Top Ad unit 728 × 90

EYD & CONTOH KALIMAT OLEH PANJI PRADANA


RANGKUMANN EYD DAN CONTOH KALIMATNYA

Resume Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu
 Mata Kuliah Pengajaran Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. Sukirno, M. Pd



Disusun Oleh:
Nama               : Panji Pradana
Nim                 : 092110144
VI D


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN IMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2012
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

1.     PENDAHULUAN
Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah perlambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa. Ejajan yang berlaku sekarang adalah Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
2.      RUANG LINGKUP EYD
Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek yaitu (1) pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur, (5) pemakaian tanda baca.
1)      Penulisan huruf membicarakan bagian bagian dasar suatu bahasa, yaitu


(1)   Huruf kapital
(2)   Vokal
(3)   Konsosnana
(4)   Pemenggalan
(5)   Nama diri


2)      Penulisa huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi
(1)    huruf kapital
(2)    huruf miring


3)      penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa


(1)   kata dasar
(2)   kata turunan
(3)   kata ulang
(4)   gabungan kata
(5)   kata ganti kau, ku, mu, dan nya
(6)   kata depan di, ke, dan dari
(7)   kata sandang si dan sang
(8)   partikel
(9)   singkatan dan akronim
(10)     angka dan lambang bilangan




4)      penulisan insur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan, trutama kosa kata yang bersal dari bahasa asing.
5)      Pemakaian tanda baca (pungtuasi) membicarakan teknik penerapan kalimabelas tanda baca dalam penulisan dengan kaidahnya masing-masing. Tanda baca itu adalah


(1)   Tanda titik (.)
(2)   Tanda koma (,)
(3)   Tanda itik koma(;)
(4)   Tanda titik dua(:)
(5)   Tanda hubung (-)
(6)   Tanda pisah (−)
(7)   Tanda elipsis (...)
(8)   Tanda tanya (?)
(9)   Tanda seru (!)
(10)  Tanda kurung ((...))
(11)  Tanda kurunng siku ([...])
(12)  Tanda petik ganda (“...”)
(13)  Tanda petik tunggal (‘...’)
(14)  Tanda garis miring (/)
(15)  Tanda penyingkat (‘)






2.1  Pemakain Huruf


Abjad bahasa indonesia menggunakan 26 huruf dan dalam abjad tersebut terdapat lima huruf vokal, yaitu a, e, i, u, o, dan 21 huruf konsonan.
Dalam bahasa indonesia digunakan gabungan huruf (diagraf) berupa gabungan huruf vokal tiga buah dan gabungan huruf konsonan empat buah, masing-masing melambangkan satu bunyi. Gabungan huruf vokal yang uga disebut diftong itu, ialah au (aula), oi (boikot), dan ai (santai), sedangkan gabungan huruf konsonan ialah kh(khusus), ng (bangun), ny(nyata), sy(syarat).
Fonem adalah bunyi terkecil yang membedakan arti, sedang bunyi adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Bunyi yang tidak berpengaruh terhadap arti, kendapun dihasilkan oleh alat ucap manusia, bukan fonem.
Beberapa huruf dala abjad bahasa indonesia melambangkan lebih dari satu fonem. Dalam kalimat sate pedas enak rasanya melambangka tiga fonem, yaitu
1)      Fonem /e/ dalam kata sate/ sate/
2)      Fonem /∂/ dalam kata pedas / p∂das/
3)      Fonem /∑/ dalam kata /enak/
Cara penulisan nama diri( nama jalan, sungai, gunung dan nama diri) harus mengikuti EYD, kecuali jika ada pertimbangna khusus menyangkut segi adat, hukum, dan sejarah.
Contoh pemakaian biasa
Ia berkantor di jalan Budi Utomo
Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus
Ayahku dosen di Universitas Padjajaran Bandung

Khusus tentang pemakaian huruf x berlaku ketentuan sebagai berikut
(1)   Untuk penulisan nama diri, nama unsur kimia, istilah ilmu pengetahuan, lambang huruf yang dipakai adalah x
Misalnya: Alex, Mexico
(2)   Untuk penulisan kata- kata biasa, lambang huruf yang dipakai adalah ks
Misalnya:
Penulisan yang salah
Penulisan yang benar
Export
Eksport
Taxi
Taksi

2.2  Pemenggalan kata
1)      Pemengalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut
a.       Jika di tengah kata da huruf vokal yang beruntun, pemenggalannya dilakukan diantar huruf vokal tersebut.
Misalnya:
di-a              do-a                 ta-at
jika vokal yang beruntun merupakan diftong, pemengalan kata dilakukan di antara kedua huruf vokal.
Misalnya
Pemenggalan yang salah
Pemenggalan yang benar
Pu-la-u
Pu-lau
Ra-ma-i
Ra-mai

b.      Jika di tengah kata ada huruf konsonan, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan itu
Misalnya:
Ta-bu         ka-wan                        ca-tur
c.       Jika di tengah kata ada huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan
Misalnya:
Ap-ril         swas-ta
Gabungan huruf konsonan yang dihitung sebagai satu konsonan(disebut diagraf), yaitu ny;ng,kh,sy tidak boleh dipisahkan.
Misalnya:
Su-nyi        ha-ngat
d.      Jika di tengah kata ada tiga buah atau lebih huruf konsonan, pemenggalan di antara huruf konsonan yang pertama dan konsonan yang kedua.
Misalnya:
Ab-sor-bsi             kon-klu-si
2)      Imbuhan yang berupa awalan dan akhiran, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata yang diimbuinya, dapat dipenggal.
Misalnya:
Mem-ba-ha-gia-kan
3)      Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dapat dilakukan (1) diantara unsur-unsur itu (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah pemengalan kata.
Misalnya :
Bio-data atau bio-da-ta

2.3  Penulisan Huruf Kapital Dan Huruf Miring
Huruf Kapital Atau Huruf Besar
1)      Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf petama pada awal kalimat.
Misalnya: Siapa yang datang tadi malam?
2)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya: Adik bertanya, “Kapan kita ke Taman Safari?”
3)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya: bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
4)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf  pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya: Nabi Muhammad, Raden Wijaya
5)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf perama unsur nama jabatan dan pangkat yang diiuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya: Presiden Megawati, Bupati Purworejo
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak dikutinama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?
6)      Huruf kapital dipakai sebaga huruf pertama unsur nama orang.
Misalnya: Eka Susilowati
huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nam orang yang digunakan sebagai nama jenis atau nama satuan ukuran.
Misalnya:
10 watt
7)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Perlu diingat pada posisis tengah kalimat, yang dituliskan dengan huruf kapita hanya huruf pertama naa bangsa, nama suku, dan nama bahasa;sedangkan huruf pertama kata bangsa, suku, dan bahasa dituliskan dengan huruf kecil.
Penulisan yang salah:
Dalam hal ini Bangsa Indonesia yang ....
Penulisan yang benar:
Dalam hal ini bangsa Indonesia yang ....
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nam bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk kata dasar kata turunan.
Misalnya: menjawakan bahasa Indonesia
8)      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya: tahun Saka, bulan November
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
Misalnya: Ir. Soekarno dan Moehammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
9)      Huruf kapital yang dipakai sebagaihuruf pertama nama khas dalam geografi.
Misalnya:
Salah
Benar
teluk Jakarta
Teluk Jakarta
danau Toba
Danau Toba

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.
Misalnya: Jangan membuang sampah di sungai
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geogarafi yang digunakan sebagai nam jenis.
Misalnya: gula jawa
10)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, nama resmi badan atau lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.
Misalnya: Departemen Pendidikn Nasional RI
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, sertanama dokumen resmi.
Misalnya: dia menjadi pegawai di salah departemen
11)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan/lembaga.
Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa
12)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, dalam, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya: bacalah majalah Bahasa dan Sastra
13)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak ibu, saudara, kakak, adik, paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Misalnya: Surat Saudara sudah saya terima
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan.
Misalnya: kita semua harus meghormati bapak dan ibu kita
14)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan
Misalnya: Dr: doktor
15)  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda.
Misalnya: usulan Anda telah kami terima

Huruf miring
1)      Huruf miring dalam cetakan dipakai utuk menulliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan.
Misalnya: tabloid Nova
2)      Huruf pertama dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompk kata.
Misalnya: buatlah kalimat dengan buah tangan
3)      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
Misalnya: nam ilmiah padi ialah Oriza sativa

2.4  Penulisan kata
A.    Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:  Kantor pos sangat ramai               (ketiga kalimat itu dibangun         
                  Buku itu sudah saya baca                dengan gabungan kata dasar)
                  Adik nai sepeda baru

B.     Kata Turunan
1)      Imbuhan(awalan, sisispan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya: bergerigi            ketetapan         sentuhan
2)      Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.
Misalnya: bertandatangan, tanda tangani
3)      Jika bentuk dasar yang menjadi gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabugan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya: memberitahukan
4)      Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dala kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya: adibusana, antarkota, biokimia

C.    Bentuk Ulang
            Bentuk ulang ditulis secar alengkap dengan menggunakan tanda hubung.
            Misalnya: anak-anak, buku-buku, lauk-pauk

D.    Gabungan Kata
1)      Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.
Misalnya: duta besar, orang tua, rumah sakit
2)      Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan salah pengertian ditulis dengan tanda hubung untuk mengaskan pertalian unsur yang berkaitan.
Misalnya: anak-istri saya(keluarga) ibu-bapak(orang tua)
3)      Gabungan kata berikut ditulis serangkai karena hubungannya sudah sangat padu sehingga tidak dirasakan lagi sebagai dua kata.
Misalnya: acapkali, apabila, bagaimana

E.     Kata Ganti Ku, Kau, Mu, Dan Nya
Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk singkat kata aku dan engkau, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
[aku] [...]
            Aku bawa, aku ambil

[ku...]
            Kubawa, kuambil, engkau bawa, angkau ambil
,          
[engkau] [...]
             Engkau Bawa, Angkau Ambil
           
[kau....]
                         Kaubawa, Kauambil

                Misalnya: bolehkah aku ambil jeruk ini satu?

F.     Kata Depan Di, Ke,dan Dari           
            Kata depan di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam  gabunga  kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan dari pada.
Misalnya: tinggalah bersama saya di sini
G.    Kata Sandang Si Dan Sang 
Kata si dan sag ditulis terpisah dari  kata yang mengikutinya
Misalnya:
Salah
Benar
Sikecil
Si kecil
Sang kancil
Sang kancil

H.    Partikel
1)      Partikel –lah dan –kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya: bacalah peraturan ini sampai tuntas
2)      Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Misalnya: apa pun yang dikatakannya, aku tetap tak percaya.
3)      Partikel per yang berati ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpiisah dari bagian kalimat yang mendahuluinnya atau mengikutinya.
Misalnya; merka masuk ruang satu per satu

I.       Singkatan dan Akronim
1)      Singkatan adlah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Adapun auran penulisannya adalah, sebagai beikut:
a.       Setiap menyingkat satu kata dipakai satu tanda titk
Misalnya: nomor disingkat no.
b.      Bila menyingkat dua kata dipakai dua titik.
Misalnya: atas nama disingkat a.n.
Akan tetapi, singkatan nam diri yang diambil dari huruf awal kata yang disingkat, ditulis tanpa titik.
Misalnya: Perseroan Terbatas disingkat PT
c.       Bila menyingkat tiga kata tau lebih, pada akhir sigkatannya dipakai satu tandat titik.
Misalnya: dan kawan-kawan disingkat dkk
Akan tetapi singkatan nam diri yang terbentuk dati gabungna huruf awal kata yang disingkat, ditulis tanpa titik.
Misalnya: BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
d.      Penulisan lambang kimia, singkatan stuan ukuran, takaran, imbangna, dan mata uang tiak diikuti titik.
Misalnya; Au  Aurum
                Cm  sentimeter
2)      Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal kata, gabungan suku kata ataupun gabungan dan suku kata dari deret kata yang disingkat.
a.       Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata yang disingkat, ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Misalnya: FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
b.      Akronim nama diri yan berupa gabunagn suku kata atau gabungan huruf dn suku kata dari deret kata, huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhii oleh tanda titik.
Misalnya: kadin           (kamar dagang dan industri)
c.       Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gangan huruf dan suku kata dari deret kata yang disingkat, seluruhnya dituls dengan huruf kecil dan tidak diakhiri dengan tanda titik.
Misalnya: rapi rapat pipinan

J.      Angka Dan Lambang Bilangan
1)      Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan nomor.
Dalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi.
Misalnya: angka arab : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
2)      Angka yang digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi (ii) satuan waktu, (iii) nlai uang, dan (iv) kuantitas.
Misalnya: 19 meter
3)      Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartement, atau kamar pada alamat.
Misalnya: Jalan Sentosa III no. 152
4)      Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci
Misalnya: surat Annisa: 9
5)      Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut
a.       Bilangan utuh
Misalnya: dua belas     12
b.      Bilangna pecahan
Misalnya: setengah      ½
6)      Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang  berikut
Misalnya: pada awal abad XX; pada abad ke 20 ini
7)      Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, sususnan kalimat diubah sehingga susunan yang tidak dapat dinyatakan denagn satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.
Misalnya: lima puluh orang tewasakibat bencana itu
8)      Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudahdibaca.
Misalnya: perusahaan kami mendapat pinjaman 250 juta rupiah
g) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam eks, kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan
kuitansi.
Misalnya: kami memiliki 20 unit komputer

2.5  Penulisan unsur serapan
2.6  Pemakaian tanda baca
1)      Tanda titik
a.       Tanda titik dipakai pada akhiran kalimat yang bukan pertanyaaan atau seruan.
Misalnya: Ayahku tinggal di Aceh.
b.      Tanda titik dipakai di belakangangka atau huruf pengkodean suatau judul bab dan subbab
Misalnya: III. Departemen Dalam Negeri
A.    Direktoral Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
B.     Direktoral jenderal Agraria
1.      Subdit ...
2.      Subdit ...
c.       Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik, yang menunjukkan waktu dan jangka waktu.
Misalnya: pukul 12.10.20. (pukul 12 lewat 10 menit 20 detik)
d.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Misalnya: ia lahir tahun 1991 di Purworejo.
e.       Tanda titk dipakai diantara nam penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalamdaftar pustaka.
Misalnya: Arbor: University of Michigan Press, 1974
f.       Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya.
Misalnya: calon mahasiswa yang mendaftar mencapai
20.000 orang
g.      Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain, kepala ilustrasi atau tabel.
Misalnya: catur untuk semua umur.
h.      Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengiriman dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.
Misalnya: Purworejo, 10 April 2012 (tanpa titik)
2)      Tanda koma
a.       Tanda koma dipakai diantara unsur-usur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya: Ani membeli permen, roti, dan air mineral.
b.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Misanya: Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
c.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat jiak anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:  anak kalimat         induk kalimat
                  Kalau hujan tidak reda, saya tidak akan pergi
                  Karena sakit, kakek tidak bisa hadir.
d.      Tanda koma harus dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun, akan tetapi.
Misalnya: jadi, masalahnya tidak semudah itu.
e.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat dalam kalimat,
Misalnya: O, begitu/
f.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung
dalam bagian lain dalam kaimat.
Misalnya: kata Ibu, “saya tidak boleh pergi”.
g.      Tanda koma dipakai diantara (i)nama dan lamat, (ii) bagian –bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nam tempat dan wilayah ata negeri yang diulis berurutan.
Misanya: purworejo, 12 November 1991
h.      Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian didalam catatan kaki.
Misalya: Laminuddin finoza, Komposisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: Diksi Insan Mulia, 2001), hlm. 27
i.        Tanda orang dipakai diantara nama orang dan gelar akademiyang engikutinya untuk membedakannya dari singkatan nam diri, keluarga, atau marga.
Misalnya: Asih Purwasih, S. Pd
j.        Tnda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tiak membatasi.
Misalnya: Guru saya, Pak Amin, ramah sekali.
k.      Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya: atas pertolongan dewi, kartika mengucapkan terimakasih.
3)      Tanda titk koma
a.       Tanda titk koma dipakai untuk memisahkan bagian –bagian kaliamt yang sejenis dan setar.
EYD & CONTOH KALIMAT OLEH PANJI PRADANA Reviewed by frank ucup on 5:52:00 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by makna istilah © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.