari mana kamu Rud ?”
“banyak kok yang sudah tau, masak kamu temen akrabnya malah ga tau ?
Aku kaget ketika mendengar kata Mira, kenapa Aji ga mau cerita sama aku. Mira adalah gadis cantik kampung sebelah. Mungkin Aji juga tau kalau aku sebenarnya juga suka sama Mira, makanya dia ga mau cerita sama aku. Aku selalu berharap suatu saat Mira bias jadi kekasihku, tapi sekarang rasanya sudah tidak ada lagi harapan. Mira sekarang adalah kekasih sahabatku, aku tidak mungkin merebunya karena Aji adalah teman dekatku.





 2.
HIDUP ITU HARUS DISYUKURI

Hari ini tak seprti hari biasanya. Aku lulus SD, rasanya bukan main senangnya.walau aku tak juara kelas, tetapi aku cukup banggga dengan prestasiku dibanding teman-temanku yang lain.
“Bud ...alhamdullah ya kita lulus” tanyaku kepada Budi, temanku yang selalu duduk bersamaku sejak kelas empat.
“Iya ya nji, tapi seharusnya aku sudah lulus setahun yang lalu, tapi sudahlah jangan dibahas” jawab Budi dengan sedikit menyesal, karena seharusnya Budi sudah kelas satu SMP. Lantaran di kelas empat Budi tidak naik kelas.
“sudahlah Bud..... kalau kamu lulusnya setahun yang lalu kan jadi gak kenal sama aku dan gak duduk bareng aku hehehe” sahutku meledek Budi
“hehehe benar juga ya nji, untung aja aku lulus tahun ini, coba kalu enggak, bisa malu aku sama teman-teman dan guru-guru disini....” jawab Budi.
Ya sudah mari kita rayakan bersama teman-teman yang lain Bud...!!
            Hari itu telah berlalu, aku mulai memikirkan untuk melangkah pergi melanjutkan ke SMP. SMP NEGRI 2 SUMPIUH  idamanku,impianku, harapanku bisa belajar disana. Sore hari pukul 15.00 bergegas aku dan teman-teman pergi kesana dengan mengayuh sepeda ontelku. Karena tempatnya yang tak jauh dari tempat tinggalku. Melihat gedungnya yang sederhana tapi penuh dengan makna. Itulah gambaran sekolah yang aku idam-idamkan. Aku lihat dari depan, samping dan belakang sekolah itu bersama teman-teman yang lain.
“Gus....? semoga kita bisa belajar disini ya gus..?” tanyaku pada Agus, teman Sdku. “ya pasti dong, kalau kita berusaha pasti kita semua bisa....!!” jawab Agus yang yakin akan bisa masuk di SMP itu.
            Setelah datang senja, aku bersama teman-teman pulang ke rumah masing-masing.
“sampai jumpa lagi ya teman-teman...?” sapa ku pada teman-teman.
Sesampai di rumah, aku berpikir aku yakin pasti aku bisa masuk sekolah yang selama ini aku idam-idamkan.
“Bu... ibu setuju kan kalau aku masuk SMP 2...?” aku bertanya kepada ibu dengan penuh harapan bahwa ibu akan menyetujuinya.
“ya ibu sih sejutu-sejutu saja, kalau kamu mau di SMP 2..? ibu tidak bisa melarangnya, toh itu sekolah idamanmu dari dari dulu kan? Satu pesan ibu, banyak banyaklah berdo’a dan belajar biar kamu bisa diterima di SMP 2” jawab ibu memberi semangat padaku. Akupun tambah yakin berkat kata-kata ibu yang terus memberi semangat dan harapan.
            Dua minggu setelah kelulusan SD dibukalah pendaftaran di MP. Pagi itu aku bangun pagi menyiapkan barang-barang yang telah semalam disiakan untuk mendaftar ke SMP. Pukul 06.00 pagi aku berangkat dari rumah dengan mengayuh sepeda bmxku, teman – temanku sudah menunggu di depan SD. Kita berlima berangkat bareng Rohman, Ari, Agus dan Budi . Pagi itu terasa dingin, namun kita semua tak merasakannya. Rasa dingin terhapus oleh kesemangatan dan harapan demi bersekolah di sekolah itu. Canda dan tawa kita rasakan saat perjalanan.
“heey gus....? hati – hati dong, itu ada ayam...?” tanya Ari pada Agus.
“hehehehe... aku terlalu bersemangat ar? Jadi tak melihat di depan ada ayam” jawab Agus dengan cekikikan.
“waaaahh semangat si semangat, tapi jangan meleng dong gus, nanti kalau kamu jatuh, terus gak bisa ndaftar gemana.....!! kita semua kan yang repot. Sahut aku kepada Agus.
“iya.....iya maaf ia teman-teman...? aku gak meleng lagi dech.. aku hati-hati dech” jawab Agus menyesali perbuatannya.
“sudah – sudah...? jangan ribut di tengah jalan..!! nanti kita gak sampai-sampai” komentar Rohman pada kita semua.
            Pukul 06.30 kami sampai di SMP 2,  di sana ternya sudah banyak teman – teman dari Sd-sd lain. Pukul 07.00 mulai pendaftaran aku bersama-sama teman-temanpun segera melangkah mendekati tempat pendftaran. Sesudah mendaftar kami melangkah keluar sekolah, kami harus memikirkan untuk memikirkan bagaimana besok untuk ujian. Setelah selesai urusan di sekolah itu, kamipun bergegas melangkah pulang. Kami ambil sepeda yang dititipkan didekan sekolah itu.
“huduuuhhhh aku makin deg-deg ser ni man.....?? apakah aku bisa menyelesaikan soal untuk ujian masuk besok ya man..!! tanyaku kepada Rohman sekikit tidak percaya.
“tenang saja nji.... asal kita belajar dan berdoa insya Allah kita semua bisa..” jawab Rohman dengan semangat.
Kami melangkah pulang. Seperti biasa dalam perjalanan pulang kami bercanda-canda. Sesampai  di rumah aku langsung Sholat dhuhur, aku memohon kepada Allah, ya Allah berikan kemudahan untuk menjawab soal-soal ujian ya Allah. Hari berganti, minggu berganti dan akhirnya hari ujian masuk smp pun tiba. aku duduk di tengah-tengah. Pada saat masuk kelas, aku lihat ternyata nggak ada temen yang bareng ama aku. Ujianpun mulai, semua siswa diharap tenang dan mengerjakan soal ujian yang sudah di siapkan. Waduuuuuhhh soalnya susah baget ya. Aku coba melirik pekerjaan anak yang ada di sampingku, aku liat, ternyata dia malah nagsih jawabannya ke aku, waaaah aku aga lega jadinya. Dia pun melihat jawabanku dia pun juga ikut nyontek  jawabanku, hehehehe aku juga ngarang jawabnya eeeh di conto juga. Setelah dua jam lamanya, ujian pun berakhir. Aku keluar kelas mencari temen-temen. Ternyata mereka sudah keluar sokolah. Yaaahhh aku cariin malah lagi pda jajan, berarti aku yang terakhir keluar ini ya. Gemana temen-temen pada bisa ngerjain gag. Emmmmm sangat enteng nji, jawab Rohman degan nada ngejek gitu. Setelah ngobrol-ngobrol, kami pun pulang dengan ceria, cieeeee ceritanya kan udah selesai ujian, heheheehe. Kami langsung pulang kerumah masing-masing.                          Setelah beberapa minggu kemudian pengumuman pun berlangsung. Waduuuuhh sangat takut akunya. Aku takut gag masuk smp idamanku. Setelah aku liat ama temen-temen di smp itu, ya Allah……………… ternyata bener aku gag keterima. Aku langsung shook melihat pengumuman itu, ternyata semua temen-temenku keteriam, kecuali aku dan Budi. Aku mengucapkan selamat pada temen-temen. Selamat ya temen-temen kalian emang pantes sekolah di sini, kalian emang hebat, terutama kamu man, ternyata kamu bisa membuktiakn omonganmu, selamat temen-temen…..?? makasih nji, kamu jangan sedih ya, kamu tetap bisa berjuang walaupun gag di sekolah ini, kamu tetep semngat ya jangan menyerah gitu dong, jawab Rohman dengan menenagngkan hatiku.
            Hidup Cuma sekali, walaupun aku gag keterima di smp idamanku, aku tetep sekolah. Aku mendaftar di smp Purnama. Gag papalah di kolah swasta. Moga ajah aku dapet prestasi amiiiiinnnn. Aku mendaftar di smp purnama, sedangkan Budi gag sekolah lagi. Kasian dia sampai gag sekolah lagi. Memang hidup itu harus di syukuri, gag semua yang kita harapkan Allah mengabulkan. Aku terima dengan lapang. Aku akan jalani dengan penuh iklas…

SELESAI…………………………………………………………………………………………





3.
Gue orangnya setia

Langsung aja ni ya, namanya juga cerpen ngga  banyak kaya mau nulis sekripsi yang di pikir mateng-mateng juga “ asal njeplak aja ni mulut”. Jangan komentar, mulut-mulut siapa! Nantangin gue ! mang aji rodok loe. Hust ! kok jadi ginisi, jangan ribut ya. Maafin gue, dimaafin ngga??? Di maafin kannnnn,,, katanya brooooo. Yaudah… berhubung gue udah di maafin sama loe, gue mau mulai cerita niiii…. Dengerinnyaaa. Enaknya mulai dari mana ya? Dari sini aja kali ya “ribet banget orang tinggal cerita! Cerita-cerita aja, songong”.
Sebenernya gue agak malu-malu nih mau cerita, soalnya aga nyeleweng dikit nihhhh. Nama gue reno “ re ono duit” ngga nyambung goblok! Pacar gue namanya sinar. Gue udah pacaran lama sama sinar sejak duduk di bangku SMP, sampe gue masuk kuliah pun gue masih nyambung ama sinar. Gue bingung sama  diri gue, knapa kok banyak banget cowok yang suka sama gue “geleh jadinya”. Ini memang ngga gue harapkan, siapa juga yang mau ngarepin di sukai sama sesama jenis. Jangan kabur, denger gitu aja mau main kabur aja. Sante donggggg… gue normal kok. Ngga tau tu para cowok-cowok tau nomer hp gue dari mana. Emang si banyak orang bilang gue ganteng, emang ganteng. Gue selain ganteng juga, gue juga putih bersih, tinggi, berbadan triplek hahahhahaaa ngga, maksud gue atletis. Bisa dibilang dambaan para cewek buat punya cowok kaya gue ini. Tapi sayangnya tidak sesuai yang gue arepin. Ada si cewek yang suka sama gue selain pacar gue. Tapi kebanyakan cewek mukanya ngga pada jelas semua “ haduhhhh”. Tapi ada satu nihhhh yang emang bener-bener cantik, rambut panjang, kulit putih, bohai, waduhhhhh top banget pokoknya dahhhhh. Gue kenal sama dia karena di kenalin sama temen cowok gue, cewek itu namanya ratna. Pertama gue liat diasi biasa aja, tapi lama kelamaan setelah sering ketemu dan kontak lewat hp rasa-rasanya gue nyambung ajah gitu sama ratna “waduh pacar gue mau di kemanainnnnn…” tapi sante aja gue ngga ada niatan buat selingkuh kok. Pada sore itu tiba-tiba dia ngajakin main ke pante, ratna emang suka banget sama pante. Gue pun putusin buat nerima tawaran ratna, yang gue ngga mikir kemana-mana karena gue ngga berdua doang ke pantenya tapi juga sama temen gue sama pacarnya yang juga temen ratna. Hari tambah hari, lama-lama gue sama temen-temen jadi sering banget main ke pante tiap sore “yaaaaa,,, satu minggu 2 kali lah,,,”.
 Nahhh,,, sore itu ratna ngajakin ke pante lagi, gue iya in aja tuh ajakan ratna. Setibanya gue di rumahnya gue nanya sama ratna “ ratna temen-temen yang lain pada kemananih,, belum dateng? Ratna malah senyum malu-malu ke gue “???”.
“ em…. mereka ngga pada ikut, kan ngga gue ajak. Gue Cuma pengen berduaan aja sama loe ke pantenya”.
Sebenernya gue aga keberatan ratna bilang gitu, tapi mau gimana lagi ya gue ia in aja.
Berangkatdeh ke pante pake motor butut gue. Diperjalanan menuju ke pante, ratna meluk gue kencenggg banget, sambil nyandar ke pundaku juga sesekali “Gimana ngga deg-degan ni jantung. Sesampainya di pante, duduk di tepian obak. Makin bingung aja nih gue. Eeee,,, tiba-tiba ratna megang tangan gue “ gue kaget banget, jangan-jangan etar abis ini nyatainj cinta ke gue lagi, haduuuuhhhh….”
Ternyata bener dugaan gue tadi, ratna nembak aku! Waw.
“ reno, maungga loe jadi pacar gue? Sejak gue deket sama loe gue ngrasa nyaman banget”
Gue diem sejenak.
“ratna, gue akuin, gue juga ngrasain hal yang sama kaya yang loe rasain. Tapi gue udah punya pacar rat”
Ratna juga jadi ikutan diem abis gue ngomong gitu.
“ratna, mendingan untuk sekarang ini kita jalani aja dulu, biar semuanya ngalir apa adanya. Ok !”
Abis gue sama ratna ngungkapin isi hati masing-masing berjalan seperti kaya ngga ada kecanggungan, ngga seperti kaya hari-hari kemarin. Sampe-sampe dia meluk gue,,, jadi malu sendiri juga si….. tapi ngga papadeh, ngga nolak.
Sehabis pulang dari pante gue sama ratna smsnya kaya orang pacaran aja, huhhhhhhh. Stop!! Tapi gue juga tetep kontek dongggg sama pacar gueeee, walau pun keadaanya seperti itu.
Nah, siang bolong gini ada si pengacau datang ke rumah gue. Sapalagi kalo bukan dobleh. Ngga tau kalo ada orang lagi asik smsan “dobleh itu temen gue juga temennya ratna juga dan juga temen pacar gue juga “Waduh kalo bahas soal itu malah ntar yang ada tambah bingung”. Tiba-tiba si dobleh nyeplos “ reno, loe jadian ya sama ratna?” E, ee engga ah.. ngaco aja loe kalo bilang,,,, kata siapa???! “ ya ngga tau dari siapa-siapa, kalo gue liat-liat makin lengket aja loe sama dia kaya lem! Sinar mau di kemanainnnnn?!!”. Eh !dobleh gue ngga ada apa-apa sama ratna, gue juga masih sayang kali sama sinar. “ ya kali aja sinar mau di duain. Ren, setau gue ni ya; ratna tu kalo udah deket sama cowok, pasti dia langsung ngungkapin persaannya sama tu cowok”. Sok tau loe “ eh beneran gitu, loe tau si andi ngga? Sama kasusnya kaya loe, Cuma bedanya andi dia mau jadi pacarnya si ratna. Tapi ngga lama kemudian andi mutusin si ratna”. Emang masalahnya apa bleh??? “Biasa,,,,,, masalah beda keyakinan aja,,,,, kalo dia se iman sama gue siiii…. Gue juga ngga nolak jadi pacar dia”.
Oooooo gitu to,,,,,. Abis gue tau seperti itu gue mutusin buat ngejauh dari dia sebelum semuanya salah satunya perasaan ini menjadi-jadi dan ngasih harapan yang ngga jelas lama-lama ke ratna. Dari smsan yang biasanya sering banget hampir ngga ada putusnya sekarang gue kurangin, emangsi ratna sesekali dua kali ngajak gue ke pante, nyuruh gue kerumanya juga tapi gue tolak. Lama-lama ratna pun tau kalo makin hari- makin hari gue ngehindar dari dia. Lama kelamaan akhirnya pun gue sama ratna los kontek dan ngga pernah ketemu lagi. Hanya meninggalkan kata maaf dan sayang antara gue dan ratna.
Suatu hari pacar gue pun tau kalo gue pernah deket sama yang namanya ratna, ngga tau dari mana asalnya sehingga sinar bisa tau hal ini. Gue pun ngga cari tau dari mana asalnya itu. Akhirnya gue sama ratna pun putus, walaupun kita berdua sangat merasa berat banget dan saling menyayangi satu sama lain. Tapi setelah lulus dari SMP dan masuk SMA gue di pertemukan lagi sma sinar, gue balikan lagi sama sinar.  Akhirnya sampe sekarang gue masuk kuliah dan kuliahnya juga satu universitas sama gue. Emangsi sampe sekarang masih ada aja pihak ketiga, taapi sinar ngga terlalu kuatir dengan itu karena yang suka sama gue “COWOK” bukan cewek!!!. Sinar si biasa aja, sedangkan gueeee………… !!!!!!!! (syok berat).
Sekian.












 4.
Teman  lama

Ehem… !!! setiap pagi pasti  di bangunin sama suara hp yang mirip trompet militer suaranya :*, pengen buang jadinya tu hp “ ngakak hahahahahaaa,,,,”. Buka hp  udah banyak banget sms yang terperangkap, sms dari pacar pertama (istri muda), dari pacar kedua (istri tua), dari selingkuan yang ngga tau berapa jumlahnya “lupa”, ada banyak juga nomor baru masuk “ paling-paling para fans”. Liat leptop di meja kamar udah banyak banget yang konfrim di fb, dari cewek-cewek yang cantik-cantik, yang biasa aja, ada jugasi yang jelek namanya juga cowok guanteng asal cewek aja ya pasti kecantol hahahaha. Walaupun nenek-nenek yang giginya tinggal ½. sombong. Tapi suer…!!! Banyakan yang cantik dari pada yang jelek “percayalah”. Di twitter juga ngga kalah sepi, kaya pasar sayur aja hahaha. Yang bikin gedeg lagi, temen kost yang pagi-pagi udah ribut buat persiapan mau tempur. Busetttt…. kaya mau perang aja. Emang bener mau perang, sama selembar soal ujian. Udah tau mau ujian, eeee…. malah begadang. Songong ngga tu orang ??? Sayangnya cowok yang buuaaanyak banget ceweknya itu bukan gue, itu temen gue. Naahhh… gue itu yang pagi-pagi udah ribut-ribut tuuuuuuuu.
Kenalin, nama gue Tresno. Nama panjang gue, Tresno Sasongko Mangkuwharjo Noto Boto Limo Tibo Sedoyo. Tapi bukan berarti gue anak jogja ya karna ada mangkuwharjonya. Ngga tau tu bokap ngasih nama aneh banget sampe sepuluh gerbong, hahahaa kaya becak aja gerbong. Upsss !! salahhh… maksud gue kreta! hahahaha… Kalo gue siiiiiiii.. boro-boro pacar, cewek aja ngga ada yang mau deket sama gue. Kasian.
Husssttt..! jangan bahas-bahas itu, ini gue lagi pusing nih ! mikirin soal ujian di depan mata kaya bantal aja bentuknya ” jadi pengen bobo”.
Abis ngerjain soal yang ngga tau jawaban dan printahnnya suruh ngapain, yang penting ngerjain aja “Adegan ini tidak boleh di tiru” yang penting bisa keluar. Daripada di pelototin mulu sama dosen kan berabe. Kebetulan udah ngga ada ujian lagi hari ini jadi bisa pulang ke kostni. Bagi gue kampus itu lumayan membosankan, jadi ngga betah lama-lama hahahaaa...  Eeetttt,,, tapi tunggu duluuuu.  Waktu gue mau pulang, lagi jalan di deket parkiran motor, gue ber pas-pasan sama cewek, cewek itu nanya ke gue “loe tresno bukan???”.  Waduh, ini cewek siapaaaaa… kok tau nama gue?
“ siapa kamu?!” gue bilang.
Cewek itu malah tersenyum sama gue “ aduhaiiiii,,, manis bangeetttt…”. Loe udah lupa sama gue? Gue temen loe SMP, inget ngga??
LANGSUNG gue jawab “ engga???”  yaudah ngga papa kalo ngga inget, nanti juga bakalan inget. Eh! Boleh minta nomer loe ngga? “ nomer togel maksud loe” sedikit menyelinap di pikiran gue, walaupun gue tau yang dia maksud nomer hp gue.
“ Punya ini nomernya” gue kasih tu nomer dengan cara mendikte, kaya anak SD aja.
 “ ok nanti abis kuliah gue hubungin loe”
“ Ok!” Sambil nerusin jalanya itu cewek senyum lagi, idihhhhh… jadi penasaran siapasi itu cewek, apa ia dia temen SMP gue? Orang gue dulu sama temen satu kelas aja ngga hafal semua, apa lagi sekarang yang udah lama. Emangsi, temen satu kelas di kampus juga ngga hafal “ udah bawaan orok kali ya”. Sambil ngelanjutin jalan menuju kost tercinta, gue mikir-mikir, siapa tu cewek sebenernya? Sesampainya di kost gue si niatnya mau nglanjutin tidur, mau ngebales dendam ceritanya yang tadi malem abis begadang. Eeee…. Tau-tau ada panggilan masuk yang di susul dengan sms. Gininih smsnya nih:
Ini gue yang tadi minta nomer loe. Oia tadi kita belum sempet kenalan, nama gue tia.
“ha! tia???”
 Loe inget ngga, gue yang dulu duduk bareng loe waktu ujian akhir? OoooOOOoooo iya gue baru inget sekarang,  iya bener ternyata itu cewek emang beneran temen SMP gue haha..
“ iya,iya gue inget”
 Dari situ gue sama Tia jadi sering kontak lewat hp yang akhirnya kita mutusin buat ketemuan. Lumayan sering si, kalo pas jadwal kuliah bareng. Abis kuliah biasanya gue sama tia nongkrong di kantin ngobrol panjang lebar sampe yang ngga penting-penting amat juga di obrolin. Dari kebiasaan itu gue sama tia jadi terbiasa. “jujur ni ya” lama-lama gue ada rasa sama tu cewek “ jangan bilang bilang ya hihihi”.
Pada suatu hari tia ngga keliatan di kampus, gue hubungin nomernya juga ngga ada jawaban “wah,,, jadi galau banget ni ceritanya” dari hari ke hari pun ngga ada kabar tentang tia. Gue cari-cari di kampus, semua tempat gue aduk-aduk tapi ngga ketemu juga batang kupingnya. Sampe gue cari-cari di tumpukan buku di ruangan TU juga ngga ketemu “ emangnya kecoa di cari di tumpukan buku”. Sore itu gue putusin buat pulang ke kost setelah seharian nyari-nyari. Hari-hari selanjutnya gue juga ngga ketemu tia di kampus maupun diluar kampus. Pada hari itu di gerbang pintu masuk kampus, pada saat gue mau pulang kuliah, langkah gue di hentikan sama cewek yang ngga aku kenal.
“loe tresno kan??” baru gue jawab satu kecap “ia” dia langsung narik tangan gue sambil bilang “ ikut gue”. Akupun nurutin ajakan dia walaupun gue ngga tau apa yang dia maksud dan gue juga ngga kenal sama tuh cewek. “nih kunci motor, loe yang bawa motor di depan. Pake juga nih helem. Nanti loe tinggal nurutin arah jalan yang gue bilang ke loe”. Jadi tambah bingung, tapi ya udahlah. Setelah agak lama dalam perjalan, tau-taunya menuju rumah sakit. Sampai di parkiran rumah sakit, tu cewek turun dari motor tanpa bilang apa-apa, dia langsung jalan aja kaya ngga punya dosa. “bengong sebentar lalu kaget” gue cepet-cepet nyusul dia karena saking tergesa-gesanya sampe-sampe helem masih ada di kepala gue “oon”.
“waduhhhh apalagi si iniiiii????” . Gue temennya tia, nama gue rani. Tresno “ kenalan sambil jabat tangan jalan menuju salah satu ruangan”. Ran Kok perasaan gue ngga enak ya, masalahnya sampe kerumah sakit segala ini. Sebenernnya ada apasi ??? belum sempet rani menjawab pertanyaan gue, gue sama rani udah nyampe ruangan yang di tuju.
Gue masuk ruangan sambil ngelepas helem lalu gue taruh di atas meja tu helem, gue ngeliat di depan mata gue tia terbaring di tempat tidur pasien dengan inpus yang menusuk ke tangan dan selang pernapasan yang menempel di idung, pikiran gue jadi amburadul. Tia kenapaaaaa…??? “ tubuh gue lemes gemeteraan”. Rani yang ngeliat gue syok berat, tangannya mengelus-elus pundak gue sambil bilang “sabar ya”.
Gue duduk di sebelah kiri tia sambil memegang tangannya dengan raut muka dan hati yang sedih.
Sebenernya tia kenepa ran???
“ tia menderita kanker otak sejak dia SMA”
Loe harus tegar denger semua ini. “ tia difonis oleh dokter sudah tidak bisa bertahan lama lagi”. Tia ngga mau ngasih tau ini ke loe karena dia sayang dan cinta sama loe sejak duduk di bangku SMA dulu. Sejak lulus dari SMA kalian baru di pertemukan lagi akhir-akhir bulan ini. Tia pun ngga menyangka bisa ketemu lagi sama loe, ini sangat dinanti oleh tia sejak lama. Dengan keadaan yang seperti sekarang ini memang tidak diharapkan.
“Gue juga sayang banget sama tia, ran”
gue tau, tia cerita banyak tentang loe. Setelah bertemu dan deket sama loe, tia menjadi semangat untuk bertahan dan melawan penyakitnya.
Gue sama Rani nungguin Tia sampe pagi dirumah sakit, tanpa gue sadari gue tidur di deket Tia semaleman. Tangan Tia pun masih dalam genggamanku. Sekitar waktu subuh Tidurku terbangunkan oleh suster yang masuk ke kamar ruang pasien dimana Tia dirawat buat ngasih perawatan ke Tia.
“Ran gue pulang dulu ya ke kost, ada kuliah ntar jam 8. Tolong jagain Tia ya Ran, loe ngga ada kuliahkan hari ini?”
“Iya Tresno, kebetulan hari ini gue ngga ada kuliah kok”
“ya udah gue pulang dulu, ntar kalo ada apa-apa kabarin gue ya Ran”
“iya tenang aja Tresno, pasti gue kabarin”
Sambil ngliatin Tia yang masih terbaring gue bergegas buat pulang ke kost tercinta.
Setengah jam gue duduk di bangku kelas, perasaan gue ngga enak banget. Sesekali gue buang perasaan itu tapi ngga bisa ilang. Ngga tau tuh dosen ngomong apaan, yang ada dipikiran gue Cuma keadaan Tia sekarang. Kok perasaan gue ngga karuan kaya gini. Gue udah ngga konsentrasi sama tu pelajaran, gue Cuma ngliatin hp yang gue pegang gue puter-puter. Firasat gue sebentar lagi Rani mau ngabarin gue bentar lagi. Ternyata firasat itu bener, rani nelpon gue.
“ halo. Ada kabar apa Ran”
“tresno, loe bisa kerumah sakit sekarangga?”
“bisa”
Hpnya langsung gue matiin, gue langsung bergegas beres-beres masukin buku ke tas lalu berpamitan sama dosen. Gue ke rumah sakit naik angkot, di dalam angkot gue Cuma bisa megang kepala “apa yang terjadi sama Tia”. Turun dari angkot sampe-sampe gue lupa bayar tu angkot saking buru-burunya. Gue lari menuju ruangan dimana Tia dirawat. Sesampenya di ruangan, gue liat rani dan keluarga Tia sedang menangis. Gue berjalan masuk pelan-pelan sambil netesin air mata yang menetes dengan sendirinya. Tanpa gue bertanya sama siapa-siapa di ruangan itu gue mendekat ke Tia yang sudah tidak terpasang lagi impus dan slang oksigen di tangan dan idungnya. Gue tau Tia telah pulang ke tempat yang tenang. Walaupun gue tau itu, tapi tetep gue ngga percaya sama semua itu.
 Semuanya telah terjadi begitu singkat. Tia telah menuju ketenangan. Gue yakin, cinta gue sama Tia adalah cinta yang suci karunia Tuhan yang luarbiasa.
                                    and